Kisah Heroik dalam Film “Timur” Terasa Nyata dengan Teknologi Dolby Atmos Kisah Heroik dalam Film “Timur” Terasa Nyata dengan Teknologi Dolby Atmos ~ Teknogav.com

Kisah Heroik dalam Film “Timur” Terasa Nyata dengan Teknologi Dolby Atmos



Teknogav.com – Film “Timur” persembahan Uwais Pictures akan segera ditayangkan di jaringan bioskop Indonesia pada 18 Desember 2025. Press Screening dan Gala Premiere film tersebut telah sukses digelar pada 4 Desember 2025 di Epicentrum XXI, Jakarta. Pengalaman sinematik fim ini terasa megah dan berkesan, apalagi film ini sudah didukung teknologi Dolby Atmos. 

Penggunaan teknologi Dolby Atmos membuat film “Timur” terasa lebih hidup. Penonton dapat merasakan dari arah mana cuitan bunyi berkicau, serta ledakan-ledakan dengan lebih dahsyat. Audio yang didukung oleh Dolby Atmos menghanyutkan penonton seolah-olah berada di tengah konflik antara pemberontak dan tim penyelamat. Adegan aksi khas Iko Uwais, seperti perkelahian atau pengejaran, terasa lebih hidup karena setiap pukulan, teriakan, dan ledakan diposisikan akurat. Penonton bisa membedakan arah datangnya suara dengan jelas.

Alur film ini menceritakan kisah penyelamatan sekelompok peneliti yang disandera oleh pemberontak. Lokasi film banyak menampilkam hutan belantara dan desa-desa terpencil di pegunungan Indonesia Timur. Pengalaman menonton Press Screening dan Gala Premier film “Timur” makin dalam dengan disulapnya area Epicentrum XXI menyerupai “Hutan Rimba Timur”. 

Baca juga: Film Warfare, Tampilkan Kisah Nyata Mencekam Navy SEAL di Irak

Peluncuran film “Timur” didukung oleh BNI, Wondr, Telkomsel dan MyTelkomsel. Penggarapan film juga mendapat dukungan dari komando pasukan khusus (Kopassus) yang ikut melatih para aktor laga film ini. Tentu saja aksi pertarungan khas Iko Uwais menjadi daya tarik film laga emosional yang ambisius ini. Istimewanya, film tersebut juga merupakan debut Iko Uwais sebagai sutradara. Acara peluncuran tersebut pun dihadiri langsung Iko Uwais yang berperan sebagai produser eksekutif, sutradara dan pemeran utama. 

Iko Uwais, produser eksekutif, sutradara dan pemeran utama film "Timur"

“Setelah sekian lama berkarya di luar, saya bangga bisa kembali ke Indonesia dan akhirnya mengambil langkah baru sebagai sutradara. Timur adalah mimpi yang saya wujudkan bersama tim. Saya lahir dari keluarga betawi yang tumbuh besar dengan orang Indonesia Timur, yaitu Ambon. Jadi saya sangat paham gestur dan gerak gerik serta rasa saling menghormati orang Indonesia Timur. Maka karena itu saa ingin mempersembahkan cerita untuk sahabat-sahabat saya di Indonesia Timur,” ucap Iko Uwais.

Baca juga: Film 'Kaka Boss', Komedi Keluarga Bertabur Talenta Berbakat Indonesia Timur 

Jajaran produksi yang turut mendampingi Iko mencakup Yentonius Jerriel Ho, produser ekskutif film “Timur” dan Ryan Santoso, produser film “Timur”. Demikian juga para pemeran lain, yaitu Adhin, Abdul Hakim, Amara Angelica, Andri Mashadi, Aufa Assegaf, Beyon Destiano, Bizael Tanasale, Fanny Ghassani, Jimmy Kobogay, Macho Hungan, Stefan William, Yasamin Jasem, dan Yusuf Mahardika.

“Kami membuat film dengan genre yang berbeda, jika biasanya banyak film Indonesia dengan genre horor. Iko juga baru membuat Production House, film Timur merupakan debut pertama Iko sebagai sutradara. Kami pun belajar strategi di Production House baru ini. Iko yang biasanya menjadi superstar pun belajar menjadi sutradara juga. Semoga karya Iko bisa diterima semua,” ucap Yentonius Jerriel Ho, produser eksekutif fllm “Timur”.

