Security Day 2023 Tekankan Pentingnya Keamanan Siber bagi Bisnis Security Day 2023 Tekankan Pentingnya Keamanan Siber bagi Bisnis ~ Teknogav.com

Security Day 2023 Tekankan Pentingnya Keamanan Siber bagi Bisnis

Teknogav.com – Ingram Micro menyelenggarakan Security Day 2023 di Shangri-La, Jakarta pada Selasa, 24 Oktober 2023. Tema yang diusung pada ajang tersebut adalah Cybershield 360, Safeguarding Your Business in the Digital Age. Di ajang ini digelar pemaparan dari para pembicara, diskusi panel dan juga pameran produk-produk dan layanan yang didistribusikan Ingram Micro. Salah satu narasumber adalah Ariandi Putra, Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia. Beliau memaparkan mengenai kondisi keamanan siber di Indonesia dan tindakan-tindakan yang telah dilakukan pemerintah terkait hal tersebut.

Security Day 2023 dibuka dengan kata sambutan dari Mulia Karnadi, Country Chief Executive, Indonesia, Ingram Micro. Beliau mengatakan bahwa seluruh enterprise hendaknya berkomitmen dalam keamanan siber demi memperkuat kelangsungan bisnis di masa depan. Hal ini penting di tengah era konektivitas yang tak mengenal batas. Seiring transformasi digital yang dilakukan seluruh sektor industri, maka isu keamanan siber merupakan hal yang serius. Sepanjang tahun 2023, BSSN telah berhasil melakukan deteksi 207 dugaan insiden data breach  di Indonesia. Lebih dari setengah, yaitu 55% dari total insiden tersebut diarahkan ke administrasi pemerintahan yang memang tujuan utamanya adalah data.

Baca juga: Ancaman Siber yang Menargetkan UMKM Indonesia Naik 83,18%

"Seiring dengan lanskap digital yang sangat dinamis yang didorong oleh pengadopsian teknologi terkini seperti Big Data, Cloud, Internet of Things, serta Kecerdasan Artifisial, data beserta analitiknya telah menjadi landasan kritikal bagi lahirnya keputusan-keputusan bisnis penting yang strategis. Sehingga, menjadi sangat jelas bahwa keamanan siber tidak lagi sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan mutlak bagi bisnis,” ucap Mulia Dewi Karnadi.

Solusi keamanan siber yang tepat bagi bisnis di berbagai industri dihadirkan Ingram Micro melalui pemahaman terhadap tantangan dan kebutuhan bisnis. Ingram Micro dapat menyediakan kepakaran tim dan portofolio solusi lengkap berkat kemitraan dengan berbagai brand TI dan keamanan siber. Saat ini sektor industri seperti layanan finansial, logistik, layanan kesehatan sampai manufaktur sedang menghadapi berbagai tantangan keamanan siber. Jika tak dikelola dan ditangani dengan tepat, tantangan-tantangan tersebut dapat berdampak serius pada reputasi, kepercayaan dan kelaikan terhadap regulasi.

Mulia Karnadi, Country Chief Executive, Indonesia, Ingram Micro

Baca juga: Palo Alto Networks Ungkap Peningkatan Risiko Keamanan Siber Bisnis

Berikut ini adalah serangkaian solusi yang ditawarkan Ingram Micro sesuai dengan sektor industri:

  • Solusi untuk memperkuat keamanan siber bagi layanan finansial mencakup Rapid7 InsightVM, Redhat Ansible dan Trellix Data Loss Prevention
  • Solusi mengatasi kerentanan sistem digital bagi sektor logistik mencakup Menlo Security dan Trellix CASB
  • Solusi keamanan sektor layanan kesehatan mencakup Arcserve yang dapat melindungi data pasien

Selain itu, sektor manufaktur juga harus melakukan langkah-langkah proaktif dan manajemen risiko yang baik. Upaya ini penting dilakukan agar dapat menghadapi ransomware dan kerentanan yang disebabkan penggunaan sistem yang sudah usang di sektor tersebut. Berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan manufaktur untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut:

  • meningkatkan kesadaran keamanan siber di antara karyawan
  • mengadopsi teknologi keamanan terkini
  • mengaudit dan memperbarui sistem secara teratur
  • menjalin kerjasama dengan mitra dalam rantai pasokan untuk memitigasi risiko

“Seiring dengan peraturan dan norma yang berubah, keamanan siber harus menjadi prioritas utama bagi perusahaan manufaktur di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kami di Ingram Micro, siap untuk menjadi mitra dalam menghadirkan solusinya,” ucap Mulia Dewi Karnadi.

Ariandi Putra, Juru Bicara BSSN

Berbagai industri yang hadir dalam acara ini dapat mengatur strategi untuk meningkatkan keamanan siber dan menjalin hubungan dengan para ahli. Mereka dapat menemukan solusi terkini untuk melindungi operasi dan reputasi di dunia yang saling terhubung. Para pakar di keamanan siber pun turut berbagi wawasan dan tips terkait keamanan siber.

Baca juga: Strategi Ketahanan Siber Jadi Fokus Diskusi di Virtus Showcase 2023

"Kesadaran merupakan kunci dalam merespons ancaman keamanan siber yang makin canggih saat ini. Makin kita sadar, maka kita makin mampu mempersiapkan diri dan mengadopsi platform keamanan siber yang canggih. Trellix merevolusi deteksi dan respons terhadap ancaman dengan platform yang paling komprehensif, terintegrasi, dan terbuka, serta intelijen ancaman yang dapat diimplementasikan, dan kecerdasan artifisial untuk mengoptimalkan Operasi Keamanan. Perusahaan dan tim keamanan sibernya dapat meminimalkan waktu respons terhadap ancaman dengan platform Trellix XDR. Mereka juga dapat mengurangi biaya dengan mengonsolidasi keamanan dan meningkatkan efisiensi,” ucap Hans Tanit, Country Manager Trellix di Indonesia.

Selain teknologi pengamanan dan proses, salah satu faktor utama yang menjadi celah dalam keamanan siber adalah manusia. Jadi edukasi dan peningkatan mengenai kesadaran akan keamanan siber penting. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus berupaya melakukan edukasi ke masyarakat luas terkait keamanan siber ini. Kini keamanan siber tak hanya dibahas di forum khusus, tetapi juga di berbagai platform media sosisial. BSSN melakukan sosialisasi ini di berbagai platform media sosial, termasuk di TikTok. Ajang Security Day 2023 juga penting dalam memperluas wawasan dan memeberikan solusi terkait keamanan siber.

"Kolaborasi dan inovasi dalam keamanan siber penting, karena BSSN tidak bisa bergerak sendiri. Semua pihak, termasuk penyelenggara negara, pelaku usaha, akademisi dan komunitas harus ikut mendukung hal ini. Hal ini merupakan strategi ekonosistem industri keamanan siber yang melibatkan Quad Helix sebagai manifestasi. Keamanan siber harus bisa diwujudkan menuju Indonesia Emas 2045," ucap Ariandi Putra, Juru Bicara BSSN.

Share:

Artikel Terkini