Tips Bangkitkan UKM dengan Transformasi Digital yang Aman Tips Bangkitkan UKM dengan Transformasi Digital yang Aman ~ Teknogav.com

Tips Bangkitkan UKM dengan Transformasi Digital yang Aman

Teknogav.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih diberlakukan sebagai antisipasi pandemi yang masih melanda Indonesia. Usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia dan Asia Tenggara pun merasakan dampak tersebut.Padahal sektor UKM merupakan penopang beban dampak pandemi di Asia Tenggara. Lebih dari 80% UKM di Asia Tenggara mengalami penurunan pendaptan di awal Mei 2020. Sekitar 47% sektor UKM terpaksa menutup usahanya karena pandemi.

Keberadaan UKM di Indonesia memperkuat perekonomian nasional karena 60% pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia disumbangkan sektor tersebut. Sebesar 97% lapangan kerja pun diberikan oleh UKM.l. Transformasi digital menjadi andalan UKM untuk kembali bangkit. Demi mendukung UKM dalam mendukung transformasi digital dan ekonomi digital, pemerintah telah mengalokasikan dana Rp123,46 juta untuk membangun bisnis UKM. Bantuan dan skema ditawarkan pemerintah dan organisasi keuangan untuk membangkitkan sektor UKM agar dapat kembali maju.

Baca juga: Google dan Lazada Berkolaborasi Beri Kursus Pelatihan Gratis Bagi Penjual

Transformasi Digital UKM Membuka Celah Keamanan Siber

“Sayangnya ranah digital tidak sesederhanya yang dibayangkan. Transisi dari pembayaran secara fisik ke digital membuka celah bagi pelaku kejahatan siber, sehingga keamanan siber pun menjadi pendukung UKM. Laporan Kaspersky Security Network (KSN) mengungkap bahwa 31% pengguna Kaspersky di Indonesia hampir terinfeksi ancaman melalui web selama tahun 2020. Data Kaspersky memaparkan bahwa ada 34.516.232 usaha untuk melakukan kejahatan siber secara online. Angka tersebut menurun dari jumlah 39,882,148 pada tahun 2019,” ucap Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia.

/td>
Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia menjelaskan mengenai UKM dan digitalisasi

Pada tahun 2020, lebih dari 4,34 juta serangan ditujukan kepada pemilik bisnis. Angka tersebut meningkat 51% dari 2,87 juta ancaman ke pemilik bisnis pada tahun 2019. Di semester pertama tahun 2020, ada 406.229 usaha phishing yang dilakukan terhadap UKM. Angka tersebut meningkat 18,20% dibandingkan semester 1 tahun 2019 yang jumlahnya 343.686. Sebanyak 286.166 usaha ransomware yang menargetkan UKM telah berhasil diblokir di Indonesia selama semester pertama tahun 2020.

Baca juga: Solusi Berbasis Intelijen Jadi Tips Kaspersky Tangkal APT dan Ransomware

Beberapa ancaman web terbanyak di Asia Tenggara tahun 2020 mencakup malware, pengunduhan program tak disengaja, attachment berbahaya di email, dan ekstensi browser. Selain itu juga ada pengunduhan komponen berbahaya dan komunikasi C&C oleh malware lain. Produk Kaspersky telah berhasil mendeteksi 111.682.011 insiden lokal di komputer pengguna pada tahun 2020. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari 119.403.396 pada tahun 2019. 

Malware lokal tersebut disebarkan melalui perangkat yang bisa dilepas seperti flash disk, storage eksternal, CD, DVD dan lain-lain. Dari total ancaman tersebut, sebanyak 56,3% mengancam pengguna di Indonesia dan 20.260.000 ditujukan ke pengguna bisnis di Indonesia. Kendati ada penurunan jumlah ancaman, baik secara web maupun lokal dari tahun 2019 ke 2020, tetapi ancaman tetap harus diwaspadai. Ini karena tahun 2020 merupakan peralihan banyaknya aktivitas ke online. Risiko ancaman terhadap individu, UKM dan perusahaan sama berbahayanya.


Cara Mengatasi Ancaman Siber pada UKM

Indonesia menempati peringkat 4 secara global dalam hal ancaman ransomware. Laporan Kaspersky Security Network (KSN) mengungkapkan bahwa 31% pengguna Kaspersky di Indonesia hampir terinfeksi ancaman yang ditransmisikan melalui web. Data tersebut diambil selama periode Januari sampai Desember 2020.

