“Nobody Loves Kay” Kisah Atlet Esport Meraih Impian yang Diremehkan “Nobody Loves Kay” Kisah Atlet Esport Meraih Impian yang Diremehkan ~ Teknogav.com

“Nobody Loves Kay” Kisah Atlet Esport Meraih Impian yang Diremehkan

Teknogav.com – “Nobody Loves Kay” merupakan film hasil kolaborasi ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, Qun Films dan Visinema Pictures. Kisah yang diangkat dalam film ini merupakan kisah nyata Kairi, seorang atlet esport pro-player ONIC yang gemar main Mobile Legends. Gala Premier film ini digelar pada Kamis, 28 Mei 2026 di Senayan City XXI, Jakara Pusat. Film ini akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

Film “Nobody Loves Kay” menarasikan perjuangan seorang anak muda yang menolak menyerah demi meraih mimpinya yang dianggap tidak bermanfaat. Tantangan yang dihadapi begitu berat, mulai dari kemiskinan sehingga harus berjuang dengan perangkat yang terbatas, sampai larangan orang tua. Persahabatan Kay (Bima Azriel), Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico) yang begitu kuat juga terancam retak karena ambisi. Bumbu romansa juga menambah manisnya masa remaja dengan kehadiran Manda (Aurora Ribero) yang berperan sebagai teman sekelas Kay.

Baca juga: Trailer dan Poster “Nobody Loves Kay” Perlihatkan Perjuangan Dunia E-sport

Ini adalah film panjang layar lebar pertama dari sutradara Bernardus Raka. Sebelumnya Raka dikenal melalui karya visual puitis di musik video Hindia, Perunggu dan Sal Priadi. Menurut Raka, kekuatan utama film “Nobody Loves Kay” terletak pada realitas karakternya.

“Saya mengangkat kisah ini karena perjuangan Kay di sini dekat sekali dengan kita. Seorang anak pekerja migran, lahir tanpa privilege, tapi bisa mewujudkan mimpinya yang sering sekali disepelekan, diremehkan banyak orang, termasuk orangtuanya sendiri. Kay adalah representasi dari kita semua yang berani bermimpi,” ucap Bernardus Raka.

Bernadus Raka, sutradara film "Nobody Loves Kay"

Acara Gala Premiere juga dihadiri jajaran produser dan produser eksekutif. Mereka adalah Giovanni Rahmadeva, M. Faisal Hibatullah, Nick Musa, Zhafran Solichin, Justin Widjaja, dan Angga Dwimas Sasongko. 

“Film Nobody Loves Kay membuktikan bahwa orang-orang yang diremehkan bisa berhasil. Film ini relevan ke semua generasi, dalam film ini diwakili Gen Z  yang memiliki impian menjadi gamer. Kita semua punya mimpi, perjuangannya sangat sulit dan penuh pengorbanan,” ucap M. Faisal Hibatullah, produser film “Nobody Loves Kay”.

Hal senada juga disampaikan Angga Dwimas Sasongko, pendiri dan CEO Visinema Pictures.

“Film ini merupakan pernyataan bahwa kita punya banyak talenta dan potensi luar biasa jika diberi kesempatan untuk menunjukkan suara dan ciri khas,” ucap Angga.

Angga Dwimas Sasongko, pendiri dan CEO Visinema Pictures

Bima Azriel yang berperan sebagai Kay mengungkapkan kesamaan karakter yang diperankannya dengan dirinya sendiri.

“Film Nobody Loves Kay berkisah mengenai seseorang yang ingin mengejar impiannya. Hal ini relate karena juga masih mengejar mimpi sebagai aktor. Saya sangat tertegun seorang Kay bisa punya mimpi yang begitu besar. Dia terus mengejar mimpi. Film ini tidak hanya memperjuangkan mimpi, tetapi juga belajar untuk menjadi dewasa dan mendengarkan orang lain,” ucap Bima Azriel, pemeran Kay.

Kairi, atlet pro-player ONIC; dan Bima Azriel, pemeran Kay dalam film Nobody Loves Kay

Baca juga: ONIC Esports Raih Juara Mobile Legends SEA Cup 2019 

Selain itu hadir juga Kairi yang terharu melihat perjalanan hidupnya diceritakan dengan indah di layar lebar.

“Bersyukur banget cerita aku dapat jadi inspirasi, senang karena bisa menceritakan kisah aku melalui film ini. Tidak disangka orang-orang bisa merasa sedekat itu dengan kisah perjuangan aku. Terima kasih untuk semua yang terlibat dalam film ini dan memberikan pengalaman yang luar biasa,” ucap Kairi.

Cerita Kairi yang relevan dengan perjuangan yang dialami banyak orang juga disampaikan Justin Widjaja, CEO ONIC Esports.

“ONIC ingin memperkenalkan industri gaming atau industri esport dari pelaku industri itu sendiri. Cerita Kairi yang banyak perjuangannya yang juga dirasakan banyak orang,” ucap Justin.

Justin Widjaja, CEO ONIC Esports

Perjuangan dalam film ini tetapi tidak semata perjuangan Kay untuk menjadi seorang atlet esport pro-player. Namun banyak perjuangan lainnya, termasuk perjuangan Manda yang ingin menjadi dokter karena ibunya meninggal. Perjuangan orang tua untuk bisa membangun hubungan lebih baik dengan anaknya. Dan yang paling penting adalah perjuangan untuk tidak jadi orang yang egois

“Manda juga punya ambisi seperti Kay, yaitu jadi dokter. Walau cita-citanya tidak seunik Kay, tetapi itu sangat berarti. Support system sangat penting, karena ada saatnya kita ragu, dan penting ada yang selalu ada buat kita dan mengingatkan untuk terus berjuang atas apa yang kita mau,” ucap Aurora, pemeran Manda.

Para pemeran lain film ini termasuk Ariyo Wahab, Ayastrophile, Basboi, Dewa Dayana, Ely D. Lutan, dan Mian Tiara. Selain itu juga ada Melati Sesilia, Brand Ambassador ONIC yang turut berakting dalam film tersebut. Player Dwi Woii juga turut berperan dalam film dan disambut meriah para penggemar e-sport di acara Gala Premier. 

Baca juga: Infinix dan ONIC Esports Jalin Kemitraan ‘Kolaborasi Anti Kalah’  

Film “Nobody Loves Kay” diharapkan dapat menginspirasi jutaan anak muda di seluruh Indonesia untuk memperjuangkan mimipinya. Nuansa perjuangan juga diperkuat dengan keterlibatan Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli yang menggarap original scoring film tersebut. 

Jika ingin nonton film ini lebih dahulu, maka bisa mengikuti Special Screening dengan membeli tiket melalui M-Tix dan TIX ID. Tiket juga dapat dibeli secara langsung di bioskop yang tempat digelarnya Special Screening tersebut dengan jadwal berikut ini:

  • 30 Mei 2026 di Ciwalk XXI dan CGV 23 Paskal Shopping Center Bandung, serta di Cinepolis Plaza Medan Fair, Medan
  • 31 Mei 2026 di Puri XXI Jakarta dan Summarecon Mall Bekasi

Film “Nobody Loves Kay” didukung juga oleh Infinix yang merupakan produser smartphone mitra resmi ONIC.

Share:

Artikel Terkini