
Teknogav.com – Film ‘Death Whisperer 3’ memiliki cerita yang masih berkutat mengenai hantu yang mengganggu keluarga Yak. Namun, film ‘Death Whisperer 3’ digarap oleh sutradara yang berbeda, yaitu Narit Yuvaboon yang menjadi produser pada dua film sebelumnya. Sedangkan film ‘Death Whisperer’ dan ‘Death Whisperer 2’ disutradarai oleh Taweewat Wantha. Jika film ‘Death Whisperer 3’ dibandingkan dengan dua film sebelumnya, audio yang digunakan pada film ini terdengar lebih epik. Gaya audio orkestra epik pada film ini mirip dengan yang biasa didengar dalam film-film heroik seperti Star Wars dan Hercules.
Baca juga: The Strangers: Chapter 2, Penuh Suspense dan Bikin Gregetan
Film pertama ‘Death Whisperer’ berlatarkan tahun 1972, saat itu kakak beradik Yak terdiri dari enam bersaudara. Saat itu, Yak berusaha menyelamatkan salah satu adik perempuannya, Yam (Mim Rattawadee Wongthong). Lanjut ke ‘Death Whisperer 2’ yang berlatarkan tahun 1975, Yak berusaha balas dendam ke hantu yang telah merenggut Yaem. Di film itu juga, adik perempuan Yak yang lain, yaitu Yad (Jelilcha Kapuan) bertunangan dengan seorang pria.
Kini, pada ‘Death Whisperer 3’, Yak kembali harus berjuang menyelamatkan Yeedan adik-adiknya yang lain. Selama perjalanan, hantu demi hantu harus dihadapi bersama dengan teman seperjalanannya. Hantu-hantu bermunculan di berbagai medan yang dilalui, baik di darat maupun di bawah perairan.
Saat ingin memasuki hutan yang sakral, Yak ditemani oleh dua penduduk lokal. Mereka adalah Yakhin (Chermawee Suwanpanuchoke) dan Kongmu (Gap Jakarin Phuribat). Dari sini juga dapat dipelajari bahwa saat berada di pelosok, sebaiknya mengikuti nasihat penduduk lokal dan adat istiadat yang dianut.
![]() |
| Kongmu dan Yakhin |
Baca juga: Tharae: The Exorcist, Ketika Setan Bikin Pastor dan Dukun Kewalahan
Kekhasan kisah horor di hutan, di mana ketika lengah sedikit maka akan kehilangan jejak teman seperjalanan juga disajikan film ini. Demikian juga adegan-adegan hantu yang menyamar sebagai orang yang dikenal layaknya film horor Indonesia pun dimunculkan dalam film ini. Bedanya, pada film horor Thailand ini, pencahayaan tidak didominasi nuansa suram, bahkan banyak tampilan visual yang terlihat cukup cerah. Efek kaget pada film ini lebih ditekankan pada audio yang terdengar begitu menghentak-hentak.
Para pemeran enam bersaudara keluarga Yak juga masih sama, bahkan Yam yang sudah tiada tetap ditampilkan kembali dalam film ini. Ketampanan dan kecantikan para pemeran enam bersaudara ini juga memiliki nilai jual tersendiri. Kedua penduduk setempat, Yakhin dan Kongmu juga memiliki daya tarik tersendiri dengan kostum khas orang pedalaman dan senjatanya.
.png)
Baca juga: Film ‘Dracula: A Love Tale’, Kisah Cinta Abadi Seorang Suami
Alur cerita dalam film ini didukung oleh beberapa kilas balik, layaknya di dua film sebelumnya. Kilas balik tersebut menampilkan sejarah yang menjelaskan asal usul hantu yang sedang dihadapi dan rekam jejaknya. Kisah hantu tersebut termasuk saat kemunculan awal, ditaklukkan dan dibangkitkan kembali. Biasanya akan mundur ke puluhan tahun sebelumnya di masa perang. Hal ini juga selaras dengan Yak yang memang pernah berprofesi sebagai tentara.
.png)
Dari film ini, kita juga belajar bahwa Asia Tenggara memiliki ciri khas yang sama dari segi tradisi dan budaya. Selain pemuka agama dari agama mayoritas yang berusaha menyelamatkan dari roh jahat, juga ada para dukun yang mempraktikkan klenik. Terkadang para dukun tersebut melakukan pemujaan demi keuntungan sendiri, atau bahkan memperoleh hidup yang kekal bersama dengan warga tempatnya tinggal.
Penasaran dengan kelanjutan kisah Yak dengan iringan audio yang begitu epik? Yuk saksikan Film ‘Death Whisperer 3’ yang akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2025. Jangan buru-buru meninggalkan studio saat film selesai, karena ada after credit scene juga dalam film ini.


.png)




