Organisasi-organisasi Diplomatik di Asia Tengah Jadi Sasaran Bootkit BlackX Organisasi-organisasi Diplomatik di Asia Tengah Jadi Sasaran Bootkit BlackX ~ Teknogav.com

Organisasi-organisasi Diplomatik di Asia Tengah Jadi Sasaran Bootkit BlackX

Teknogav.com – Kaspersky Global Research and Analysis Team (GReAT) telah mengungkap bootkit baru yang canggih, yaitu BlackX. Bootkit tersebut memungkinkan serangan dengan mengeksploitasi inefisiensi dalam pembaruan keamanan yang dirilis Microsoft. Hasil riset memaparkan secara detail cara penyerang menanamkan malware yang berjalan sebelum sistem operasi Windows dimulai. Pemaparan tersebut dilakukan di Security Analyst Summit 2026 yang digelar di Bali, Indonesia. 

Para pakar dengan tingkat keyakinan moderat mengaitkan kampanye ini dengan kelompok APT41. Mereka mengidentifikasi BlackX sebagai penerus yang lebih modern dari bootkit yang terkenal, yaitu BlackLotus.

Pada awal tahun 2026, solusi keamanan Kaspersky berhasil mencegah serangan APT terhadap organisasi-organisasi diplomatik di Asia Tengah. Investigasi lanjutan oleh Kaspersky GReAT mengungkap bahwa para penyerang menggunakan BlackX, malware kompleks dan terselubung. Malware tersebut yang dirancang khusus untuk memintas pertahanan startup sistem operasi Windows bersama berbagai solusi keamanan pihak ketiga. Selain itu, malware juga dirancang untuk dapat mempertahankan akses jangka panjang yang tidak terdeteksi oleh perangkat para korban.

Baca juga: Kaspersky Perkirakan Serangan APT Kimsuky Terus Meningkat di APAC  

Penelitian mengungkapkan bahwa BlackX merupakan versi terbaru dan lebih modern dari implan bernama BlackLotus. Malware tersebut sempat dijual di dark web oleh penjahat siber pada tahun 2022. Perangkat ini mampu melewati fitur Secure Boot, mekanisme yang memastikan hanya perangkat lunak tepercaya yang dapat berjalan saat komputer dinyalakan. Hal ini dimungkinkan dengan mengeksploitasi kerentanan yang sudah diketahui sebelumnya, yang disebut sebagai "Baton Drop". 

Microsoft telah merilis patch untuk mengatasi celah keamanan tersebut. Namun, patch tersebut membutuhkan administrator sistem untuk menyelesaikan langkah-langkah konfigurasi secara manual agar perlindungan aktif sepenuhnya. Banyak organisasi belum menjalankan langkah-langkah manual tersebut sehingga tetap rentan. Akibatnya, pihak penyerang tetap dapat memanfaatkan kerentanan Baton Drop, bahkan pada sistem yang sebenarnya sudah dipasangi patch tersebut.

Georgy Kucherin, pakar keamanan di Kaspersky GReAT

Baca juga: Ngeri! Ancaman APT Incar Rahasia Negara dan Berkas Diplomatik  

Para penyerang menyebarkan bootkit BlackX sebagai malware sekunder yang sangat persisten, setelah sebelumnya berhasil menyusup ke jaringan internal dan mendapatkan hak akses administratif pada perangkat Windows milik korban. Mereka mengirimkan komponen-komponen bootkit ke perangkat korban menggunakan file terenkripsi dan program penginstal khusus yang dirancang agar tidak terdeteksi. Metode ini dilakukan untuk menyembunyikan kegiatan dari tim penanganan insiden.

Georgy Kucherin, pakar keamanan di Kaspersky GReAT

Setelah eksploitasi berhasil, BlackX menyebarkan komponen yang melumpuhkan perangkat lunak keamanan. Menariknya, perlindungan titik akhir dari Kaspersky berhasil memblokir upaya malware tersebut untuk melumpuhkan sistem, sehingga serangan pun gagal. Jika mereka berhasil menonaktifkan perlindungan keamanan, langkah selanjutnya bagi para penyerang adalah menjalankan spyware. Informasi rahasia dicuri dan kegiatan korban dipantau spyware dengan menyalahgunakan layanan cloud resmi seperti Google Drive, OneDrive, dan Yandex Disk.

Baca juga: Solusi Berbasis Intelijen Jadi Tips Kaspersky Tangkal APT dan Ransomware 

“Kemunculan BlackX patut diperhatikan karena kita jarang melihat kelompok APT meminjam kode atau konsep, dalam kasus ini, BlackLotus, secara langsung dari dunia kejahatan siber. Dengan mengadaptasi perangkat kejahatan siber komersial, kelompok tersebut mampu melewati prosedur yang dirancang untuk melindungi proses booting Windows. Pendekatan hibrida ini membuktikan bahwa aktor ancaman yang canggih tidak perlu bersusah payah menciptakan sesuatu dari nol untuk membangun kendali yang persisten dan tidak terdeteksi atas jaringan-jaringan bernilai tinggi,” ucap Georgy Kucherin, pakar keamanan di Kaspersky GReAT.

Georgy Kucherin, pakar keamanan di Kaspersky GReAT

Organisasi harus memastikan departemen TI mereka menjalankan langkah-langkah yang disarankan Micorosft untuk menutup kerentanan Baton Drop dan celah serupa. Langkah-langkah tersebut penting dilakukan demi menangkal ancaman ini dan ancaman serupa. Sebaiknya, organisasi juga membatasi hak akses administratif dan menerapakn solusi keamanan yang mampu memantau integritas firmware. Komponen Exploit Prevention dari Kaspersky  di solusi titik ahir mencegah eksploitasi berjalan, bahkan jika patch belum diterapkan. Pencegahan juga tetap dapat dilakukan walau kerentanan tersebut merupakan kerentanan zero-day saat belum ada patch.

Share:

Artikel Terkini