Sennheiser e 835 S, Mikrofon Kardioid Dinamik untuk Pro Audio Sennheiser e 835 S, Mikrofon Kardioid Dinamik untuk Pro Audio ~ Teknogav.com

Sennheiser e 835 S, Mikrofon Kardioid Dinamik untuk Pro Audio

Teknogav.com - Sennheiser e 835 S adalah mikrofon kardioid dinamik yang ditujukan untuk keperluan perekamanan rumahan, semi-pro studio dan pertunjukan langsung. Mikrofon kardioid memiliki tanggapan yang hampir seragam di sepanjang sudut 180 derajat di dapan dan tanggapan minimum di belakang. Tanggapan suara terarah yang berbentuk kardioid atau kurva berbentuk jantung ini menjadikan mikrofon cocok untuk pemakaian di panggung atau mikrofon jarak dekat. Karakter mikrofon ini memblokir kebocoran dan suara yang tak diinginkan.

Kotak mikrofon ini didominasi warna biru yang dipadukan dengan warna putih. Ketika kotak dibuka, di dalamnya terdapat penjepit mikrofon MZQ 800, kantong penyimpan mikrofon beresleting, unit mikrofon, dan panduan penggunaan. Desain mikrofon terlihat sederhana dengan warna hitam polos yang disematkan sakelar untuk menyalakan dan mematikan mikrofon. Huruf S pada tipe ini menandakan keberadaan sakelar tersebut, sedangkan model tanpa S tidak menggunakan sakelar. 

Baca juga: Fokus pada Pro Audio, Sennheiser Bidik Lima Segmen Ini

isi kotak paket pembelian Sennheiser e 835 S

Bobot mikrofon cukup ringan hanya 330 gram, dimensinya kecil dengan diameter 48 mm yang membuatnya nyaman digenggam tangan. Panjang mikrofon ini 180,5 mm. Bodi mikrofon ini terbuat dari logam dan pada bagian atas terdapat kisi-kisi logam hitam yang kuat. Kisi-kisi ini bisa dicopot dan dilepas busanya untuk dibersihkan atau diganti. Di dalam mikrofon terdapat koil untuk menyingkirkan dengungan elektromagnetik sehingga memastikan sinyal yang bersih. Suspensi selubung elastis berfungsi untuk menyekat kebisingan sehingga tidak ada suara yang mengganggu.

Pada bagian bawah mikrofon, terdapat port XLR untuk menyambungkan mikrofon dengan kabel yang memiliki port sesuai. Port tersebut dapat dihubungkan dengan antarmuka audio atau mixer menggunakan kabel XLR yang biasa digunakan pada peralatan studio profesional.

Baca juga: Sennheiser XS Wireless IEM, Sistem In-ear Monitoring bagi Musisi Profesional

port XLR male di bagian bawah Sennheiser e 835 S

Layaknya mikrofon dinamik lain, Sennheiser e 835 S menggunakan pola pengambilan suara berbentuk kardioid atau jantung. Suara diambil dari depan dan menolak suara dari belakang dan saming, sehingga cocok untuk digunakan di panggung untuk menyekat suara vokal dari instrumen berisik lain. Biasanya mikrofon  kardioid ini cocok untuk vokalis utama yang dirancang untuk berkinerja di bawah tekanan. Pola pengambilan frekuensi yang seragam menjaga kualitas sinyal saat bergerak di pertunjukkan.

Pola kardioid ini juga cook untuk studio rumahan yang akustiknya kurang ideal. Suara vokalis akan diambil dari depan mikrofon sambil menolak suara ruangan. Suara jauh yang tak diinginkan seperti motor atau penjaja keliling yang lewat tidak ikut diambil oleh mikrofon ini.

Sennheiser e 835 S

Tanggapan frekuensi Sennheiser e 835 S berada di rentang 40 Hz sampai 16 kHz yang cukup lebar dan cocok untuk vokal pria atau wanita. Jika dibandingkan dengan mikrofon kondenser, maka e 835 S sebagai mikrofon dinamik memiliki kepekaan yang rendah yang bagus untuk menyekat suara yang diambil. Layaknya mikrofon profesional, impedansi keluaran e 835 S rendah dengan nominal 350 Ω. Impedansi nominal ini berkinerja baik untuk kabel panjang dan tidak terlalu rentan akan gangguan eksternal.

Kemampuan vokal pada e 835 S dapat benar-benar memotong mix tanpa bergantung pada penyesuaiannya equalizer. Suara yang terdengar jelas dan tajam, hadir secara penuh, tetapi tidak kasar. Kemampuan mikrofon ini cocok untuk pidato dan vokal sehingga terdengar jelas dan jernih. Suara terdengar alami tidak menggelegar dalam jarak dekat. Pola kurva kardioid mencegah adanya umpan balik atau feedback, bahkan di tingkat volume yang layak.

Baca juga: Serangkaian Perangkat EW-DX dari Sennheiser Sajikan Live Audio Berkualitas 

Ketika mikrofon dipegang dekat mulut, maka suara yang dihasilkan bisa sangat berbeda. Vokalis profesional selalu menempatkan ulang mikrofon mereka untuk mengubah warna dan menambah ekspresi pada penampilan mereka. Ketika ada instrumen lain yang dekat, sebaiknnya menyanyi atau bicara langsung ke arah mikrofon. Upaya ini akan menambah bass pada suara yang dihasilkan dari efek kedekatan. Efek ini biasa digunakan penyiar radio untuk memberikan suara yang sangat dalam. 

Jika ingin mendapatkan suara yang lebih alami dan imbang, genggam mikrofon dalam jarak antara 5-10 cm dari mulut. Posisi ini akan mengurangi efek proximity. Mikrofon pun akan mengambil lebih banyak suara dalam instrumen-instrumen lain dan akustik dalam ruangan. Jika ingi mendapatkan lebih banyak suara ruangan dan instrumen di sekitar, maka pegang mikrofon dengan jarak 10 cm atau lebih dari mulut. Posisi ini juga bagus untuk nada-nada keras mendadak atau nada panjang.

Harga yang dibanderol pada Sennheiser e 835 S berada di kisaran Rp1,8 juta sampai Rp2 juta. Pembelian dapat dilakukan melalui beberapa marketplace berikut ini:

https://invol.co/clvfba
Klik untuk membeli Sennheiser e 835 S di Blibli
Klik untuk membeli Sennheiser e 835 S di Tokopedia
Klik untuk membeli Sennheiser e 835 S di Shopee

Spesifikasi Sennheiser e 835 S

Prinsip transduser: Dinamik
Tanggapan Frekuensi: 40-16.000 Hz
Impedansi Nominal: 350 Ω
Impedansi terminating minimal 1000 ohm
Dimensi: Ø 48 x 180 mm
Tinggi: 80 mm
Panjang: 260 mm
Bobot: 330 gram

Share:

Artikel Terkini