JPMorgan Chase & Co Terus Lakukan Reinvent Bersama AWS JPMorgan Chase & Co Terus Lakukan Reinvent Bersama AWS ~ Teknogav.com

JPMorgan Chase & Co Terus Lakukan Reinvent Bersama AWS

Teknogav.com –  Pada ajang AWS re:Invent, AWS memaparkan pentingnya reinvent bagi perusahaan. Salah satu pembicara yang berbagi kisah sukses menerapkan delapan kunci reinvent dari AWS adalah Lori Beer, CIO JPMorgan Chase. JPMorgan Chase melayani nasabah dan klien di seluruh dunia, mulai dari individual, komunitas lokal, pemerintah sampai perusahaan. Bisnis JPMorgan Chase di bangun di atas kepercayaan selama 200 tahun sebagai landasan memberikan pengalaman yang simpel dan intuitif. Solusi-solusi yang diberikan JPMorgan dipicu oleh teknologi yang mewakili berbagai layanan finansial.

Layanan-layanan di JPMorgan Chase mencakup pemberian pinjaman, perbankan, market, advisory dan lain-lain. Semua yang dilakukan JPMorgan Chase dilakukan dalam skala yang sangat besar. Total aset yang dikelola mencapai USD28 triliun dan setiap hari ada USD6 triliun pembayaran yang diproses. JPMorgan pun membina hubungan dengan 50% dari total rumah tangga di Amerika Serikat. Total nasabah digital yang aktif pun mencapai 54 juta.

Baca juga: AWS Ungkap Pencapaian Tahun 2020 dan 8 Tips Kunci Reinvent 

Kilas Balik JPMorgan Chase & Co dengan Teknologi

Teknologi merupakan hal yang terus membantu JPMorgan Chase melakukan diferensiasi. Selama 200 tahun ada begitu banyak perubahan teknologi. JPMorgan Chase telah mendanai usaha Thomas Alva Edison menemukan bohlam lampu pertama. Kantor pusat Wall Street sebelumnya di Manhattan merupakan kantor pertama yang menggunakan listrik dari Edison.

JP Morgan Chase juga merupakan bank pertama yang menawarkan layanan ATM. Selain itu juga industri yang menggunakan komputasi enterprise awal untuk memproses transaksi. Perusahaan ini juga cepat dalam menawarkan layanan online banking saat kebangkitan internet. Saat ini industri ini pun dipicu oleh mobile computing.

"Kami telah melakukan reinventing industri layanan finansial selama berdekade-dekade. Kini perubahan semakin cepat, inovasi lebih cepat lagi. Platform cloud telah melakukan disrupsi model bisnis dalam hitungan harian. Kami pun memutuskan untuk memikirkan ulang lingkungan kami untuk merangkul modernisasi upaya sebenarnya. Hal ini dilakukan lintas 250 ribu karyawan, 35 ribu developer, 6.000 aplikasi, dan 450 PB data," ucap Lori Beer.

Kolaborasi JPMorgan Chase & Co dengan AWS

JPMorgan Chase berusaha memanfaatkan riwayat inovasi institusional untuk terus berevolusi dalam melakukan revolusi teknologi bisnis. Hal ini dilakukan dengan menetapkan kepemimpinan di bidang bisnis dan teknologi. Perusahaan memiliki visi untuk memiliki talenta terbaik dan menggunakan hybrid cloud, serta bekerja sama dengan perusahaan teknologi terdepan seperti AWS. Langkah ini dilakukan untuk menyajikan inovasi yang unik.

Baca juga: AWS Tekankan Kesadaran Akan Keamanan Cloud pada Transformasi Digital

Transformasi yang dilakukan bersama AWS dan praktik engineering modern. Contohnya adalah melakukan restrukturisasi aplikasi menjadi cloud native, meningkatkan penggunaan AI dan analitis. Semua ini dilakukan dengan aman. AWS membantu JPMorgan Chase & Co melalui perjalanan tersebut.

