AWS Ungkap Pencapaian Tahun 2020 dan 8 Tips Kunci Reinvent AWS Ungkap Pencapaian Tahun 2020 dan 8 Tips Kunci Reinvent ~ Teknogav.com

AWS Ungkap Pencapaian Tahun 2020 dan 8 Tips Kunci Reinvent


Teknogav.com - Amazon Web Services (AWS) menggelar ajang AWS re:Invent 2020 yang akan berlangsung selama tiga minggu. Kegiatan-kegiatan pada ajang ini mencakup keynote, peluncuran solusi terkini dan pembelajaran. Setiap tahunnya ajang AWS re:Invent mengalami peningkatan pengunjung. AWS re:Invent kali ini merupakan penyelenggaraan ke-9 dan pertama kalinya secara streaming di seluruh dunia. Pada minggu pertama, Andy Jassy, CEO AWS berbagi mengenai wawasannya dan kabar terkini mengenai konsumen, produk dan layanan-layanan AWS.

Lebih dari 500 ribu peserta mendaftar pada ajang AWS re:Invent tahun ini. Berbeda dengan AWS re:Invent tahun-tahun sebelumnya yang hanya diselenggarakan seminggu, maka tahun 2020 ini akan digelar selama tiga minggu. Totalnya akan ada lima keynote, termasuk dari mitra, mengenai machine learning, infrastruktur dan lain-lain.

Baca juga: JPMorgan Chase & co Terus Lakukan Reinvent Bersama AWS

AWS re:Invent merupakan konferensi edukasional dan pembelajaran. Pada ajang ini ada lebih dari 500 sesi teknikal. Kelebihan pada ajang yang digelar secara online kali ini adalah jika ada jadwal yang bentrok, tetap bisa mengikuti setelahnya.

Informasi AWS Terkini

Selama pandemi COVID-19 banyak yang meninggal, kehilangan pekerjaan, dan bisnis yang berjuang untuk bertahan. Ada begitu banyak kesulitan yang terjadi pada tahun 2020 ini. Kendati demikian tingkat pendapatan yang disetahunkan dari kuartal ketiga tahun 2020 yang diraih AWS mencapai lebih dari USD46 miliar. Pertumbuhan pendapatan ini 29% YoY. Ini berarti AWS mengalami peningkatan USD10 miliar dalam 12 bulan terakhir. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dalam bisnis cloud


Sepuluh tahun lalu, peringkat perusahaan berdasarkan pendapatan dipimpin oleh Hewlett Packard pada posisi pertama. Peringkat berikutnya ditempati oleh IBM, Microsoft, Dell, Cisco, Oracle, SAP, EMC, Adobe dan VMware. Terlihat bahwa AWS bahkan tidak masuk dalam peringkat tersebut di tahun 2010. Pada tahun 2020, AWS berhasil menduduki peringkat kelima dari 10 besar perusahaan TI dengan pendapatan tertinggi. AWS bahkan berhasil mengalahkan peringkat Oracle dan SAP.

Baca juga: Amazon EC2 G4ad Instance Andalkan GPU AMD untuk Tangani Grafis

Pertumbuhan tersebut berhasil dicapai berkat pertumbuhan bisnis teknologi infrastruktur cloud computing. Analisis segmen pasar yang dilakukan Gartner menunjukkan bahwa AWS berhasil meraih pangsa pasar yang cukup signifikan, yaitu mencapai 45%. Angka ini bahkan lebih dari dua kali lipat pangsa pasar Microsoft yang memiliki pangsa pasar 17,9%. Kendati demikian, pembelanjaan untuk cloud hanya memakan porsi 4% dari total pembelanjaan untuk TI.

Dalam 10-20 tahun mendatang, diperkirakan sebagian besar komputasi akan beralih ke cloud. Ini berarti masih akan ada pertumbuhan yang besar di AWS. Saat pandemi COVID-19 melanda, banyak perusahaan berusaha menghemat dengan segala cara termasuk Amazon. Perusahaan biasanya melangkah mundur, lalu berpikir ulang mengenai apa yang dilakukan dan mempertimbangkan apa yang ingin berhenti dilakukan. Pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi teknologi cloud.

Baca juga: Adroady Manfaatkan Teknologi Cloud AWS untuk Hadirkan Inovasi Iklan OOH

Perusahaan mengalami kesulitan untuk mempertahankan bisnis. Jika melihat daftar Fortune 500 tahun 2000, hanya 50% perusahaan yang sanggup bertahan dalam daftar tersebut saat ini. Perusahaan harus melakukan reinvent untuk bisa bertahan. Dalam melakukan reinvent jangan menunggu sampai hampir bangkrut. Reinvent harus dilakukan saat perusahaan sehat.

