
Teknogav.com – Sejak awal tahun 2026, TODAK mengakhiri divisi eport, sesuai penyesuaian strategi TODAK menjadi brand esports lifestyle performance. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang agar perusahaan dapat memusatkan sumber daya pada pengembangan lini produk dan kemitraan. Penyesuaian strategi dilakukan untuk memperkuat pengembangan produk, mempererat kemitraan resmi dengan liga dan distribusi yang lebih terstruktur di pasar Indonesia. Kehadiran TODAK Throne 2.0 sebagai kursi gaming generasi terbaru yang dirancang untuk aktivitas berdurasi panjang menandai fase baru TODAK tersebut.
Fokus strategis TODAK 2.0 mencakup produk-produk berkinerja, kemitraan dengan liga, serta kekayaan intelektual dan kolaborasi. Selain memperkuat fokus pada hal-hal tersebut, TODAK juga fokus pada distribusi nasional yang terstruktur sebagai landasan pertumbuhan di Indonesia.
Baca juga: TODAK Gandeng Datascrip Hadirkan Kursi Gaming Premium di Indonesia
.Produk-produk berkinerja akan dihadirkan TODAK untuk mendukung sesi kompetitif. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan kursi gaming, peralatan gaming dan apparel berbasis fungsi dan daya tahan. Sementara, kemitraan dengan liga dan turnamen dilakukan melalui integrasi produk di panggung pertandingan dan pengembangan merchandise resmi. Kekayaan intelektual (IP) dan kolaborasi dilakukan TODAK melalui pengembangan kolaborasi kreatif dan inisiatif lintas industri. Upaya ini dilakukan demi memperluas jangkauan brand.
“TODAK dibangun dari semangat kompetitif dan komunitas. Memasuki era 2.0, kami tidak meninggalkan esports, justru kami memperluasnya. Fokus kami kini adalah membangun brand performance lifestyle yang lahir dari Asia Tenggara dan mampu bersaing di panggung global. Ini bukan akhir perjalanan, melainkan evolusi yang lebih besar dan berkelanjutan.” ucap Azlan Zainal, Founder TODAK.
Baca juga: IKEA Berkolaborasi dengan ROG Hadirkan Perabotan Gaming
Pembaruan identitas visual TODAK diperlihatkan melalui unsur “Battle Scar” pada logo. Unsur ini menggambarkan perjalanan dan proses pengembangan brand dan menandai tahap baru dalam penguatan perusahaan.
Komitmen TODAK terhadap ekosistem esport nasional juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan MPL Indonesia dan MDL Indonesia. TODAK Throne 2.0 ditunjuk sebagai Official Gaming Chair & Official Merchandise Partner selama dua musim kompetisi 2026. Kemitraan ini mencakup penyediaan kursi gaming resmi di panggung pertandingan dan pengembangan merchandise resmi liga. Selain itu, digelar juga berbagai kegiatan komunitas di sepanjang musim berjalan.
“Keikutsertaan kami di MPL adalah bagian dari strategi jangka panjang TODAK 2.0 untuk tumbuh bersama ekosistem esports Indonesia. Kami ingin menghadirkan produk dan merchandise yang tidak hanya relevan secara lifestyle, tetapi juga mendukung performa kompetitif dengan standar kualitas global. MPL menjadi ruang kolaborasi bagi kami untuk terus berkembang dan berkontribusi secara nyata.” ucap Shinta W. Dhanuwardoyo, Presiden Direktur/Co-Founder, PT TODAK Nusantara Group.

Kursi gaming Todak Throne 2.0 juga tersedia dalam edisi kolaborasi MPL. Pilihan standar yang tersedia untuk Todak Throne 2.0 mencakup warna white, grey, black on black dan white logo edition. Penggunaan kursi gaming Throne 2.0 akan menunjang sesi bermain, treaming dan bekerja. Kursi gaming ini teteap mengedepankan desain ergonomis yang khas, detail finishing yang presisi dan tampilan visual yang kuat.
Baca juga: Logitech G Berkolaborasi dengan Herman Miller Garap Furnitur Gaming
Distribusi resmi TODAK Throne 2.0 di Indonesia dilakukan oleh PT Datascrip yang didukung layanan purnajual terpercaya. Penjualan kursi gaming ini dilakukan Datascrip melalui jaringan ritel nasional dan berbagai platform e-commerce.
“Kami menyambut peluncuran TODAK Throne 2.0 sebagai momentum penting dalam perjalanan brand ini di Indonesia. PT Datascrip siap memastikan produk ini dapat diakses secara luas dengan standar layanan yang konsisten dan terpercaya,” ucap Sintra Wong, Direktur PT Datascrip.