Layanan AWS yang digunakan JPMorgan Chase & Co

Perusahaan mendapatkan manfaat dari layanan dan kemampuan AWS. Pemahaman terhadap perusahaan, kemauan untuk berinovasi dan berkolaborasi pada inisiatif strategi utama. Kerja sama dilakukan dengan pendekatan yang unik. Hackaton dilakukan antara para teknisi AWS dan JPMorgan Chase & Co. Langkah ini dilakukan untuk menyusun ulang aplikasi dan melakukan migrasi beban kerja. Proses ini membantu dalam mengungkap masalah, memperoleh pengetahuan institusi dan meningkatkan kolaborasi.

Blue print yang berulang dikembangkan perusahaan untuk membantu pengembang menyusun aplikasi modern dalam lingkungan yang aman dan berulang. Proses ini dilakukan menggunakan layanan-layanan AWS. JPMorgan Chase & Co adalah perusahaan sistematis penting yang melayani klien. Berkolaborasi dengan AWS memungkinkan untuk melakukan dalam volume besar secara masif. Contohnya adalah Amazon EMR untuk analitis trading, atau AWS Lambda dan Amazon Elastic Kubernetes Service untuk menghitung risiko. Hal ini memungkinkan untuk berinovasi sehingga bisa mendahului pesaing.

Baca juga: Amazon EC2 G4ad Instance Andalkan GPU AMD untuk Tangani Grafis

Transformasi perusahaan membutuhkan banyak usaha. Tetapi JPMorgan Chase & Co membuka jalan bagi developer dan mempercepat adopsi. Komunitas developer perusahaan kini melakukan inovasi yang besar menggunakan AWS. Perusahaan juga terus melakukan migrasi beban kerja dan mendapatkan keuntungan dari kapabilitas platform.

Cara melakukan transformasi melalui kecerdasan buatan (AI) dan analitis lebih baik adalah dengan membina hubungan dengan klien. Banyaknya pengguna JPMorgan Chase & Co memberikan kesempatan untuk menggunakan analitis sehingga memberikan layanan lebih baik bagi mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan platform AI yang aman dan bisa melakukan eksperimen dengan sangat cepat.

JPMorgan Chase & Co pun membangun platform perusahaan yang luas, yaitu Omni AI di AWS menggunakan Amazon SageMaker untuk machine learning. Amazon SageMaker membantu membangun platform untuk menguji dan melatih algoritma Machine Learning secara cepat. Hal ini memungkinkan untuk melakukan eksperimen lebih banyak dengan data lebih banyak. Ini merupakan use case nyata untuk menyediakan nilai yang nyata.

Ilmuwan data perusahaan memanfaatkan platform Omni AI untuk mengembangkan kemampuan baru. Contohnya adalah memasukkan kemampuan natural language processing (NLP) untuk membuat interaksi dengan klien lebih terpersonalisasi. Pengujian model machine learning tingkat lanjutan untuk memperoleh pandangan risiko yang lebih komprehensif. Pelatihan dan rekomendasi bagi agen call center juga bisa dilakukan secara real-time sehingga mereka bisa melayani konsumen lebih baik.

Lori Beer, CIO JPMorgan Chase

Amazon SageMaker juga digunakan membuat model siklus pengembangan, mulai dari pelabelan data, ke pemilihan model, ke percobaan, ke pelayanan model. Keberhasilan perusahaan pada pengembangan model AWS telah mempengaruhi strategi pengelolaan data. Perusahaan kini berinvestasi pada teknologi warehouse data cloud pada Amazon RedShift. Hal ini dilakukan untuk mempermudah memperbesar kemampuan analitis pada lingkungan modern. Gabungan dari platform AI yang scalable dan AWS sebagai lingkungan komputasi yang elastis membantu mempercepat upaya perusahaan. Upaya ini adalah untuk melakukan analitis pada segala hal yang dikerjakan perusahaan.

JPMorgan Chase & Co adalah bisnis kepercayaan. Segala hal yang dilakukan perusahaan untuk memberikan manfaat bagi konsumen. Perusahaan memberikan inovasi baru dengan cara yang aman. Ini juga merupakan alasan berkolaborasi dengan AWS, untuk melindungi dan terus meningkatkan keamanan sistem. Adopsi pada teknologi yang dilakukan lebih gesit, lebih aman dan lebih efisien. Kerja sama dengan AWS dilakukan untuk melakukan reinvent dan membangun layanan finansial untuk masa depan.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email