Baca juga: Tips Tingkatkan Pertahanan Siber Bagi Institusi Keuangan

“Pengalaman kami menunjukkan bahwa teknologi adalah kunci bagi UKM untuk bertahan hidup. Kami memahami sepenuhnya bahwa pemotongan investas dilakukan para pemilik bisnis, tetapi perlu diperhatikan bahwa pelaku kejahatan siber bersembunyi di internet. Digitalisasi dengan mengutamakan keamanan siber akan selalu menjadi langkah terbaik dalam melindungi dan menjaga arus kas bisnis Anda,” ucap Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Demi mengatasi hal tersebut, maka UKM harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Teknologi merupakan pendamping dalam mengembangkan usaha, oleh karena itu gunakan dan juga beri pengamanan pada teknologi tersebut
  • Keamanan siber harus menjadi prioritas terlepas dari ukuran bisnis, sehingga perbarui dan tutup celah keamanan sistem perusahaan secara teratur. 
  • Kesadaran mengenai keamanan siber dasar dibutuhkan sehingga perlu edukasi mengenai kebiasaan online yang aman bagi karyawan dan dilakukan terus menerus
  • Lindungi data, aset dan nilai dengan cara membuat cadangan data penting dan memperbarui peralatan dan aplikasi TI secara rutin. Gunakan solusi antivirus pada seluruh perangkat dan solusi keamanan yang andal di perangkat yang menangani data perusahaan. 
  • Terapkan solusi keamanan siber yang tepat untuk setiap aspek operasi bisnis, baik yang berkaitan dengan perangkat keras maupun perangkat lunak. Kaspersky menyediakan solusi yang dirancang untuk UKM yang membantu konsumen untuk fokus pada bisnis dan menjaga arus kas. Gunakan solusi keamanan titik akhir khusus yang dilengkapi pengendalian web dan aplikasi pengendalian anomali. Pakai komponen pencegahan eksploitasi yang memantau dan memblokir kegiatan mencurigakan di jaringan perusahaan.
  • Gunakan teknologi yang sudah tersedia tanpa investasi tambahan dan keahlian teknis yang tinggi. Solusi keamanan terbarik dapat mempermudah pekerjaan departemen TI dan bukan sebaliknya. Kaspersky Endpoint Detection and Response Optimum (KEDRO) dapat melengkapi perlindungan titik akhir. Langkah tersebut dilakukan dengan memberikan visibilitas penuh dan kemampuan untuk menerapkan analisis akar penyebab. Solusi ini menyajikan pemahaman lengkap tentang status pertahanan perusahaan terhadap ancaman tingkat lanjut. Penggunaan KEDRO akan melindungi arus kas dan reputasi bisnis UKM.
Baca juga: Lima Tips Pertahankan Reputasi Online dengan Memastikan Keamanan Saat Online

Endpoint Security yang terintegrasi

UKM merupakan kelompok bisnis terbesar di Indonesia yang sudah terbukti berdiri kokoh menghadapi gejolak krisis ekonomi. Kendati demikian data dari Kominfo menunjukkan bahwa hanya sekitar 10-11 juta UKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Penerapan solusi KEDRO bisa membantu UKM bangkit dan menjalankan operasi secara online dengan aman. 

KEDRO dapat melakukan deteksi ancama menggunakan mekanisme deteksi tradisional dan cloud threat intelligence. Pada tingkat lanjutan, pendeteksian dilakukan menggunakan algoritma berbasis machine learning dan sandbox detection perilaku mencurigakan. Solusi ini bisa memberikan visibilitas ancaman tingkat lanjutan dengan memberikan rincian dan konteks pendeteksian dalam kartu insiden tunggal. Akar permasalahan bisa dianalisis dan juga melakukan pemindaian lintas endpoint

tampilan konsol web KSC KEDRO

Pengguna bisa memberikan respon dengan sekali klik untuk mencari ancaman dengan opsi respon cepat. Selain itu tersedia juga respon terautomasi yang akan memindai infrastruktur untuk IoCs ancaman yang teridentifikasi dengan respon terpilih yang diterapkan otomatis.

Kaspersky memberikan promo penggunaan solusi tersebut bagi pelanggan baru UKM dan yang sudah ada. Penawaran ini berlaku pada 10-999 node di seluruh wilayah sampai 31 Maret 2021. Penghematan  tersebut sebesar 33% untuk lisensi 1 tahun dan 40% untuk 3 tahun, informasi lebih lanjut mengenai promo ini dapat dilihat pada situs resmi Kaspersky.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email