
Teknogav.com – Nama Kōji Shiraishi sudah tak asing bagi pecinta horor Jepang atau biasa disebut J-Horror, terutama di genre mockumentary dan found-footage. Shiraishi kembali melalui film terkininya, “Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki” yang akan tayang di Indonesia pada 16 Oktober 2026. Sebelumnya, Shiraishi telah sukses besar melalui mahakarya lawasnya, Noroi: The Curse (2005).
“Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki” dikenal secara internasional dengan judul About a Place in the Kinki Region (2025). Film ini merupakan alihwahana dari novel horor internet karya Sesuji yang viral pada tahun 2023. Keunikan film ini adalah penggabungan tren cerita creepypasta modern dengan gaya dokumenter investigatif analog yang mentah. Hasilnya, suatu sajian visual yang sukses membangun rasa tidak nyaman saat menonton film ini sejak menit pertama.Baca juga: Perumahan Laddaland, Mimpi Borjuasi yang Membusuk di Balik Perumahan Mewah
Sinopsis
Cerita berfokus pada dua orang rekan kerja, Yusei Ozawa (Eiji Akaso) dan Chihiro Seno (Miho Kanno). Editor majalah mereka mendadak hilang secara misterius saat sedang menyelidiki rumor di wilayah Kinki. Mereka pun berusaha menyisir arsip tua di ruang bawah tanah kantor mereka untuk mencari petunjuk mengenai hilangnya editor tersebut.

Pencarian ini membawa mereka ke suatu kotak pandora berisi pecahan media digital dan analog. Petunjuk demi petunjuk dirunut dari rekaman VHS usang, file di flash disk misterius, potongan klip ponsel, dan utas forum internet. Semua media tersebut merujuk pada rangkaian kejadian okultisme mengerikan dan satu entitas terkutuk yang sama. Bisakah kasus misterius ini akhirnya dipecahkan?
Baca juga: Film “Labinak: Mereka Ada di Sini” Bangkitkan Kesakralan dengan Audio
Narasinya Menarik dengan Gaya Investigatif Supranatural
Hal menarik yang perlu mendapat perhatian adalah betapa menariknya narasi yang disajikan. Koji seolah mengajak penonton berinteraksi dengan permasalahan yang muncul di film. Gaya penceritaannya fragmentaris menggunakan beberapa media seperti kaset VHS, flash disk, klip ponsel, kisah horor internet yang memuat urban legend. Semua unsur tersebut membuat film ini memiliki kisah misteri hilangnya sang editor yang terasa original dan belum bisa dipecahkan.

Desain Audionya Mencekam dengan Jumpscares Organik
Salah satu ciri khas Koji yang membuat filmnya begitu terkenal adalah bagaimana dia mendesain suara yang membuat penonton ketakutan. Suara minimalis terdengar sayup-sayup, seperti suara misterius "Oi" yang muncul berulang disertai desain audio yang terdengar ganjil untuk memicu paranoia. Tak hanya desain audionya yang membuat penonton ketakutan, tapi Koji juga menyelipkan beberapa jumpscares yang terasa organik dan tak dipaksakan.
Baca juga: Film ‘Other’ Ungkap Misteri Rumah Berpengamanan Canggih dari Rekaman Video
Konklusi dengan Entitas Mengagumkan
“Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki” menghadirkan konklusi dengan cara mengagumkan. Kurang lebih di 20 menit terakhir, Kinki memperlihatkan desain entitas bergaya surealis sekaligus abstrak. Alih-alih menggunakan hantu film standar khas Jepang yang berambut panjang dan menutupi wajah, film ini memperkenalkan entitas dengan bentuk abstrak. Kemunculan entitas surealis ini mengingatkan kita pada karya Junji Ito seperti Uzumaki atau Gyo.

Film ini juga disebut memiliki kesamaan gaya dengan Trevor Henderson, seorang illustrator Kanada yang mempunyai gaya found-footage bertema makhluk misterius. Lebih jauh lagi, Henderson sendiri adalah penggemar berat karya Koji Shiraishi. Film favoritnya termasuk Noroi: The Curse, dan About a Place in the Kinki Region (2025).
Kesimpulan
Walaupun banyak sekali kelebihan dari “Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki”, tak dipungkiri kalau film ini mempunyai beberapa kelemahan. Salah satunya adalah eksposisinya yang terlalu gamblang. Berbeda dari film Koji sebelumnya seperti Noroi yang membiarkan misterinya tetap abu-abu. Perubahan format film sering berpindah, dari found-footage ke sinematografi konvensional, cenderung menurunkan imersi dan tensi ketegangan yang susah payah dibangun.

Satu hal lagi ada pada premisnya yang terlalu generik dan pasaran di J-Horror klasik. Formula tentang media rekaman yang dikutuk dan investigasi jurnalisme sebenarnya sudah sangat sering dieksplorasi. Penggunaan formula ini membuat pola cerita seperti Kinki terasa familiar bagi penggemar horor. Terlepas dari kekurangannya, “Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki” menyuguhkan kebaruan bagi penonton Indonesia yang sering dicekoki urban legend lokal. Film ini menyuguhkan horor investigatif supranatural bergaya found-footage dengan entitas surealis yang sangat mind blowing.

Sutradara: Kōji Shiraishi
Pemeran: Miho Kanno, Eiji Akaso, Atom Shukugawa, Kyo Sato, Nose Rin, Keisaku Kimura, Atsuki Yamada, Rio Kanno, Yuko Fukui, Chika Kuboyama
Durasi: 104 menit
Skor: 7.5/10






