Film ‘Suka Duka Tawa’ Jadi Ruang Refleksi dengan Tertawakan Luka Film ‘Suka Duka Tawa’ Jadi Ruang Refleksi dengan Tertawakan Luka ~ Teknogav.com

Film ‘Suka Duka Tawa’ Jadi Ruang Refleksi dengan Tertawakan Luka



Teknogav.com – Film ‘Suka Duka Tawa’ merupakan film drama komedi keluarga persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image. Kehadiran film akan menjadi ruang refleksi dengan menertawakan luka-luka dalam kehidupan yang belum selesai. Pendekatan yang sangat personal dihadirkan sutradara Aco Tenriyagelli melalui gagasan ‘menertawakan luka dengan tawa’.

Ini merupakan film panjang perdana karya sutradara Aco Tenriyagelli. Film ini diproduseri oleh Tersi Eva Ranti, Ajish Dibyo, dan Ajeng Prameswari sebagai produser eksekutif,

“Rekam jejak Aco lewat film pendek, video musik, hingga serial menunjukkan karakter karyanya yang kuat dan berbeda. Film ini menunjukkan kepekaannya dalam bercerita memberi ruang bagi penonton untuk tertawa, terharu, dan merefleksikan luka masing-masing,” ucap Tersi Eva Ranti.

Tersi Eva Ranti, produser film Suka Duka Tawa

Baca juga: Angkat Kisah Lokal dan Pop Culture, Visinema Luncurkan BION Studios

Antusiasme kolaborasi antara sutradara dan produser juga diungkapkan oleh Ajish Dibyo yang sudah lama berkolaborasi dengan Aco. Menurutnya, ada dua hal yang disukai dari Aco. Pertama adalah cara menyampaikan visi, dan kedua adalah kemampuan untuk mengelola hal yang perlu digali. 

“Saya sudah lama berkolaborasi dengan Aco, dan sangat senang bisa kembali bekerja sama di film panjang pertamanya dengan dukungan BION Studios. Ini menjadi milestone penting, bukan hanya bagi Aco, tapi juga bagi saya, karena sejak awal berproses bersama kami memang memimpikan debut film panjang ini. Lewat Suka Duka Tawa, Aco menunjukkan pendewasaan yang kuat sebagai pembuat film,” ucap Ajish Dibyo. 

Ajish Dibyo, produser film Suka Duka Tawa

Soundtrack film ini tak sekadar mengiringi, tetapi juga menyajikan pengalaman emosional yang kuat. Penyajian soundtrack tersebut mencerminkan kedekatan Aco Tenriyagelli dengan musik. Karya The Adams menjadi salah satu yang dihadirkannya dalam film bersama serangkaian soundtrack lain yang membangun suasana relektif dan nostalgia.

“Lewat film panjang pertama ini, saya ingin bercerita tentang bagaimana luka bisa diolah lewat komedi. Dunia stand-up comedy terasa representatif. Menurut saya, Tawa mewakili banyak anak yang tumbuh dengan kehilangan sosok ayah. Harapannya, film ini bisa menghadirkan momen yang personal dan membuat penonton tertawa dan terharu di saat yang bersamaan,” ucap Aco Tenriyagelli, sutradara film ‘Suka Duka Tawa’.

Aco Tenriyagelli, sutradara film ‘Suka Duka Tawa

Aco juga mengungkapkan bahwa saat membuat film ini tidak ingin membuat sedih, tetapi ingin menghadirkan Tawa dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca juga:  Film “Patah Hati yang Kupilih” Kisahkan Agama sebagai Penghalang Cinta 

Pemutaran perdana film ‘Suka Duka Tawa’ digelar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) yang mendapat respons positif dari penontonnya. Antusiasme tinggi pun dirasakan pada sesi mendadak screening di Depok yang menunjukkan kedekatan emosional film ini dengan penonton.

Film ini menceritakan kisah hidup Tawa (Rachel Amanda) yang menghadapi luka masa kecil saat beranjak dewasa. Penonton diajak merefleksikan makna memaafkan dan tumbuh bersama luka yang pernah dialami melalui film ini. Chemistry antara Tawa dan sahabat-sahabat stand-up yang terus mendukungnya terasa kuat. Nuansa komedi dihidupkan lingkup persahabatan yang terdiri dari Adin (Enzy Storia), Fachri (Gilang Bhaskara), Iyas (Bintang Emon), Rais (Arif Brata). 

“Karakter Iyas dalam film ini menjadi support system Tawa yang terlalu mantap. Saya sendiri ingin memiliki teman seperti Iyas. Salah satu quote ucapan Iyas adalah jangan ditanggung semua sendirian, ada kita di sini,” ucap Bintang Emon.

Bintang Emon, pemeran Iyas dalam film Suka Duka Tawa

Selain itu, film ini juga menghadirkan Abdel Achrian, Nazira C. Noer dan Mang Saswi sebagai teman-teman grup lawak ayah Tawa. Kehadiran mereka menambah warna komedi dengan pendekatan berbeda. 

Seperti biasa, akting aktor watak Teuku Rifnu Wikana yang memerankan Hasan atau Keset yang merupakan ayah Tawa begitu berkualitas. Kekuatan aktingnya diimbangi oleh Marissa Anita yang memerankan Indah atau Ibu Cantik yang merupakan ibu dari Tawa. Interaksi Tawa dengan ayah dan ibunya menghadirkan drama keluarga yang membumi. Film ini dapat menggambarkan relasi orang tua dan anak yang penuh kesalahpahaman, rasa bersalah dan kasih sayang yang sulit terucap.

Baca juga: Film Hanya Namamu dalam Doaku Tekankan Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga 

Rachel Amanda, pemeran Tawa dalam film Suka Duka Tawa

“Di film ini, aku bisa berempati dengan apa yang dialami Tawa, tapi juga mencoba memahami posisi ayahnya, Keset. Semua karakter membawa emosi yang sangat manusiawi; dari marah, kecewa, dendam, sampai ke titik mencoba membuka pintu maaf. Aku berharap penonton tidak hanya terhibur, tapi juga keluar bioskop dengan perasaan yang berbeda setelah menonton,” ucap Rachel Amanda. 

Share:

Artikel Terkini