Yentonius Jerriel Ho, produser eksekutif fllm “Timur”

Tema persaudaraan atau brotherhood yang menjadi inti dari film “Timur” juga ditegaskan oleh Ryan Santoso, produser film “Timur”. Persaudaraan ini juga mencerminkan proses panjang terbentuknya rumah produksi Uwais Pictures yang dirintisnya bersama Iko. Kehadiran film “Timur” membuktikan persaudaraan keduanya di balik layar.

“Film ini berbicara tentang persaudaraan, dan hal itu sama persis dengan apa yang kami alami saat membangun proyek ini. Lebih dari lima tahun kami bermimpi membangun rumah produksi yang dapat membawakan film-film laga berkelas internasional,” ucap Ryan.

Ryan Santoso, produser film “Timur”

Baca juga: The Shadow’s Edge, Ketika Pengintaian Jackie Chan Kalahkan Teknologi AI 

Kisah dalam film “Timur” disampaikan dengan narasi yang menyentuh dipadukan dengan koreografi laga yang intens sehingga membangkitkan antusiasme dan emosi. Film “Timur” mampu membangkitkan emosi dari kisah persaudaraan antara Apolo, Sila dan Timur. Skenario kisah tersebut ditulis oleh Titin Wattimena bersama dengan Samuel Rustandi.

“Tidak hanya menulis, kami juga melakukan riset dengan pelaku kisah nyatanya, karena kisah ini diadaptasi dari kisah nyata. Kami pun mencari kisah-kisah nyata yang berhubungan dengan broterhood,” ucap Titin Wattimena.

Titin Wattimena, penulis skenario film "Timur"

Hal senada disampaikan Samuel Rustandi yang berusaha mencari cerita yang sangat ketimuran dan berkaitan dengan persaudaraan. Dia berusaha mencari drama yang sangat dilematis untuk dieksekusi dengan indah.

Para pemeran film “Timur” pun memaparkan kesan mereka saat penggarapan film dan mengeni peran Iko sebagai sutradara.

“Iko sangat komunikatif, tidak mendikte aktor-aktor, tetapi memberikan keleluasaan untuk megintepretasikan karakternya. Karakter Apollo sangat luas yang tumbuh bersama sahabatnya, yaitu Timur dan Sila,” ucap Aufa Assegaf, pemeran Apollo.

Aufa Assegaf, pemeran Apollo dalam film "Timur"

Sementara itu, Jimmy Kobogay pemeran Sila mengungkapkan mengenai pelatihan yang harus dilakukan para pemeran. Latihan tersebut termasuk koreografi laga dan pelatihan ala militer bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

“Saya latihan koreografi laga sekitar dua bulan dan hadir hampir setiap hari di kantor Uwais Pictures. Namun ketemu Iko saat reading bisa dihitung dengan jari. Selain itu, juga latihan sebagai seorang anggota Kopassus di bootcamp selama seminggu untuk mendalami marwah sebagai seorang Kopassus. Pelatihan tersebut termasuk untuk memahami tanda-tanda sinyal tangan, serta mental dan fisik seorang prajurit,” ucap Jimmy.

Jimmy Kobogay pemeran Sila dalam film "Timur"

Lagu “Nyanyian Timur” yang ditulis dan dinyanyikan oleh Audy Item Uwais menjadi soundtrack film “Timur”. Ada dua versi lagu ini, yaitu versi dengan video klip dan versi awal yang dibawakan seperti bercerita. Setiap versi lagu dapat membangkitkan suasana hati yang berbeda. Versi video klip digarap bersama Andy Rianto agar terasa lebih grande, mewah, dan emosional, tetapi tetap manis. Pesan dari lagu ini mengajak untuk saling menjaga, saling mengasihi walau tak sedarah, karena kita semua berpijak di bumi yang sama.

“Sangat bangga dengan suami dan semua yang ada di proyek film Timur ini. Saya sebagai istri Iko dan penulis lagu film Timur awalnya tidak ada niat untuk membuat soundtrack. Namun, melihat hubungan antara kru dan cast yang masih jalan bareng akhirnya membuat lagunya. Iko ingin cuma satu lagu yang mewakili kata hati Timur. Proses pembuatan lagu sekitar seminggu, 3-4 hari untuk penulisan lagu, kemudian membuat demo. Semoga Nyanyian Timur ini bisa memberikan pesan positif bagi semua,” ucap Audy.

Audy Item Uwais, penulis lagu Nyanyian Timur

Reaksi positif penonton mampu menjadikan film “Timur” sebagai standar baru bagi genre laga-emosional di Indonesia. Film ini menampilkan keberanian, pengkhianatan, dan perjuangan tanpa akhir untuk menemukan jalan pulang.

Share:

Artikel Terkini