AWS Memajukan Pendidikan AI Agentik dengan Agentic Football Cup AWS Memajukan Pendidikan AI Agentik dengan Agentic Football Cup ~ Teknogav.com

AWS Memajukan Pendidikan AI Agentik dengan Agentic Football Cup



Teknogav.com – Agentic Football Cup (AFC) merupakan workshop berbasis gamifikasi yang mengubah AI Agentik dari konsep abstrak menjadi pengalaman belajar yang kompetitif. Gamifikasi berupa pertandingan sepak bola virtual ini dapat digunakan secara gratis untuk mempelajari beberapa agen AI bekerja sama. Workshop ini bertujuan membantu para pengembang memahami cara membangun AI Agentik, mempercepat inovasi AI Generatif dan mengajarkan kecakapan AI Agentik. 

Amazon Web Services (AWS) memperkenalkan AFC pada acara AWS Jakarta Summit, seiring beralihnya organisasi dari purwarupa AI Agentik ke produksi. Para pengguna AI Agentik dapat bergerak lebih cepat, beroperasi lebih efisien, dan memperluas skala operasinya. Sejumlah 88% pengguna AI Agentik mengaku dapat meningkatkan produktivitas mereka, dan 77% melaporkan telah mengalami pertumbuhan pendapatan. Penggunaan AI Agentik dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan yang lebih cepat (47%). Sejumlah 44% mengalami peningkatan efisiensi operasional dan 38% mengalami peningkatan skalabilitas operasional.

Baca juga: Masuki Era AI Generatif, Ini Tips AWS bagi Pelaku Usaha  

Dalam menyelesaikan pekerjaan, agen AI membutuhkan model yang tepat dan untuk dapat berfungsi dengan baik, perlu konteks. Agen juga membutuhkan tools untuk dapat bertindak, agar dapat dijalankan bersama dengan aman juga dibutuhkan environment. Kehadiran AFC dapat membantu para pengembang untuk mempelajari cara mengoordinasikan beberapa agen AI dalam lingkungan dunia nyata. Peserta workshop berperan sebagai pelatih sepak bola virtual yang membentuk dan mengelola tim yang berisi lima agen. Setiap agen memiliki perilaku, strategi dan kemampuan pengambilan keputusan yang unik.


AFC memungkinkan para pengembang mempelajari cara merancang sistem ulti-agen yang sudah tingkat produksi. Para agen dapat memahami, berkoordinasi dan saling berkomunikasi, meniru beban kerja multi-agen di dunia nyata beroperasi dengan Amazon Bedrock AgentCore. Platform tersebut menerapkan dan mengoperasikan agen-agen dengan kapabilitas tinggi secara aman dalam skala besar menggunakan berbagai kerangka kerja dan model. Kemudian pengembang mengirim tim untuk bertanding melawan pemain lain, menjembatani teori dan praktik, sambil membangun komunitas melalui persaingan.

Baca juga: AWS re:Invent 2025 Paparkan Inovasi Menuju Agentic AI Autonomous Agents 

Pemenang grup penyisihan akan bertanding di grand final yang disiarkan langsung di panggung AWS re:Invent 2026 di Las Vegas. Ajang tersebut akan digelar pada Desember 2026. Hadiah yang disediakan untuk pemenang grand final adalah uang tunai sebesar USD50 ribu atau sekitar Rp900 juta. Pengembang individu dan pengembang dalam suatu organisasi dapat mendaftar untuk mengikuti workshop secara tatap muka atau virtual melalui situs web.

AWS telah melibatkan lebih dari 560.000 builder melalui kompetisi AI dan ML berbasis gamifikasi sejak tahun 2018. Kompetisi tersebut mencakup AWS DeepRacer dan AWS AI League. Kini, AFC memperluas pembelajaran berbasis gamifikasi ke era AI Agentik.

Baca juga: AWS Asah Kemampuan ML Perempuan dengan AWS DeepRacer Women's League

Sejak 2018, AWS telah melibatkan lebih dari 560.000 builder melalui kompetisi AI dan ML berbasis gamifikasi, termasuk AWS DeepRacer dan AWS AI League. AFC memperluas pembelajaran berbasis gamifikasi ke era AI agentic. Peserta AFC akan mendapatkan akses ke tools AI AWS dan sumber daya teknis. Workshop ini juga fokus pada pembelajaran secara hands-on. Informasi lebih lanjut mengenai AWS AFC dan cara untuk berpartisipasi dapat dilihat di halaman AWS Agentic Football Cup.

Joel Garcia, Head of Technology, Singapore Enterprise, AWS ASEAN

"AI Agentik kini beralih dari tahap prototipe ke tahap produksi, dan para pengembang perlu mempelajari cara mengelola beberapa agen yang bekerja sama. Agentic Football Cup memberi mereka kesempatan untuk melakukannya secara hands-on dengan membentuk tim yang terdiri dari lima agen AI, melatih mereka, dan bersaing dengan tim lain. Ini adalah cara belajar berbasis permainan untuk memahami bagaimana agen-agen tersebut bekerja, serta keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk mengarahkan dan melatih mereka di tahap produksi,” ucap Joel Garcia, Head of Technology, Singapore Enterprise, AWS ASEAN.

Share:

Artikel Terkini