
Teknogav.com – Sastrawan dan wartawan senior Noorca M. Massardi meluncurkan dua karya terkininya pada perayaan ulang tahun ke-72. Kedua karya tersebut adalah kumpulan puisi “72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya” dan novel “Pemakan Buah”. Peluncuran buku tersebut diselenggarakan di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Grand Indonesia pada hari Minggu, 15 Maret 2026.
![]() |
| Noorca M. Massardi |
Acara peluncuran dua karya Noorca dikemas dalam format “Panggung & Dialog Kebudayaan” dengan monolog, pembacaan puisi dan bedah karya. Puisi-puisi yang dibacakan diambil dari tiga buku kumpulan puisi terakhir. Sedangkan pembahasan buku dilakukan oleh HM. Nasruddin Anshoriy Ch (Gus Nas) dan Ikhsan Risfandi (IRZI).
![]() |
| HM. Nasruddin Anshoriy Ch (Gus Nas) dan Ikhsan Risfandi (IRZI) |
Baca juga: Danton Sihombing Luncurkan Buku di ADGI Design Week 2025
Buku kumpulan puisi “72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya” merupakan buku puisi ke-9 Noorca. Sedangkan novel “Pemakan Buah” merupakan karya fiksi panjang ke-7 dan merupakan alegori atas dinamika sosial-politik kontemporer. Novel ini mengangkat epik futuristik mengenai intrik politik, dilema hukum, dan korupsi kekuasaan di Kerajaan Terrajannah. Menurut Gus Nas, novel karya Noorca tersebut sangat eksoteris, sufi dan transenden.
Isi buku kumpulan puisi “72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya” mencerminkan kehidupan keseharian melalui metafora ‘rumah’ dan ruang domesitik. Puisi-puisi dalam buku tersebut ditemani ilustrasi karya Rayni N. Massardi yang menjadikannya seperti ada percakapan, bukan semata pernyataan sepihak. Ilustrasi dalam tersebut terasa lebih struktural, sedangkan pada buku kumpulan puisi “71 Kata Cinta Kota” terasa seperti hadiah. Perpaduan kata-kata puisi dan ilustrasi dalam buku-buku kumpulan puisi Noorca menyajikan dialog visual yang halus dan konsisten.
Ikhsan Risfandi mengungkapkan bahwa Noorca tidak malu menyebut cinta secara gamblang dalam puisi-puisinya. Beliau memilih jalur terang, kata cinta bisa disebutkan berulang seperti orang menyebutkan kata yang sama. Menurut Ikhsan, buku kumpulan puisi yang baru diluncurkan tersebut terasa paling matang
“Rumah dibaca sebagai ruang hidup yang nyata seperti perjalanan pulang. Sepanang perjalanan, satu kata yang terus dibawa adalah cinta. Cinta tersebut tidak selalu mulus, terkadang ada jarak. Namun, cinta selalu dipilih sebagai poros. Cinta di usia 72 tahun ke atas tidak lagi drama, tetapi kesetiaan yang sudah teruji. Ilustrasi karya Rayni juga memberikan dialog visual yang halus dan konsisten. Gambar tersebut membuat buku-buku terasa hidup nyata,” ucap Ikhsan Risfandi yang biasa dipanggil IRZI.
Baca juga: Sampoerna Academy Luncurkan e-Book ‘Elidi and The Ancestor Garden’
Cinta dalam tiga buku kumpulan puisi Noorca mulai “dari Paris untuk Cinta” sampai karya terkininya merupakan bahan bakar. Cinta benar-benar digali dan bisa diperbarui. Pada “72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya” puisi nasi dan beras terasa absurd seperti mantra dan logika. Puisi tersebut mengubah struktur sebab akibat dan mengandung ironi. Rumah digambarkan sebagai tempat dan perubahan tetapi juga tempat kebingungan makna. Subteks cinta selalu disematkan dalam puisi-puisi Noorca.
Noorca adalah lulusan École Supériure de Journalisme (ESJ) Paris yang dikenal sebagai pewarta, tokoh seni dan perfilman. Pada tahun 2024, Noorca dianugerahi penghargaan “50 Tahun Berkarya di Bidang Sastra dan Bahasa” dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek RI. Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) periode 2024-2028.
Peluncuran dua karya Noorca menegaskan konsistensi Noorca dalam merawat tradisi literasi Indonesia. Kedua karya tersebut juga membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas usia.
Baca juga: Blibli.com Donasikan 800 Buku KTBB Demi Tingkatkan Minat Baca

Setelah bedah buku, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan penandatanganan buku oleh Noorca M. Massardi. Selain itu, digelar juga penyerahan simbolis 250 paket buku kepada mahasiswa, perpustakaan, dan komunitas literasi sebagai wujud komitmen edukasi publik.







