Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan

Selama Tahun 2025 Terdapat 14.909.665 Ancaman Web di Indonesia

Teknogav.com - Indonesia merupakan salah satu pasar sasaran terbesar penggunaan teknologi Akal Imitasi (AI). Data Oxford Insight, menunjukkan tingkat kesiapan Indonesia untuk penggunaan AI mencapai 65,85%, terutama di bidang pemerintahan dan data. Sayangnya, pertumbuhan penggunaan AI yang pesat ini tak hanya mengubah ekosistem digital, tetapi juga memicu peningkatan skema kejahatan siber.

Share:

Hati-hati Jelang Arirang World Tour, Penggemar BTS Jadi Incaran Penipu

Teknogav.com - Baru-baru ini BTS telah mengumumkan tur dunia tahun 2026, yaitu "Arirang". Sejak saat itu, banyak situs web palsu yang meniru platform fandom resmi BTS, Weverse untuk memikat penggemar yang tidak waspada. Para peneliti Kaspersky menemukan kampanye penipuan tersebut bertujuan agar penggemar terkecoh membeli tiket keanggotaan.

Share:

Ngeri, Malware Keenadu Bisa Terpasang Otomatis pada Perangkat Baru Android

Teknogav.com - Malware baru yang menyerang perangkat Android berhasil dideteksi Kaspersky dan diberi nama Keenadu. Penyebaran malware ini dilakukan dalam berbagai bentuk, bahkan bisa diunduh dari toko aplikasi resmi seperti Google Play. Ngerinya, malware ini bisa diinstal langsung ke firmware perangkat dan menempel di aplikasi sistem.

Share:

Serangan Email Berbahaya Tahun 2025 Tumbuh 15%



Teknogav.com – Selama tahun 2025, telemetri Kaspersky menunjukkan bahwa sebanyak 44,99% email dari lalu lintas global berisi spam. Selain mencakup email yang tak diinginkan, spam juga berisi ancaman email seperti penipuan, phishing, dan malware. Lebih dari 144 juta lampiran email berbahaya dihadapi oleh individu dan pengguna korporat di tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat 15% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Share:

Mayoritas Organisasi di Indonesia Lebih Suka Outsourcing dalam Membangun SOC


Teknogav.com – Alih daya (oursourcing) menjadi pilihan banyak perusahaan, terutama di Asia Pasifik (APAC) untuk membangun Pusat Operasi Keamanan (Security Operation Centre/SOC).  Organisasi mempertimbangkan kembali cara membangun dan mengoperasikan SOC seiring dengan kian canggihnya ancaman siber. Kaspersky melakukan survei global meyeluruh untuk mengidentifikasi motivasi utama, tujuan strategis dan potensi terkait dengan perencanaan dan penerapan outsourcing tersebut.

Share:

Tips Kelola Agen AI untuk Hindari Layanan Pelanggan yang Buruk



Teknogav.com – Kini makin banyak organisasi yang menggunakan agen AI, sayangnya AI otonom ini dapat melakukan kerusakan aktual di organisasi. Beberapa kerusakan yang dapat ditimbulkan mencakup buruknya layanan pelanggan dan hancurnya basis data utama perusahaan. Agen AI menciptakan masalah tata kelola yang besar bagi CIO dan CISO. Tanpa campur tangan manusia, agen AI mengambil keputusan, menggunakan alat, dan memproses data sensitif. Padahal banyak alat TI dan keamanan standar organisasi tidak mampu mengendalikan AI.

Share:

Waspada Adanya Penipuan dengan Fitur Team Invitation OpenAI



Teknogav.com – Fitur undangan grup (team invitation) dan undangan tim OpenAI ternyata bisa dimanffaatkan untuk mengirim email spam dari alamat resmi OpenAI. Celah ini berpotensi dimanfaatkan untuk mengelabui untuk mengklik tautan peipuan atau menghubungi nomor telepon palsu yang dicantumkan dalam email tersebut. Modus penipuan yang memanfaatkan platform OpenAI tersebut berhasl dideteksi oleh Kaspersky.

