Laporan Epson-IDC Ungkap Peran Teknologi Digital Dye-Sublimation di Industri Tekstil Laporan Epson-IDC Ungkap Peran Teknologi Digital Dye-Sublimation di Industri Tekstil ~ Teknogav.com

Laporan Epson-IDC Ungkap Peran Teknologi Digital Dye-Sublimation di Industri Tekstil



Teknogav.com
– Teknologi digital dye-sublimation berperan penting dalam mempercepat transformasi industri cetak tekstil di Asia Tenggara. Hal ini diungkapkan dalam laporan Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth. Whitepaper terkini tersebut disusun oleh Epson bersama dengan International Data Corporation (IDC). Laporan tersebut disusun berdasarkan survei regional terhadap pemilik dan pengambil keputusan perusahaan cetak tekstil di Indonesia, Filipina dan Thailand.

Peningkatan Permintaan Kustomisasi dan Keberlanjutan

Seiring kian tingginya tuntutan pelanggan, tekanan ekonomi dan keberlanjutan, pelaku industri pun beralih ke solusi digital untuk mempertahankan daya saing. Keberlanjutan menjadi prioritas strategis yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesehatan pekerja, sehingga memicu peningkatan operasional industri. 

Baca juga: Printer Dye Sublimation Epson SureColor F9530 Tingkatkan Efisiensi Operasional

Solusi tekstil yang bisa dikustomisasi dan ramah lingkungan kian diminati di Asia Tenggara. Hal ini memicu peningkatan pengiriman printer digital dye-sublimation yang tinggi di Asia Pasifik. Pada 2017, pengiriman tersebut kurang dari 1.500 unit, dengan proyeksi IDC meningkat menjadi lebih dari 3.000 unit pada akhir 2025.

Kini penyedia layanan cetak menghadapi permintaan tinggi akan daya tahan produk, kualitas cetak superior dan waktu produksi lebih cepat. Adopsi teknologi dye-sublimation dengan alasan utama efisiensi biaya untuk produksi skala kecil dan kustomisasi diungkapkan 44% responden. Teknologi dye-sublimation dianggap dapat menghasilkan warna cerah dengan berbagai desain berbeda, bahkan untuk produksi satuan. 

Peluang Tumbuh Sampai 8 Kali Lipat

Perusahaan yang berinvestasi pada digital dye-sublimation mencatat pertumbuhan pendapatan delapan kali lebih cepat dibandingkan perusahaan yang menggunakan metode sablon konvensional. Selama periode 24 bulan, rata-rata pertumbuhan mencapai 8,4%, dibandingkan sedikit di atas 1% pada metode tradisional.

Baca juga: Epson SureColor G6030, Printer Direct-to-Film yang Efisien untuk Produk Pakaian  

Teknologi dye-sublimation memungkinkan produksi skala kecil dan sesuai permintaan, berbeda dengan sablon yang perlu mencetak dalam jumlah minimum yang besar. Pencetakan juga bisa dilakukan untuk medium berukuran kecil seperti label dan tag tekstil, tidak harus gulungan kain. Keleluasaan ini memungkinkan pencetakan berbagai desain dalam satu batch tanpa mengorbankan efisiensi dan biaya. Hasilnya, 60% penyedia layanan cetak berhasil memperluas segmen pelanggan ke penyelenggara acara, pemilik merek, hingga desainer kain.

Dorongan Tren Gaya Hidup Aktif

Peluang untuk memperluas pasar ke sektor yang bernilai tinggi seperti sportswear (81%), homeware (36%) dan dan footwear (33%).menjadi lebih terbuka. Peningkatan kegiatan luar ruang seperti maraton dan hiking di Asia Tenggara juga memicu permintaan apparel kustom untuk kebutuhan acara. Permintaan ini terutama untuk produk berbahan polyester yang ideal untuk teknologi dye-sublimation. Sejumlah 52% responden mengaku mengalami peningkatan pengalaman pelanggan berkat waktu produksi yang lebih cepat dan kemampuan menghasilkan desain kustom kompleks. Keandalan tersebut sulit ditandingi metode sablon tradisional.

Kian Menguatnya Komitmen Berkelanjutan

Laporan Epson juga menekankan cara teknologi digital dye-sublimation mendukung strategi keberlanjutan industri. Hal ini seiring makin kuatnya Asia Tenggara sebagai pusat produksi tekstil global. Tujuh dari sepuluh penyedia layanan cetak menyatakan keberlanjutan sebagai prioritas bisnis, bahkan ketika pelanggan belum menjadikannya sebagai syarat pembelian. Pada perusahaan yang sepenuhnya menggunakan teknologi digital dye-sublimation, angka ini meningkat menjadi 88%. Namun, hanya sepertiga dari jumlah responden yang meyakini pelanggan memiliki tingkat kepedulian yang sama. Angka tersebut menunjukkan perlunya komunikasi dan edukasi yang lebih kuat antara penyedia teknologi, asosiasi industri, dan pelanggan.

Baca juga: Epson SureColor, Printer Tekstil dengan Opsi Tinta Warna Beragam

Mengurangi Limbah dan Meningkatkan Keamanan Kerja

Selain mendorong pertumbuhan (49%) dan mengurangi dampak lingkungan (24%), praktik pencetakan berkelanjutan juga memberikan peningkatan operasional nyata. Digital dye-sublimation lebih ramah lingkungan secara inheren dibandingkan dengan sablon tradisional yang perlu banyak air dan tinta berbahan kimia keras. Sejumlah 33% pengguna teknologi tersebut mengalami peningkatan keselamatan kerja karena berkurangnya kontak langsung dengan tinta kimia dan paparan emisi berbahaya. Perpaduan tanggung jawab lingkungan, efisiensi biaya dan peningkatan kesehatan kerja menjadikan dye-sublimation sebagai teknologi transformatif bagi masa depan industri cetak Asia Tenggara.

“Meski terdapat momentum kuat menuju pencetakan berkelanjutan, riset ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ambisi penyedia layanan dan prioritas pelanggan. Hal ini membuka peluang bagi pemimpin teknologi seperti Epson lebih efektif mengkomunikasikan manfaat bisnis, lingkungan, dan kesehatan dari praktik berkelanjutan,” ucap Lina Mariani, Head of Vertical Business Epson Indonesia.
Menurutnya, digital dye-sublimation ramah lingkungan, hemat energi, mengurangi paparan bahan kimia bagi pekerja, dan membuka peluang pasar bernilai tinggi. Epson berupaya memberdayakan industri cetak Asia Tenggara yang lebih bersaing dan berkelanjutan melalui kemitraan dan integrasi teknologi hemat energi.

Share:

Artikel Terkini