
Teknogav.com – The End of Oak Streen merupakan film sci-fi persembahan Warner Bros yang ditulis dan disutradarai David Robert Mitchell. Film ini dengan imajinasi liar memadukan gaya retro tahun 1980-an awal dengan teror keganasan makhluk-makhluk prasejarah. Kisah ini diawali dengan peristiwa kosmis misterius yang memindahkan dimensi di Oak Street ke masa prasejarah, atau sebaliknya. Keluarga Platt pun harus kompak bersatu dalam upaya berjuang menyelamatkan diri, termasuk bersama anjing mereka.

Situasi pun berubah saat mulai terasa banyak keganjilan bermunculan. Salah satunya adalah kemunculan tanaman yang berasal dari ratusan juta tahun lalu di rumah salah satu warga Oak Street. Fenomena aneh lainnya menimpa Mel Jacobs (P. J. Byrne) yang malah menuduh keluarga Platt tidak dapat mengendalikan kelakuan anjing peliharaan mereka. Lingkungan sekitar pun kian asing, ditambah kehadiran hewan-hewan prasejarah yang mulai meneror hidup mereka. Kondisi keluarga Platt yang semula agak retak justru kembali kompak, karena ancaman kehilangan anggota keluarga terasa begitu nyata.
Baca juga: The Odyssey, Adaptasi Mitologi Yunani Paling Berani untuk Layar Lebar
Keluarga Platt terdiri dari Denise Platt, Greg Platt (Ewan McGregor), Audrey Platt (Maisy Stella) dan Brian Platt (Christian Convery). Akting para pemeran tersebut tak diragukan lagi, terasa begitu meyakinkan termasuk ketika panik mencari anggota keluarga yang terpencar. Anne Hathaway yang memerankan seorang ibu rumah tangga merangkap penulis tampil gemilang dan menjadi pusat emosional cerita. Ketegangannya saat menghadapi teror dinosaurus sambil berjuang menyelamatkan anak-anaknya dengan naluri keibuan ditampilkan begitu nyata oleh Anne Hathaway.

Dinamika keluarga melengkapi kisah anomali ini dengan lapisan melankoli dan rasa sakit di balik aksi. Kendati Anne Hathaway banyak mencuri perhatian, akting pemeran anak-anak mereka dan teman-temannya juga cukup kuat. Film ini juga mengangkat soal perundungan yang dilakukan terhadap Brian Platt karena alasan remeh, juga rasa cinta remaja yang dipendam. Rasa keterasingan seorang anak yang disekolahkan berbeda dengan teman-teman lingkungannya pun ditampilkan melalui karakter Jeannette Christiansen (Jordan Alexa Davis). Semua permasalahan tersebut sudah ada di tahun 1980an jauh sebelum media sosial mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Baca juga: Film "Dear You", Kisah Mengharukan Perantauan Tionghoa dengan Sinematografi Mengesankan
Efek yang digunakan untuk menampilkan makhluk-makhluk prasejarah juga cukup meyakinkan. Dinosaurus banyak ditampilkan secara close-up dan jarak jauh. Perpaduan dengan gaya retro tahun 1980an awal juga menambah nuansa unik dan nostalgia. Sentuhan retro dalam film ini terasa menghibur bagi yang merindukan tahun 1980an. Keterbatasan teknologi juga menambah ketegangan, karena tidak mudah untuk memberikan peringatan satu persatu dengan alat komunikasi terbatas. Ketersediaan telepon umum di jalan turut berperan dalam mengatasi masalah komunikasi tersebut.
![]() |
| Sumber: Warner Bros |
Dukungan audio pada film ini cukup memperkuat ketegangan dengan pas, tidak terlalu berlebihan. Film ini cocok bagi penonton yang menginginkan tontontan ringan penuh aksi absurd. Namun, kemungkinkan film ini kurang mendalam bagi penyuka narasi kompleks dan efek film yang lebih canggih. Salah satunya adalah tidak adanya latar yang logis mengenai terjadinya fenomena kosmis yang menyebabkan semua terjadi.
Baca juga: Kung Fu Soccer, Penuh Humor Absurd dan Fantasi Komedi
The End of Oak Street diproduksi oleh Bad Robot dan Jacksonn Pictures. Jajaran produser film ini mencakup J. J. Abrams, Hannah Minghella, John Cohen, David Robert Mitchell, Matt Jackson dan Tommy Harper. Selain itu, juga ada produser eksekutif Chis Bender, Jake Weiner, Joanne Lee dan Leeann Stonebreaker. Film ini akan tayang secara internasional, termasuk di Indonesia mulai 12 Agustus 2026.

.jpg)