Share:

Kaspersky Prediksi Cara AI Timbulkan Ancaman dan Pertahanan Siber



Teknogav.com - Tren  penggunaan Akal Imitasi (AI) yang begitu pesat dalam alur kerja sehari-hari ternyata juga membuka celah ancaman. Hasil survei Kaspersky menunjukkan bahwa 78% profesional di kawasan Asia Pasifik (APAC) sudah menggunakan AI setidaknya setiap minggu. Angka tersebut lebih tinggi dari 72% secara global. Hal tersebut menekankan pesatnya adopsi AI yang luas di APAC dalam alur kerja sehari-hari.

Share:

Pelanggan Belanja Online di Indonesia Yakin Dapat Mengenali Penipuan Siber

Teknogav.com  – Kaspersky menggelar survei untuk meneliti praktik keamanan siber yang dilakukan pelanggan selama berbelanja online. Hasil survei mengungkapkan bahwa 97% responden memiliki tingkat kesadaran substansial mengenai risiko keamanan siber. Sejumlah 65% konsumen belanja online meyakini kemampuannya untuk mengenali penipuan secara mandiri. Fenomena ini dianggap pakar keamanan siber sebagai risiko besar bagi pelaku belanja online

Share:

Waspada, Teknologi Baru Picu Ancaman Sektor Telekomunikasi Tahun 2026

Teknogav.comBuletin Keamanan Kaspersky mengungkap faktor-faktor yang membentuk keamanan siber telekomunikasi di tahun 2025 dan apa yang berlanjut di tahun 2026. Kegiatan Advanced Persistent Threat (APT), pelanggaran pada rantai pasokan, gangguan DDoS dan penipuan berbasis kartu SIM terus mengancam operator telekonunikasi. Risiko operasional tambahan juga muncul dipicu oleh penerapan teknologi yang lebih baru.

Share:

Pemblokiran Kegiatan Ilegal di Telegram Picu Penjahat Siber Pindah Platform



Teknogav.com – Aplikasi perpesanan seperti Signal, Telegram, WhatsApp dan lain-lain kerap dimanfaatkan untuk tujuan ilegal. Lebih dari 800 kanal Telegram pemilik penjahat siber yang diblokir selama periode 2021 sampai 2024 dipantau Kaspersky Digital Footprint Intelligence. Platform tersebut masih dimanfaatkan berbagai kegiatan ilegal, tetapi ekosistemnya menjadi lebih menantang bagi pelaku ancaman siber yang berkelanjutan.

Share:

Waspada, Banyak Serangan Siber Manfaatkan Aplikasi VPN sebagai Kedok


Teknogav.com – Peduli terhadap privasi ternyata tidak lantas menjadikan aman terhadap ancaman siber. Kaspersky mendeteksi lebih dari 15 juta percobaan serangan yang menyamar sebagai aplikasi VPN selama Oktober 2024 sampai September 2025. Aplikasi VPN palsu atau yang sudah diretas dapat mengirim malware dan perangkat lunak berbahaya. Perangkat lunak tersebut dapat menyusupkan adware sampai trojan yang bisa mencuri data dan membuka akses jarak jauh kepada penyerang.

Share:

Jumlah File Berbahaya Tahun 2025 Meningkat 7% Jadi 500.000 File/Hari

Teknogav.com – Kaspersky Security Bulletin yang membahas tren-tren utama keamanan siber selama setahun. Salah satu temuannya mengungkapkan bahwa rata-rata 500.000 file berbahaya per hari terdeteksi selama tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan global juga dialami beberapa jenis ancaman, yaitu pencuri kata sandi 59%, spyware 51% dan backdoor 6% dibandingkan tahun 2024. Sasaran utama serangan siber tahun 2025 adalah Windows dengan 48% pengguna yang menjadi sasaran, sedangkan pengguna Mac mencapai 29%.

