Optimalkan AI, NVIDIA dan Mitra Gelar RTX AI PC Day Optimalkan AI, NVIDIA dan Mitra Gelar RTX AI PC Day ~ Teknogav.com

Optimalkan AI, NVIDIA dan Mitra Gelar RTX AI PC Day



Teknogav.com – NVIDIA bersama para mitra desktop dan laptop menyelenggarakan RTX AI PC Day di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi era AI dengan mengoptimalkan peran AI dalam mendukung produktivitas, kreativitas dan kecakapan gaming. Serangkaian perangkat Acer, ASUS, Axioo, Colorfu, Gainward, GIGABYTE, HP, INNO3D, Lenovo, MSI, Palit, dan ZOTAC GAMING memamerkan kebolehannya. NVIDIA mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk mengubah gagasan menjadi penelitian, aplikasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia mengungkapkan bahwa  RTX AI PC Day merupakan acara tahunan. Menurutnya, transformasi dari pengguna AI menjadi AI builder perlu dimulai dari kampus. Kolaborasi dengan UPH dalam menyelenggarakan RTX AI PC Day relevan untuk mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu membangun solusi inovatif.
Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia

“Dukungan teknologi NVIDIA RTX AI PC, memungkinkan mahasiswa mengeksplorasi ide, memperkuat riset, mendukung kreativitas, dan mengembangkan solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat,” ucap Adrian Lesmono.

Baca juga: NVIDIA Blackwell GeForce RTX 50 Series, Lebih Cepat, Hemat Memori  

Rizaldi Sistiabudi, BSE, MSc(Eng), PhD, Executive Dean of College of Emerging Science UPH mengungkapkan bahwa acara terselenggara atas kemitraan antar-industri. NVIDIA berkarya dan memiliki kantor di Indonesia, serta menjalankan kemitraan, termasuk kolaborasi industri dengan akademisi.

Rizaldi Sistiabudi, BSE, MSc.(Eng), PhD, Executive Dean of College of Emerging Science UPH

“Kami mengapresiasi NVIDIA atas kolaborasi melalui RTX AI Day yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa UPH untuk mengeksplorasi potensi AI secara lebih mendalam, sekaligus mendorong edukasi dan inovasi di lingkungan kampus. Bagi kami, AI bukanlah jalan pintas, melainkan teknologi yang dapat memperkuat kompetensi, pemahaman teori, dan keahlian yang telah dimiliki seseorang. Melalui dukungan teknologi seperti NVIDIA RTX AI PC, mahasiswa dapat mempercepat proses riset, mengembangkan ide, serta menghasilkan karya dengan kualitas yang makin mendekati standar industri. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami dan memanfaatkannya untuk menciptakan solusi inovatif lintas disiplin ilmu,” ucap Rizaldi Sistiabudi, BSE, MSc.(Eng), PhD.

Menurut Rizaldi AI membutuhkan data, kemajuan dari AI bergantung pada kemampuan talenta-talenta lokal di suatu daerah memanfaatkan teknologi tersebut. UPH berperan sebagai universitas pertama yang membuat fakultas AI, bukan sebagai program studio atau jurusan, tetapi membuat fakultas. Hal ini ditujukan karena AI dipandang sebagai teknologi yang penting. UPH juga berkolaborasi antara fakultas Artificial Data Engine dan Data Science dengan fakultas-fakultas lain seperti Hukum dan Kedokteran.

Teknologi Akal Imitasi (AI) ditempatkan kolaborasi ini sebagai sarana untuk mempercepat proses belajar, eksperimen dan mengembangkan inovasi di lingkungan kampus. Harapannya, mahasiswa dapat memanfaatkan kemampuan komputasi AI pada perangkat yang didukung GPU GeForce RTX 50 Series. Komputasi tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan model AI, memproses data, menciptakan konten dan membangun aplikasi lebih cepat dan efisien.

Tensor Cores khusus pada GPU GeForce RTX dapat mempercepat berbagai beban kerja AI di era AI ini. Ekosistem RTX AI PC juga mendukung lebih dari 1.000 aplikasi dan game berbasis AI. Aplikasi-aplikasi tersebut mencakup produktivitas, pengembangan aplikasi, desain 3D, produksi video, live streaming, AI generatif, dan gaming. Kemampuan untuk memproses AI secara lokal membantu dalam meningkatkan responsivitas dan menjaga data tetap berada di perangkat pengguna.

Baca juga: Inovasi Jajaran Perangkat Gaming ASUS ROG Diperkuat RTX 50 Series

Program GeForce Campus Leaders di UPH

NVIDIA menyelenggarakan program GeForce Campus Leaders bagi mahasiswa dan mahasiswi. Mereka yang terpilih berkesempatan mengembangkan proyek yang menjawab berbagai tantangan nyata di berbagai bidang dengan akselerasi AI dan komputasi GPU. Beberapa bidang tersebut mencakup kesehatan, ilmu komputer, pertanian, hingga pengembangan produk digital. 

Pada pelaksanaan program di UPH, NVIDIA bekerja sama dengan Acer untuk memberikan satu unit laptop Acer yang ditenagai GPU NVIDIA. Laptop yang ditenagai GeForce RTX 50 Series Laptop GPU tersebut diharapkan dapat menunjang pengembangan proyek-proyek selanjutnya.

Fransisca Maya, Head of Marketing Acer Indonesia

“Acer percaya bahwa penguasaan AI perlu dibangun melalui pengalaman langsung dalam bereksperimen, mencipta, dan memecahkan masalah. Melalui dukungan perangkat berperforma tinggi bagi GeForce Campus Leaders di UPH, kami berharap makin banyak talenta muda Indonesia berani mengeksplorasi teknologi dan melahirkan solusi berbasis AI yang dapat menghadirkan kehidupan yang lebih baik. Kami ingin mendukung mereka bukan hanya agar siap memasuki dunia industri, tetapi juga agar tumbuh sebagai inventor yang ikut membentuk masa depan,” ucap Fransisca Maya, Head of Marketing Acer Indonesia.

