Review Film Laut Bercerita (2026): Pesan Sejarah yang Mudah Dipahami Review Film Laut Bercerita (2026): Pesan Sejarah yang Mudah Dipahami ~ Teknogav.com

Review Film Laut Bercerita (2026): Pesan Sejarah yang Mudah Dipahami

Teknogav.com - Pal 8 Pictures mempersembahkan film "Laut Bercerita" yang merupakan alih wahana dari novel laris karya Leila S. Chudori. Film yang disutradarai Yosep Anggi Noen ini memiliki judul internasional, The Sea Speaks His Name. Kisah dalam film ini dapat menggambarkan kekelaman Orde Baru yang otoriter. World Premiere film tersebut telah dilangsungkan di Busan pada 11 Oktober 2026. Film ini berhasil meraih prestasi melalui kategori Main Competition atau Kompetisi Utama di ajang bergengsi Busan International Film Festival 2026.

Sinopsis 

Yogyakarta pada akhir era 1990-an, bukanlah kota yang penuh damai seperti sekarang. Suasana kampus dipenuhi ketegangan setelah penangkapan tiga mahasiswa akibat menyebarkan buku terlarang. Biru Laut (Reza Rahadian) pun memutuskan untuk bergabung dengan kelompok studi dan gerakan aktivis mahasiswa bernama Winatra. Biasa dipanggil Laut, karakter Biru Laut merupakan seorang mahasiswa sastra yang gemar membaca dan menulis.

Sumber: Pal8 Pictures

Baca juga: Pal8 Pictures Umumkan Jajaran Pemeran Film “Laut Bercerita” 

Laut bersama kawan-kawannya, Kasih Kinanti (Dian Sastrowardoyo), Daniel (Kevin Julio), Alex (Ben Nugroho), dan Sunu (Dewa Dayana) aktif menyuarakan perubahan. Mereka membela hak-hak petani dan memperjuangkan kebebasan berekspresi di tengah kekangan politik Orde Baru. 

Namun, kegiatan mereka yang kian membesar memicu ancaman besar bagi kaum penguasa. Hal ini menyebabkan Laut dan beberapa rekannya disergap dan  diculik pada suatu malam. Mereka dihilangkan secara paksa tanpa kabar. 

Sumber: Pal8 Pictures

Sang adik, Asmara Jati (Yunita Siregar), bersama kedua orang tua mereka (Arswendy Bening Swara dan Christine Hakim). Keluarga Laut menolak untuk melupakan dan terus menjalani pencarian panjang demi menuntut kepastian dan keadilan atas hilangnya Laut. 

Narasi Mudah Dipahami dan Bisa Dinikmati Banyak Orang

Sutradara Yosep Anggi Noen terlihat mampu keluar dari zona nyamannya melalui film "Laut Bercerita". Selama ini, Yosep cenderung nyaman dengan gaya arthouse yang penuh metafora (seperti di Istirahatlah Kata-Kata dan The Science of Fictions). Pada film Laut Bercerita, Yosep sengaja membuat pendekatan narasi yang lebih lugas, linier, dan komersial. Pendekatan tersebut memudahkan penonton awam dan generasi muda yang tidak mengalami masa perjuangan aktivis di era 1990an memahami pesan sejarah yang penting.  

Baca juga: Trailer dan Poster Film Laut Bercerita Resmi Dirilis

Sumber: Pal8 Pictures

Ada perbedaan signifikan film ini dengan novel aslinya yang menggunakan kilas balik di antara rentang waktu 1990an. Film ini menggunakan alur linier yang memudahkan penonton awam yang belum membaca karya asli Leila. Penonton akan dihantar ke awal masa pergerakan Winatra di Seyegan, Yogyakarta pada tahun 1991. Peristiwa kemudian berlanjut ke Blangguan, Ciputat, Tebet, hingga ke Rusun Klender di tahun 1998. Memang ada perubahan minor terkait tempat dan narasi, tapi sama sekali tak mengubah cerita aslinya yang menggunakan dua perspektif.

Sinematografi Menawan dengan Konsistensi Penyuntingan

Satu hal yang menuai pujian dari film ini adalah sinematografinya yang menawan. Penggunaan cahaya dengan tone temaram, berhasil memperlihatkan atmosfer mencekam di sepanjang film. Tone ini mempertegas rasa takut melalui siluet bayangan, terlebih saat mereka bersembunyi dari kejaran oknum bersenjata yang mengincar mereka. Salah satunya adalah ketika mereka di Blangguan.

Selain visualisasi yang menawan, penyuntingan film ini juga efektif dan konsisten di sepanjang film. Latar tahun demi tahun bergulir tanpa kehilangan esensi narasinya. Konklusinya ditutup dengan memasukkan rekaman lawas yang mengingatkan kita pada masa reformasi 1998. Namun hal paling berkesan adalah ketika para keluarga korban hilang diabadikan melalui foto bersama. Visualisasi tersebut menutup karya yang indah ini menjadi ingatan kolektif bagi mereka yang mengalaminya.

Baca juga: Review Film Djamin Setia Selamanya: Biopik Pahlawan yang Digarap Sempurna

Kesimpulan

Laut Bercerita merupakan refleksi diri bagi banyak orang menganggap diri mereka aktivis hanya lewat media sosial. Film ini memberikan tamparan realitas mengenai bahaya, konsekuensi berat yang harus dihadapi, dan perjuangan fisik dalam melawan rezim berkuasa. Kekejaman dari rezim tersebut bahkan sampai menelan korban.

Secara elegan, film ini tak hanya menyoroti perjuangan politik dan kekerasan dalam melakukan aksi. Namun film ini juga menekankan jalinan persahabatan yang penuh luka batin, cinta, serta keteguhan keluarga yang hidup dalam ketidakpastian. 

Film Laut Bercerita akan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.

Sutradara: Yosep Anggi Noen

Pemeran: Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara

Durasi: 134 Menit

Skor: 9.0/10

Share:

Artikel Terkini