
Teknogav.com – Forka Film mempersembahkan film “Empat Musim Pertiwi” yang akan ditayangkan mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Film arahan sutradara Kamila Andini dan diproduseri oleh Ifa Isfansyah ini menyajikan perjalanan emosional dalam pengalaman sinematik. Kisah dalam film ini mengangkat musim-musim dalam kehidupan Pertiwi yang penuh luka, trauma sampai harapan. Kerennya, film ini menampilkan keindahan alam Bromo yang dipadukan dengan tata busana ala koboi.
Baca juga: Review Film Empat Musim Pertiwi: Antihero, Feminisme, dan Kedaulatan Teknologi
Putri Marino yang memerankan Pertiwi mengungkapkan bahwa karakter Pertiwi adalah perempuan muda yang jiwanya sudah melampaui usianya. Menurutnya sudah untuk mengenal dan masuk ke karakter Pertiwi, karena sudah untuk masuk ke pola pikir Pertiwi. Pertiwi banyak meninggalkan mimpi-mimpinya karena ketidakadilan yang terjadi di rumah dan sekitarnya. Salah satu cara Putri untuk memahami karakter Pertiwi adalah dengan membaca buku “Perempuan di Titik Nol”. Buku tersebut dapat membantunya memahami rasa yang dialami perempuan saat mengalami ketidakadilan tanpa henti.
![]() |
| Putri Marino, pemeran Pertiwi dalam film "Empat Musim Pertiwi" |
“Pertiwi telah mengalami banyak hal dalam hidupnya. Salah satu pintu masuk aku mengisi karakter Pertiwi adalah dengan membaca buku, untuk memahami apa yang dirasakan dan dialami Pertiwi. Pertiwi adalah perempuan yang harus berhadapan dengan masa lalu dan menemukan kembali dirinya. Kepulangan tidak selalu berarti kembali menjadi orang yang sama,” ucap Putri.
Baca juga: Film “Pangku” Jadi Surat Cinta Reza Rahadian bagi Semua Perempuan
Kamila Andini, sutradara film “Empat Musim Pertiwi” mengungkapkan bahwa Pertiwi mengalami trauma sampai puluhan tahun. Sosok Pertiwi yang kuat dihantui oleh trauma-trauma yang tidak pernah hilang, bahkan bermunculan dari barang-barang yang sudah tidak terpakai. Ketidakadilan di Indonesia hadir dalam banyak bentuk.
“Apa yang terjadi dengan Pertiwi bicara tentang ketidakadilan. Ada trauma-trauma kolektif. Namun dari film ini, dengan mengikuti Pertiwi, kita bisa sedikit melihat bagaimana bahkan dengan kerapuhan, seseorang juga bisa menemukan kekuatan-kekuatan atau bahkan menjadi kekuatan juga untuk orang lain. Bicara tentang trauma kolektif, tapi juga bicara tentang collective power yang bisa didapatkan dari perjalanan Pertiwi. Ini menjadi pengingat bahwa kita tidak sendiri. Kita bisa melewati ketidakadilan tersebut bersama-sama, semoga film ini bisa menjadi pengingat,” ucap Kamila Andini.
![]() |
| Kamila Andini, penulis dan sutradara film "Empat Musim Pertiwi" |
Kamila juga mengungkapkan bahwa di banyak kasus penyintas, ada perspektif yang sudah untuk mengetahi mana yang bisa dipercaya. Akhir dari film ini merupakan cara untuk menunjukkan apa yang terjadi pada Pertiwi dengan segala perspektifnya itu nyata. Kamila juga mengungkapkan bahwa setiap membuat cerita yang sistemik merasa harus memiliki akhir yang personal, harapan yang metaforik.
Film ini menyajikan pengalaman sinematik yang menjelajahi berbagai genre, termasuk drama suspense thriller, misteri, sampai sci-fi. Ifa Isfansyah sebagai produser memastikan pendekatan kreatif di film ini mendukung pengalaman mendalam yang membuat dapat merasakan perjalanan Pertiwi seutuhnya.
![]() |
| Ifa Isfansyah, produser film "Empat Musim Pertiwi" |
“Empat Musim Pertiwi sudah melalukan special screening dan saya merasakan dampak emosional yang di alami penonton. Di balik cinematic experience yang imersif, penonton merasa relate dengan situasi saat ini. Saya harap film ini bisa menyadarkan pentingnya untuk kita semua saling menjaga” ucap Ifa Isfansyah, produser film “Empat Musim Pertiwi”.
Baca juga: Film We Bury The Dead: Alur Lambat, Penuh Simbolis Makna
Selain Putri Marino, jajaran pemeran film ini mencakup Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, Totos Rasiti, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Ayub Antoh, dan almarhum Donikus.
![]() |
| Arya Saloka, pemeran Bisma dalam film "Empat Musim Pertiwi" |
Arya Saloka yang memerankan sosok Bisma, sahabat kecil Pertiwi mengungkapkan bahwa Bisma merupakan orang yang sangat paham kondisi di desanya. Namun, Bisma bukan orang yang mau bersuara, dia tahu kondisi tersebut tetapi cenderung tidak peduli. Hal tersebut mulai berubah setelah Pertiwi kembali ke desa tempatnya tinggal. Hana Malasan juga mengungkapkan mengenai karakter yang diperankannya, yaitu Niken, istri Bisma yang juga sahabat kecil Pertiwi.
![]() |
| Hana Malasan, pemeran Niken dalam film "Empat Musim Pertiwi" |
“Niken merupakan representasi perempuan yang bertahan dalam sistem dengan menjadi bagian dari sistem itu sendiri. Karakter Niken selalu berusaha untuk fit in dan menyenangkan semua pihak, ia pun tidak berani bersuara. Namun, kedatangan Pertiwi seperti menjadi cahaya bagi Niken,” ucap Hana Malasan
Film “Empat Musim Pertiwi” mengajak menyelami misteri di balik keindahan lanskap Bromo. Berlatarkan keindahan alam tersebut, ada perasaan resah yang timbul beriringan dengan perjalanan emosional Pertiwi. Pada penayangan terbatas, film “Empat Musim Pertiwi” disambut dengan anusiasme tinggi. Film ini juga terpilih mewakili Indonesia dalam kategori Best International Feature Film di Oscar 2027.
Pada 8 Oktober 2026, film ini juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Perjalanan film ini membuktikan kualitas sinematik dan penjelajahan Kamila Andini yang kian menemukan tempatnya di peta perfilman internasional. Sebelumnya, film ini tayang perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival (TIFF). Kemudian, film ini akan berlanjut ke Tokyo International Film Festival dan Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026.
Film “Empat Musim Pertiwi merupakan proyek terbesar Forka Film. Ko-produksi film ini melibatkan enam negara, yaitu Indonesia, Belanda, Prancis, Arab Saudi, Norwegia, dan Polandia. Film ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Oriflame juga turut menjadi sponsor film ini.

.jpg)
.jpg)