Tiga Mahasiswa UPH Kembangkan Purwarupa Berbasis AI

Pengembangan proyek tiga mahasiswa UPH mengangkat penelitian segmentasi polip, komputasi paralel sampai deteksi hama. Mereka memperlihatkan cara AI PC mendukung proses pengembangan di berbagai bidang ilmu. 

Richie Cedric Adrian dari program studi AI memanfaatkan Predator Helios 18 AI GeForce RTX 5090 untuk mendukung penelitian segmentasi polip. Proses pelatihan dan pengujian model dipercepat dengan kinerja GPU, kapasitas VRAM besar dan Tensor Cores.  Kemampuan tersebut memungkinkan Richie menjalankan eksperimen dengan lebih efisien dan fokus pada pengembangan metode dan evaluasi hasil penelitian.

Richie Cedric Adrian

“Modul kami itu tugasnya adalah mengekstraksi bayangan untuk diubah menjadi informasi yang bisa dipakai modelnya untuk meningkatkan keputusan yang dibuat. Pada riset, waktu yang paling banyak dipakai dalam AI adalah pada tahap pelatihan. Ketika AI model kami dilatih pada CPU tingkat atas memerlukan waktu satu hari untuk menjelaskan satu model AI. Ini sangat memakan waktu, apalagi kalau riset perlu cepat, diotak-atik atau diatur agar hasilnya memuaskan. Ketika dipindahkan ke RTX 5090 di Predator Helios 18 AI, waktu yang dibutuhkan menjadi satu jam 21 menit. Ini lebih cepat 14 hingga 16 kali lebih cepat daripada menggunakan CPU saja,” ucap Richie.

Annabel Kineta Jovinne Caron dari program studi Informatika menggunakan Predator Helios Neo 16 AI GeForce RTX 5070 untuk komputasi intensif. Perangkat tersebut digunakan untuk menjalankan komputasi paralel dan algoritma graf berbasis CUDA. Komputasi tersebut mencakup parallel benchmark dan kalkulasi matriks berskala besar. Kinerja yang stabil dan desain perangkat yang ringkas turut mendukung mobilitas dalam mengembangkan proyek tersebut.

Annabel Kineta Jovinne Caron

“Kita bisa lihat perbedaan komputasi GPU dan juga CPU, serta kenapa desain GPU di riset saya ini jauh lebih unggul. CPU memiliki empat sampai 32 core, ketika kita menghadapkan CPU pada algoritma Floyd-Warshall yang memiliki jutaan tugas, terlihat ada banyak antrean-antrean tugas yang harus dilakukan oleh CPU sehingga kewalahan karena antrean menjadi sangat panjang, terutama ketika kita ingin membuat peta dari simulasi yang makin akurat. CPU pun menjadi sangat lambat dan kelelahan. Saya pun menghadirkan GPU yang memiliki ribuan core, masing-masing core juga hanya bisa menjalankan satu tugas saja. Namun, karena adanya ribuan, maka bisa berjalan serentak sehingga waktu komputasi dan waktu eksekusi juga akan jauh lebih cepat,” ucap Annabel.

Bryan Daniel Angelino dari program studi Sistem Informasi menerapkan AI dengan Predator Triton 14 AI GeForce RTX 5070. Perangkat tersebut digunakan untuk mengembangkan SIPETIK, sistem deteksi hama berbasis YOLOv8. Deteksi hama bisa dilakukan secara real-time dengan mempercepat proses pelatihan dan inferensi menggunakan perangkat tersebut. Desain perangkat yang ringkas memudahkan Bryan untuk menjalankan kegiatan penelitian dan pengembangan produk.

Bryan Daniel Angelino

“Penggunaan RTX 5070 bisa memangkas waktu yang sangat panjang dari 6,3 jam menjadi hanya 1 jam 4 menit saja. Ini hasil yang sangat memukau untuk saya. Tikus yang bergerak secepat flash pun akan bisa terdeteksi oleh kamera,” ucap Bryan.

Paparan ketiga mahasiswa tersebut menunjukkan peran AI PC sebagai perangkat pengembangan lintas disiplin. Mahasiswa dapat mempercepat iterasi, menguji pendekatan dan membawa gagasan dari tahap konsep menjadi purwarupa dengan kemampuan komputasi AI secara lokal. Pengembangan lebih lanjut dari purwarupa tersebut pun bisa dilakukan.

Peran GeForce RTX 50 Series

GPU Laptop GeForce RTX 50 Series memungkinkan mahasiswa untuk menggunakan satu perangkat untuk berbagai kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan ini tidak sebatas pengembangan AI dan perangkat lunak STEM. GPU tersebut dapat mempercepat fine-tning model AI dan AI generatif, menjalankan proses desain 3D dan rendering, menyunting video dengan berbagai efek AI. Kualitas komunikasi juga bisa ditingkatkan dengan NVIDIA Broadcast, gaming pun lebih lancar dengan NVIDIA DLSS.

Baca juga: NVIDIA Dukung Mahasiswa Berinovasi Memanfaatan AI di Back to School

Pendekatan tersebut memungkinkan NVIDIA membantu mahasiswa memilih perangkat dengan kinerja yang sesuai. Selain itu, mereka bisa memperluas pemahaman mengenai cara AI PC menjadi alat untuk belajar, mencipta, bereksperimen dan membangun solusi baru. Berbagai pilihan laptop dan desktop GeForce RTX 50 Series dapat dibeli dengan penawaran menarik dari promo Back to School.

Share:

Artikel Terkini