Delapan Kunci Penting untuk Reinvent

  1. Kepemimpinan untuk menciptakan dan menciptakan ulang (reinvent). Caranya adalah harus mengetahui apa yang dilakukan pesaing dalam industri yang sama. Selain itu juga mengetahui apa yang konsumen pikirkan mengenai produk yang ditawarkan. Penting untuk mengetahui apa yang berhasil dikerjakan dan yang tidak.
  2. Pahami bahwa tak bisa melawan perkembangan yang terjadi. Jika sesuatu harus berubah untuk memberikan pengalaman yang terbaik bagi konsumen, maka itu akan berubah, baik itu nyaman atau tidak bagi perusahaan.
    Pada akhir tahun 1990an, Amazon memiliki bisnis inventory sendiri. Saat itu Amazon membeli dari distributor lalu menyimpannya di gudang, lalu mengantarkannya ke pelanggan. Sementara itu perusahaan seperti ebay memberikan layanan penjualan dari pihak ketiga. Di Amazon sempat terjadi perdebatan apakah bisa melakukan hal tersebut, karena tak yakin pihak lain bisa menangani konsumen layaknya Amazon. Akhirnya Amazon pun ikut membuka layanan bagi penjual pihak ketiga karena hal itu lebih baik bagi konsumen. Konsumen bisa memiliki pilihan produk dan harga lebih banyak. Jadi ketika terjadi perubahan, lebih baik ikuti dan melakukan kanibalisme pada layanan sendiri dibandingkan perusahaan lain yang melakukan kanibalisme tersebut.
  3. Talenta yang antusias melakukan penemuan. Biasanya orang baru yang melakukan perubahan. Jadi pastikan memiliki talenta yang menginginkan perubahan.
  4. Tangani masalah konsumen yang sebenarnya dengan memahami kebutuhan mereka. AWS menyediakan begitu banyak teknologi yang dibangun bukan karena keren. Semua teknologi AWS dibangun demi memenuhi kebutuhan konsumen. AWS akan berusaha memahami kebutuhan dan memberikan pengalamanan dalam mengubah bisnis suatu perusahaan.
  5. Kecepatan merupakan hal penting dalam setiap tahap bisnis dan berbagai ukuran perusahaan. Perusahaan harus dapat menetapkan budaya yang mendesak dan melakukan eksperimen. Hal ini harus dilakukan setiap saat agar bisa melakukan reinvent.
  6. Jangan memperumit apa yang sedang dilakukan. Perusahaan yang ingin melakukan transformasi besar, lebih mudah berhasil memilih mitra dan belajar cara melakukannya. Kemudian mencari momen yang tepat untuk berhasil dan mendapatkan hasilnya.
  7. Gunakan platform dengan serangkaian alat terluas dan terdalam. Cloud memiliki banyak layanan yang hanya perlu membayar untuk yang digunakan. Tidak perlu membayar di depan. Gunakan layanan dengan banyak kapabilitas yang dibutuhkan. Selain memudahkan untuk migrasi aplikasi juga memudahkan pembuat aplikasi untuk menciptakan segala hal yang bisa dibayangkan. Layanan cloud AWS begitu luas, mencakup komputasi, penyimpanan, database, analitis, machine learning, edge, IoT, robotik dan lain-lain. Ada begitu banyak fungsionalitas yang disediakan AWS di setiap kategori.
  8. Luasnya layanan AWS menjadikannya sebagai yang terdepan dalam Gartner Magic Quadrant 2020 untuk kategori Cloud Infrastructure and Platform Services. Selain itu AWS juga memiliki mitra ekosistem yang luas. Tak hanya ribuan sistem integrator yang membangun di atas platform AWS. Para vendor sistem integrator dan provider Software-as-a-Services (SaaS) juga mengadaptasi platform infrastruktur teknologi perangkat lunak mereka. Jadi ada lebih banyak perangkat lunak ketika pindah ke AWS.
  9. 8. Tim pemimpin harus bersama-sama meiliki tujuan top-down yang agresif. Hal ini dibutuhkan agar bisa bergerak lebih cepat dan organik. Contohnya adalah sepuluh tahun lalu, ketika CIO dari General Electric akan memindahkan 50 aplikasi mereka ke AWS dalam 30 hari. Seluruh tim mereka merasa hal tersebut tak mungkin, tetapi tetap melakukannya. Mereka telah berhasil memindahkan 42 aplikasi dalam 30 hari. Selama prosesnya mereka memikirkan keamanan, model tata kelolanya dan pengoperasiannya di cloud

Mereka telah berhasil memanfaatkan momentum, ide-ide pun mengalir begitu saja. Dalam dua tahun, mereka berhasil memindahkan 9.000 aplikasi ke AWS. Menetapkan tujuan top-down yang agresif akan memaksa organisasi untuk memahami bahwa mereka harus membuat perubahan.

Kunci-kunci ini tidaklah teknis, tetapi mengenai kepemimpinan, sehingga pastikan benar-benar merangkul kunci ini dalam melakukan reinvent.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email