Share:

Galaxy S25 FE Sunting Foto ala Profesional dengan Gemini AI


Teknogav.com
– Samsung Galaxy S25 FE merupakan perangkat mobile yang bisa memenuhi kebutuhan kapabilitas tinggi. Fitur-fitur Akal Imitasi (AI) yang terintegrasi menjadikan smartphone ini mitra yang pas untuk menghasilkan foto berkualitas langsung dari genggaman tangan. Kemampuan ini menjadikan Galaxy S25 FE sebagai smartphone yang ideal bagi kreator digital, pelajar, pekerja profesional sampai pengguna umum. Proses penyuntingan foto tidak lagi membutuhkan perangkat tambahan atau perangkat lunak profesional dengan Galaxy S25 FE. Seluruh tahap, mulai dari pengambilan gambar, sampai penyempurnaan visual bisa dilakukan dengan satu perangkat secara cepat, mudah dan aman.
Share:

Game dan Toko Online Jadi Sasaran Utama Serangan Siber Tahun 2025

Teknogav.com – Selama tahun 2025 ini, lebih dari 20 juta serangan yang menargetkan platform game telah berhasil dideteksi Kaspersky. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa platform game masih menjadi sasaran utama serangan siber sepanjang tahun. Laporan Kaspersky juga mengungkapkan bahwa periode belanja musiman masih dimanfaatkan penjahat siber untuk menyebar halaman phishing dan promo palsu. Tujuan phishing tersebut adalah untuk mengumpulkan informasi pribadi dan pembayaran.

Share:

Galaxy S25 FE Dukung Persiapan Wawancara Kerja dengan Gemini AI


Teknogav.com - Persaingan di dunia kerja makin ketat, sehingga perlu persiapan matang yang lebih cerdas dan adaptif saat akan wawancara kerja. Nah, seluruh persiapan bisa dengan mudah disusun menggunakan aplikasi Gemini AI di Samsung Galaxy S25 FE. Mulai dari latihan tanya jawab, penelitian sampai analisis bisa dilakukan secara real-time dengan Gemini AI, berikut ini pembahasan beberapa triknya.

Share:

Botnet “Tsundere” Targetkan Pengguna Windows dengan Penginsal Berkedok Pengaturan Game



Teknogav.com – Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky (GReAT) menemukan botnet baru buatan aktor ancaman yang muncul kembali Juli 2025. Penyerang memikat korbannya menggunakan penginstal MSI berkedok pengaturan game palsu untuk game populer, terutama Valoran, CS2 dan R6x. Saat ini botnet berkembang dan menjadi ancaman aktif bagi pengguna Windows. Kaspersky mendeteksi botnet ini di Meksiko, Chili, Rusia dan Kazakhstan.

Share:

Waspada Email Penipuan Bermodus Pelanggaran Data Pribadi yang Memicu Kepanikan


Teknogav.com – Penipuan pemerasan melalui email makin terarah dengan memasukkan detail pribadi seeperti nama lengkap dan nomor telepon agar terlihat kredibel. Tentunya hal ini akan memicu kepanikan karena penipu berpura-pura sebagai peretas yang mengancam untuk menyebarkan data pribadi. Penipu juga bisa menyamar sebagai lembaga penegak hukum yang mengedarkan surat panggilan palsu, bahkan sebagai pembunuh bayaran yang meminta tebusan. Biasanya email ancaman tersebut menggunakan teknik untuk menghindari filter email dan solusi keamanan lainnya. Fenomena ini menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan.

Share:

Serangan Spyware terhadap Organisasi Indonesia Meningkat di Semester I 2025

Teknogav.com – Solusi Kaspersky untuk perusahaan telah berhasil memblokir 85.560 serangan spyware yang menargetkan organisasi di Indonesia selama Januari-Juni 2025. Jumlah serangan tersebut setara dengan rata-rata 475 serangan per hari. Jika dibandingkan 52.705 serangan pada periode yang sama tahun 2024, maka terjadi peningkatan jumlah sebesar 64,2%.

Share:

Kaspersky Mendeteksi Aktivitas APT Baru Mysterious Elephant di Asia Pasifik

 

Teknogav.com – Ancaman Persisten Tingkat Lanjut atau Advanced Persistent Threats (APT) ‘Mysterious Elephant’ melancarkan kampanye baru yang menjadikan entitas pemerintahan sebagai sasarannya. Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky (GReAT) berhasil mengidentifikasi kampanye baru tersebut pada awal tahun 2025. APT ‘Mysterious Elephant’ melancarkan serangan pada entitas pemerintahan dan organisasi urusan luar negeri di Asia Pasifik. Negara-negara yang menjadi fokusnya mencakup Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, Nepal, Sri Lanka dan lain-lain. 

Share:

Artikel Terkini