AWS Proton, Pengelolaan Terautomasi pada Komputasi Kontainer dan Serverless AWS Proton, Pengelolaan Terautomasi pada Komputasi Kontainer dan Serverless ~ Teknogav.com

AWS Proton, Pengelolaan Terautomasi pada Komputasi Kontainer dan Serverless

Teknogav.com – Pada penerapan banyak microservices sekaligus menggunakan komputasi mode kontainer dan serverless maka muncul tantangan baru. Tantangan tersebut berupa cara mengelola implementasi komputasi yang kecil ini, ketika banyak microservices harus diterapkan bersama. Hal ini cukup sulit dilakukan, maka AWS pun menghadirkan AWS Proton untuk mengelola banyak komputasi kontainer dan serverless secara terautomasi.


Pengelolaan pada kontainer dan serverless jelas bebeda dengan pada instance. Biasanya pada instance kode pemrograman tunggal dengan template tersendiri. Contohnya adalah formasi cloud, kode provision infrastruktur, kode pipeline CICD atau pemantauan dengan cloud watch. Ketika sudah ditentukan, kode ini tidak berubah banyak, karena kode dijaga menjadi perilisan tunggal dan terkoordinasi. 

Baca juga: Habana Gaudi dan AWS Trainium, Prosesor Pelatih Model ML Andalan 

Berbeda dengan kontainer dan serverless, komputasi ini terdiri dari banyak bagian yang digabungkan menjadi satu aplikasi. Setiap microservice memiliki template kode sendiri, pipeline CICD sendiri, pemantauan sendiri dan dikelola oleh tim berbeda. Perubahan terjadi setiap saat dari berbagai tim berbeda, sehingga sulit mengkoordinasi dan mempertahankannya tetap konsisten karena mempengaruhi kualitas dan keamanan.AMD pun memperkenalkan AWS Proton yang merupakan layanan penerapan untuk aplikasi-aplikasi kontainer dan serverless.

Tim engineering platform dapat membuat Proton untuk menghubungkan dan mengkoordinasi seluruh peralatan berbeda yang dibutuhkan untuk provisioning, penerapan program, pemantauan dan pembaruan infrastruktur. Solusi ini dapat mengelola ratusan atau ribuan microservice dengan sumber daya-sumber daya infrastruktur yang terus menerus berubah. Integrasi berkelanjutan atau konfigurasi CI/CD terus menerus pun dapat dilakukan oleh solusi ini. AWS Proton memecahkan masalah ini dengan memberikan peralatan yang dibutuhkan tim platform untuk mengelola kompleksitas dan mendesak penerapan standar yang konsisten. Solusi ini memudahkan developer untuk menerapkan kode mereka menggunakan teknologi kontainer dan serverless.

Baca juga: AWS re:Invent Perkenalkan Amazon ECS Anywhere dan Amazon EKS Anywhere 

Skema AWS Proton

Cara kerja AWS Proton adalah dengan pembuatan stack oleh tim platform yang berada di pusat. Stack ini berisi file-file, termasuk template yang berisi kode untuk mendefinisikan konfigurasi layanan AWS yang digunakan pada microservice. Kode-kode tersebut juga termasuk identitas, pemantauan, pipeline CICD, komputasi, jaringan, keamanan dan lain-lain. Stack Proton ini digunakan untuk melakukan automasi provisioning infrastruktur dan menerapkan kode aplikasi dengan cepat. Publikasi stack Proton tersebut dilakukan developer dengan masuk ke konsol Proton. Perusahaan tidak perlu menghabiskan banyak waktu berjam-jam untuk mempersiapkan infrastuktur bagi setiap tim pengembangan. Tim platform atau operasi mengelola pengimplementasian secara terpusat tanpa mempengaruhi produktivitas.

Ketika salah satu bagian stack perlu diperbarui, maka tim platform menggunakan Proton untuk menerapkan pembaruan pada microservice yang menjalankan konfigurasi lama. Proton membantu tim platform menyajikan pengalaman kontainer dan serverless sesuai harapan developer sambil meningkatkan konsistensi dan pengendalian bagi mereka.

Baca juga: Lambda Container Support Mudahkan Pembuatan Image Kontainer pada Komputasi Serverless
Share:

Artikel Terkini

Follow by Email