Film Horor ‘Sukma’ Jadikan Cermin sebagai Alat Teleportasi Antar-Dunia Film Horor ‘Sukma’ Jadikan Cermin sebagai Alat Teleportasi Antar-Dunia ~ Teknogav.com

Film Horor ‘Sukma’ Jadikan Cermin sebagai Alat Teleportasi Antar-Dunia



Teknogav.com – Baim Wong kembali menghadirkan film horor terkininya, yaitu Sukma yang akan tayang di bioskop mulai 11 September 2025. Film bernuansa misteri ini menggambarkan betapa rumah tua memiliki banyak cerita dan rahasia yang tersimpan. Keluarga demi keluarga silih berganti menempati tempat tersebut, Arini (diperankan Luna Maya) bersama keluarganya menjadi penghuni terkini.

Kepindahan Arini ke kota kecil tersebut untuk memulai hidup baru dengan suami keduanya setelah berpisah dengan suami pertama. Serangkaian keanehan demi keanehan muncul di rumah tua yang ditempatinya tersebut. Salah satunya pada cermin kuno yang semula disimpan di ruang rahasia. Suara dan penampakan membangkitkan kecemasan pada Arini akan keselamatan diri dan keluarganya. Seiring berjalannya waktu, Arini harus dapat mengungkap masa lalu dan misteri cermin tersebut.

Film Sukma merupakan film dengan genre horor yang memadukan unsur jumpscare dengan adegan-adegan drama dari para pemeran kawakan. Tema menarik mengenai kecantikan dan keabadian yang banyak didamba orang diangkat dalam ilm ini. Cermin dijadikan simbol sebagai refleksi garis antara keabadian dan ketidaksempurnaan. 

“Menyeimbangkan antara sisi komersial dan idealisme karya di film ini benar-benar saya jaga. Sebagai horor, tentu tetap akan ada jumpscare. Namun, film Sukma lebih dari itu, ada kisah yang kompleks, tentang kecantikan dan keabadian yang menjadi keresahan,” ucap Baim Wong, penulis skenario, produser dan sutradara film ‘Sukma’.

Baim Wong, penulis skenario, produser dan sutradara film ‘Sukma’

Baim juga mengungkapkan bahwa kisah cinta dalam film ini akan membuat penonton terkejut. Elemen Cermin digunakan Baim dalam film ini sebagai penyambung. Kehadiran cermin tersebut memungkinkan untuk dapat berpindah ke dunia lain atau sebagai alat teleportasi. Dunia tersebut tempat para arwah yang telah dikorbankan untuk ambisi keabadian semata dan tempat untuk melakukan ritual. Menurut Baim, adegan-adegan dalam film ini akan membuat penonton reflek kaget. 

Luna Maya, pemeran Arini dalam film 'Sukma'

Pada film ini, Baim Wong juga menantang Luna Maya untuk tidak menggunakan tata rias demi kebutuhan peran. Ini adalah kerja sama Luna Maya pertama dalam film yang disutradarai Baim Wong. Menurut Luna, film ini juga membahas isu yang dekat dengan perempuan.

“Karakter Arini kompleks. Saya percaya Baim karena juga aktor, dan Baim ngepush untuk bisa beda. Sebagai yang bekerja di industri showbiz, pressure untuk perempuan tetang awet muda itu ada. Selalu saja ada komentar tentang fisik dan segala macam dari warganet. Namun, menurutku, di film Sukma ada alasan lain di balik karakter Ibu Sri yang memiliki obsesi untuk menjadi muda, itu yang akan menjadi misteri,” ucap Luna Maya.

Karakter Sri diperankan oleh Chistine Hakim yang juga ikut menentukan perkembangan skenario di film ini. Menurut Christine Hakim, syuting film ‘Sukma’ mendorongnya untuk keluar dari zona nyaman.

Christine Hakim, pemeran Ibu Sri dalam film 'Sukma'

“Syuting film Sukma adalah salah satu yang paling berat bagi saya. Ada battle scene sampai di gua juga. Ada adegan yang menurut saya juga akan sangat mengejutkan untuk penonton saat menyaksikannya. Tentunya ada banyak tantangan, yang tanpa perlindungan Tuhan, saya mungkin tidak berani ambil risiko saat proses syutingnya. Harus berani keluar dari zona nyaman dengan risiko yang berat,” ucap Christine Hakim.

Adegan yang intens antara Hendra (Fedi Nuril) dan Pram (Oka Antara) juga akan disajikan dalam film ini. Ketika misteri perlahan mulai terkuak, keduanya terlibat dalam adegan perkelahian. Oka Antara telah mempercayai visi Baim Wong sejak awal. Di film ini, Oka berperan sebagai Pram yang merupakan suami kedua Arini. Sebelumnya, Oka Antara juga telah terlibat dalam film Lembayung garapan Baim Wong. Menurut Oka, Baim naik kelas dalam film Sukma.

Baca juga: Film Horor ‘Lembayung’ Angkat Kisah Dua Sahabat yang Viral di X  

“Awal Baim menawarkan peran Pram di akhir tahun lalu. Butuh keberanian bagi Baim untuk bisa menggali karakter Pram dengan sangat baik dan dalam,” ucap Oka.

Oka Antara, pemeran Pram; dan Fedi Nuril, pemeran Hendra dalam film 'Sukma'

Film ‘Sukma’ juga menjadi penampilan pertama Fedi Nuril di film Horor. Karakter Hendra, suami pertama Arini di film ini merupakan pengidap gangguan mental skizofrenia. Fedi mengatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan waktu lama untuk menyetujui penawaran proyek dari Baim. Menurut Fedi, Baim memiliki idealisme dan metode sendiri. 

“Sebenarnya saya tidak anti film horor, tetapi selama ini belum dapat skrip yang pas. Karakter Hendra di film ini challenging, sehingga film Sukma tidak sekadar horor yang menngandalkan jump scare, tetapi ada filosofinya. Menjaga karakter juga menantang, di mana pengidap skizofernia bisa melihat sendiri yang tidak bisa dilihat orang lain. Di film ini ada haluniasi lewat dan juga penampakan,” ucap Fedi Nuril.
Menurut Fedi, rasa takut timbul karena adanya imajinasi yang bermain di tempat anker dan gelatp. Karakter Hendra menantang karena Fedi harus melatih melihat sesuatu yang menakutkan.

Baca juga: Film Hanya Namamu dalam Doaku Tekankan Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga 

“Ketika membaca naskah Sukma, saya suka dan tertarik. Baim tidak perlu merayu dengan keras ke saya untuk bergabung di film ini. Belum lagi, karakter saya menuntut tantangan lebih. Saya harus riset dengan psikiater untuk mengetahui apa saja yang terjadi dengan orang yang mengalami skizofrenia, serta gejala-gejalanya dan cara mereka hidup,” ucap Fedi Nuril. 

Para pemeran lain yang terlibat dalam film Suka mencakup Amanda Soekasah, Anna Jobling, Asri Welas, Dazeline Reynand, Kimberly Ryder, Kenzo Eldrago Wong, Kiano Tiger Wong, dan Khrishna Keitaro.

Share:

Artikel Terkini