
Teknogav.com – Film Project Y merupakan film neo-noir asal Korea Selatan dengan dua pemeran utama perempuan yang mengalami keterpurukan akibat penipuan. Kedua perempuan tokoh utama tersebut diperankan oleh Han So-hee dan Jeon Jong-seo yang berperan sebagai Mi-seon dan Do-gyeong. Chemistry kedua pemeran utama tersebut terlihat menonjol dan mengalir alami. Ritme film yang disutradari oleh Hwan Lee ini terasa intens, tetapi terkadang tidak merata. Adegan perencanaan yang cukup rapi dan tenang bisa tiba-tiba beralih ke ledakan kekerasan.
Baca juga: Film Wildcat, Plot Sederhana Pamerkan Aksi Laga Kate Beckinsale
Alur film Project Y ini dibangun sebagai thriller neo-noir dengan pengenalan kehidupan keras kedua tokoh utama. Keterpurukan demi keterpurukan dialami kedua tokoh utama, mulai dari penipuan real-estate sampai kemenangan uang hasil judi yang tidak bisa ditarik. Mereka hanya ingin memulai kembali dan menjalani hidup norlam, tetapi keberuntungan selalu menjauhi mereka, seberapa keras pun mereka berusaha. Terjepit dalam situasi kepepet, mereka pun merencanakan aksi perampokan di kawasan kaya dan penuh korupsi. Sayangnya, sasaran perampokan mereka bukan orang sembarangan, sehingga harus menghadapi konsekuensi berat yaitu berhadapan dengan mafia keji.

Baca juga: Film “Now You See Me: Now You Don’t” Padukan Sulap dengan Teknologi Canggih
![]() |
| Han Sho-hee sebagai Mi-seon |
Para penjahat dalam cerita ini sebagian besar adalah laki-laki serakah yang memiliki kekurangan dan sifat tercela. Akting mereka secara keseluruhan cukup solid sehingga memberi nilai tambah pada alur cerita. Adegan adegan aksi dan perampokan dalam film disajikan dengan intensitas tinggi, sehingga cukup memuaskan bagi yang mencari adrenalin dan estetika neo-noir. Namun, jika berharap pada konsistensi naratif, mungkin sensasi hiburannya agak kurang.
Tata suara pada film Project Y dapat mempertegas ketegangan dengan jeda-jeda sunyi sebelum ledakan aksi, bass yang menekan adegan perencanaan. Nuansa urban modern dihadirkan melalui musik elektronik dan ambient. Visual film ini juga terjaga dengan komposisi frame yang rapi, palet warna kontras antara kilau Gangnam dan sudut gelap tokoh. Estetika neo-noir juga diperkuat dengan menggunaan cahaya neon. Ekspresi tokoh juga ditonjolkan dengan pengambilan gambar sudut dekat. Sedangkan kesejangan sosial di latar kota ditampilkan dengan format lebar.
![]() |
| Jeon Jong-seo sebagai Do-gyeong |
Ketimpangan ekonomi dan korupsi yang memicu orang biasa melakukan tindakan ekstrem ditekankan dalam film ini. Film ini tidak membenarkan kriminalitas, tetapi memberi peringatan, bahwa ketika sistem gagal melindungi yang lemah, maka bisa berujung tragis. Keglamoran dan kebusukan kelas atas bisa menjadi medium untuk penipuan, keserakahan dan ketidakadilan. Film ini menyindir institusi yang memfasilitasi penipuan properti dan budaya yang memuja status, sehingga individu dan struktur sosial menjadi korban.
Baca juga: Film “The First Ride”, Perjalanan Bersama Sahabat yang Mengungkap Trauma
Project Y menawarkan neo noir bergaya dengan dua pemeran utama kuat dan sinematografi menarik yang menyajikan pengalaman visual dan atmosferik. Namun, ketidakseimbangan antara ambisi naratif dan eksekusi plot membuatnya terasa lebih memikat secara estetika daripada memuaskan secara naratif. Film ini cocok bagi penonton yang menghargai suasana hati, karakter perempuan yang kompleks dan kritik sosial terselubung. Namun, film ini mungkin terasa kurang bagi yang mengharapkan plot rapat dan imbalan emosional, sehingga perlu menyesuaikan harapan.
Film Project Y akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 6 Maret 206. Bagi yang suka film neo-noir perempuan protagonis dan sinematografi modern, maka cocok menonton film ini. Film ini menyajikan kisah pahit manis tentang persaudaraan dengan kejutan dan liku-liku yang mengejutkan.








