
Teknogav.com – Film “Ikatan Darah” persembahan Uwais Pictures merupakan film laga yang banyak memamerkan koreografi bela diri dan slasher brutal. Berbagai isu sosial diangkat dalam film ini, seperti perjudian, terlilit utang, sampai nasib atlet nasional yang tidak dihargai. Karakter utama film ini adalah Mega, (Livi Ciananta) seorang atlet bela diri perempuan yang harus menghadapi segerombolan preman dan mafia. Film ini bercerita mengenai perjuangan kelas ekonomi bawah yang bertaruh demi memperoleh hidup layak.
Baca juga: Film Shelter Gambarkan Sulitnya Lolos dari Teknologi Pengintaian Ketat
Setiap adegan laga pada film ini memiliki keunikan masing-masing dengan lapisan emosional berbeda. Pengalaman sinematik yang disajikan cukup menegangkan dengan aksi laga yang seru, sekaligus mencekam dengan begitu banyaknya kebrutalan penuh darah. Selain adegan penuh laga, Sidharta Tata, sang sutradara juga memasukkan unsur drama yang emosional dan menyentuh. Unsur ini terdiri dari hubungan keluarga dan persaudaraan, serta sikap rela berkorban.
“Ikatan Darah menunjukkan soal bagaimana persaudaraan dan pertemanan menjadi harga mati yang saling terikat. Bagaimana kita merajut hubungan persaudaraan yang rela berkorban, rela untuk melakukan apa pun demi kelangsungan hidup saudaranya. Secara action, saya menjanjikan akan menjadi pengalaman sinematik di bioskop yang juga roller coaster ride,” ucap Sidharta Tata, sutradara film “Ikatan Darah”.
![]() |
| Sidharta Tata, sutradara film "Ikatan Darah" |
Sidharta juga mengungkapkan bahwa metafora manusia saat ini digambarkan sosok Primbon, seorang pimpinan mafia yang mengutip ayat untuk pembenaran tindakannya. Mereka memiliki moralitas salah, tetapi berlindung di balik agama. Primbon yang diperankan Teuku Rifnu Wikana merupakan cerminan orang yang mengutamakan kebenaran versi dirinya sendiri. Sebenarnya ada misi terselubung seperti untuk memperkaya diri atau memperoleh kekuasaan. Orang-orang seperti ini ada di pemerintahan dan juga lingkup bawah sampai ke pelosok Indonesia. Banyak orang yang melantunkan puji-pujian untuk Tuhan, tetapi hanya demi mencari uang.
![]() |
| Teuku Rifnu Wikana, pemeran Primbon |
Baca juga: Film 'Kaka Boss', Komedi Keluarga Bertabur Talenta Berbakat Indonesia Timur
Film “Ikatan Darah” diproduseri Ryan Santoso bersama dengan jajaran produser eksekutif, yaitu Iko Uwais, Yentonius Jerriel Ho dan Yocke Kaseger. Selain itu, didukung juga oleh KG Pictures, Legacy Pictures dan Raid Rapid Active untuk menyajikan pengalaman baru melalui genre laga.
“Film Ikatan Darah membuktikan bahwa regenerasi action di Indonesia terjadi dan terus berkembang. Di film ini, pemeran utamanya perempuan, yang biasanya bahkan di dunia sekalipun, film laga didominasi karakter utama laki-laki. Ini menjadi komitmen Uwais Pictures yang terus mendorong lahirnya bakat-bakat baru di genre action,” ucap Iko Uwais, produser eksekutif film ‘Ikatan Darah’.
![]() |
| Iko Uwais, produser eksekutif film "Ikatan Darah" |
Iko mengungkapkan bahwa di film “Ikatan Darah” ini bela diri yang digunakan bukan hanya pencak silat. Setiap karakter memiliki dasar dan kemampuan bela diri, saat berhadapan dengan lawan, segala gerakan bela diri bisa tersambung. Semua organ tubuh manusia sama, tetapi saat menggerakkan bisa beda.
Gaya bertarung Livi dan Derby saat menghadapi para musuh berbeda-beda. Perbedaan gaya duel ini membuat film makin menarik dan terasa kaya akan teknik laga berkualitas.
![]() |
| Dimas Anggara dan Livi Ciananta |
“Butuh waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan adegan fighting. Selama tiga bulan, kami hampir setiap hari mengulang koreografi yang sudah diciptakan Uwais Team, sehingga saat syuting juga minim cedera. Tentunya di film ini bagian adegan fighting-ku sangat banyak. Setiap ada adegan fight, itu ada aku. Setiap fight punya rasa yang berbeda-beda. Dalam perjalanan menyelamatkan kakaknya, Mega selalu bertemu dengan penjahat yang karaker membunuhnya itu bermacam-macam,” ucap Livi.
Film “Ikatan Darah” merupakan debut Derby dalam memerankan film laga. Sebenarnya, latar belakang Derby juga seorang atlet berbagai bidang bela diri, termasuk muay thai sampai jiu jitsu. Namun, di film ini, Derby justru harus beradegan aksi menggunakan insting.
![]() |
| Derby Romero, pemeran Bilal |
“Latar belakang bela diriku sangat bermanfaat di Ikatan Darah, yang menjadi film action pertamaku. Karena filmnya sangat physical, aku harus sprint, jatuh dan segala macam. Sebagian besar itu aku lakukan sendiri tanpa stunt. Aku juga banyak belajar mengenai koreografi fighting di film ini yang seperti dance, ada ritme, beat, serta chemistry,” ucap Derby Romero, pemeran Bilal dalam film “Ikatan Darah”.
Derby juga mengungkapkan bahwa menurut perspektif dirinya, karakter Bilal merupakan green flag karena memperjuangkan untuk keluarga, yaitu adik dan ibunya. Tindakan yang dilakukan Bilal ada alasannya, tetapi cara yang dilakukan salah, sehingga harus mempertaruhkan nyawanya.
Baca juga:
Kisah Heroik dalam Film “Timur” Terasa Nyata dengan Teknologi Dolby Atmos
Perbedaan gaya bertarung juga diungkapkan oleh Ismi Melinda, pemeran Dini, sahabat Mega. Menurutnya, setiap pukulan dan lemparan memiliki sensasi berbeda.
![]() |
| Ismi Melinda, pemeran Dini |
"Koreografinya sangat berbeda dan memiliki ikatan emosional. Scene fighting antara Mega dan Dini tidak hanya fight secara fisik, tetapi juga emosional. Dialognya itu sendiri bisa berupa tendangan dan pukulan,” ucap Ismi.
Para pemeran lain dalam film ini mencakup Dimas Anggara, Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswadi, dan Agra Piliang.
“Ikatan Darah” merupakan film mengenai pertaruhan hidup dan mati dengan mengangkat isu sosial yang banyak dihadapi orang Indonesia. Penonton akan diajak merasakan pengalaman sinematik dari sajian aksi laga dengan bumbu cerita drama dan sentuhan lokal. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 April 2026.











