Kung Fu Soccer, Penuh Humor Absurd dan Fantasi Komedi Kung Fu Soccer, Penuh Humor Absurd dan Fantasi Komedi ~ Teknogav.com

Kung Fu Soccer, Penuh Humor Absurd dan Fantasi Komedi



Teknogav.com – Kung Fu Soccer merupakan film komedi olah raga yang ditulis dan disutradarai oleh Stephen Chow. Film ini mengisahkan mengenai perjalanan tim sepak bola wanita “Emei” yang bertanding dalam turnamen sepak bola bergengsi. Namun, ini bukanlah pertandingan sepak bola biasa, olahraga ini memadukan sepak bola dengan kung fu yang tidak masuk akal. Begitu banyak adegan yang absurd, tetapi justru mengundang gelak tawa saking anehnya.

Film ini tak hanya memadukan kekonyolan dengan ketegangan pertandingan sepak bola, tetapi juga mengangkat kisah persahabatan yang dijalin sejak kecil. Tim sepakbola Emei dikapteni oleh Shuangshuang (Xiaofei Zhang) yang bernomor punggung 10. Akting Zhang Xiaofei sebagai kapten tim Emei terlihat penuh energi, walau karakternya digambarkan terlalu karikatural. Awalnya tim Emei tidak diunggulkan, apalagi saat diwawancara jawabannya malah membuat penanya mengernyitkan dahi. Namun, situasi berbalik saat didukung oleh sepupu mereka, Xu Feng (Lay Zhang) yang membantu menyusun strategi.

Baca juga: Panda Plan: The Magical Tribe, Petualangan Jackie Chan dan HuHu Menghadapi Suku Terasing

Shuangshuang sendiri cukup lihai mengatur strategi dengan pendampingan sahabat kecilnya, Striker Jade (Dilraba Dilmurat) yang memakai nomor punggung 8. Akting Dilraba Dilmurat terasa mempesona dan menyajikan dinamika konflik yang kuat. Antara Shuang-shuang dan Jade memang kerap berselisih paham yang juga dipicu oleh omongan Xu Feng. Para anggota tim Emei memiliki kemampuan yang unik, mereka perlu ditempatkan bergantian sesuai dengan kekuatan tim lawan. Termasuk dengan menempatkan anggota tim yang tuna netra sebagai penjaga gawang dengan nomor punggung 88 yang diperankan Sisley Choi.


Tim lawan silih berganti melawan tim Emei, mulai yang sedang-sedang saja, sampai yang begitu tangguh dan perlu strategi khusus menaklukkannya. Salah satunya adalah tim asal Jepang dengan pelatih yang diperankan oleh Takeru Satoh. Strategi yang diterapkan masing-masing tim tidak terpaku pada strategi bermain sepak bola, tetapi juga aksi berlaga ala kung fu. Perpaduan aksi menyerang dan tipu muslihat dilancarkan demi meraih kemenangan. 

Humor Absurd

Adegan-adegan yang memadukan komedi ringan bercampur aksi fantasi cenderung terasa berlebihan, menjadikan film ini cocok bagi penyuka humor absurd. Namun, bagi penonton yang menyukai cerita serius atau realistis, kemungkinan film ini terasa terlalu main-main. Humor dalam film ini memang terasa slapstick, sehingga bisa terasa garing bagi yang tidak menyukai humor fisik atau berlebihan. Namun, bagi sebagian orang, komedi ini kemungkinan terasa segar, karena kekocakan permainan sepak bola yang dimainkan dengan jurus kung fu.

Baca juga: Ip Man: Kung Fu Legend, Bombastis Propagandakan Nasionalisme dengan Anti-Imperialisme

Persahabatan dalam film ini tidak hanya mengangkat persahabatan antara Shuangshuang dan Jade yang sudah berteman sejak kecil. Kerja sama antar-anggota tim yang dilandasi persahabatan juga membuat tim Emei kian solid untuk mengalahkan lawan yang lebih kuat. Jurus-jurus yang dilancarkan dalam pertandingan sepak bola ini memang tidak masuk akal, tetapi semanta kompetisi dalam bertanding tetap dijunjung. Selain kerja sama, kelihaian menyusun strategi juga dibutuhkan untuk bisa menaklukkan tim lawan yang kuat.

Audio dan Visual

Komedi slapstick pada film Kung Fu Soccer ini didukung oleh audio dengan efek suara yang dilebih-lebihkan. Nuansa komedi khas Stephen Chow juga diperkuat dengan musik latar. Banyak efek CGI digunakan untuk menampilkan aksi sepak bola bercampur kung fu, menjadikan adegan pertandingan terasa seperti pertunjukan sirkus.

Secara logika, banyak adegan tidak masuk akal dalam film ini. Salah satunya adalah bola yang melesat jauh melampaui pesawat untuk menyambangi tempat latihan dan jatuh seperti meteor. Ada juga pemain yang melompat setinggi gedung, berlari layaknya harimau, gerakan akrobatik atau meluncurkan begitu banyak bola sekalgus ke gawang. Namun, ketidakmasukakalan tersebut menjadi daya tarik film ini. Film ini menekankan laga bela diri dalam pertandingan sepak bola, walau tetap ada sentuhan drama perjuangan tim.

Baca juga: The Shadow’s Edge, Ketika Pengintaian Jackie Chan Kalahkan Teknologi AI 

Kung Fu Soccer merupakan tontonan ringan penuh aksi kocak yang cocok untuk penonton yang membutuhkan hiburan tanpa perlu logika. Film ini cocok untuk penggemar film Shaolin Soccer atau komedi fantasi ala Stephen Chow. Namun, jika dibandingkan Shaolin Soccer, adegan pada Kung Fu Soccer ini menggunakan efek visual yang lebih modern. Sayangnya efek ini terkadang terasa berlebihan dan mengurangi keseimbangan emosional. Film Kung Fu Soccer tayang di bioskop Indonesia mulai 12 Agustus 2026.

Share:

Artikel Terkini