
Teknogav.com – Kaspersky menggelar survei untuk meneliti praktik keamanan siber yang dilakukan pelanggan selama berbelanja online. Hasil survei mengungkapkan bahwa 97% responden memiliki tingkat kesadaran substansial mengenai risiko keamanan siber. Sejumlah 65% konsumen belanja online meyakini kemampuannya untuk mengenali penipuan secara mandiri. Fenomena ini dianggap pakar keamanan siber sebagai risiko besar bagi pelaku belanja online.
Sejumlah 42% responden memakai solusi keamanan untuk melindungi pembayaran dan memblokir tautan berbahaya. Mereka setidaknya menerapkan beberapa langkah untuk melindungi transaksi digital mereka. Sayangnya, kurang dari setengah dari jumlah responden memakai solusi keamanan khusus untuk memblokir upaya phishing dan melindungi transaksi pembayaran.Baca juga: Tips Aman Berbelanja Online di Liburan Akhir Tahun
Hanya 32% dari jumlah responden yang berusia 55 tahun ke atas benar-benar memakai perangkat lunak keamanan ketika berbelanja online. Di Indonesia, 58% pengguna mengakui menggunakan solusi keamanan untuk melindungi pembayaran online mereka dan memblokir tautan phishing.
Selama setahun belakangan, Kaspersky berhasil mengidentifikasi hampir 6,7 juta serangan phishing yang menyamar sebagai toko online, sistem pembayaran dan perbankan. Sejumlah 55,6% dari serangan tersebut menjadikan konsumen belanja online sebagai sasarannya.
Baca juga: Game dan Toko Online Jadi Sasaran Utama Serangan Siber Tahun 2025
Biasanya mereka waspada terhadap potensi tanda-tanda peringatan berikut ini:
- Tautan mencurigakan atau desain situs web yang tidak biasa (65%)
- verifikasi keaslian penjual (62%)
Pakar Kaspersky menekankan bahwa praktik-praktik tersebut hanya merupakan strategi perlindungan dasar, walau memang merupakan langkah-langkah perlindungan penting saat berbelanja online. Namun, langkah-langkah tersebut bukan pencegahan penipuan menyeluruh yang disediakan solusi keamanan.
Baca juga: Tips Aman dan Nyaman Belanja Online Selama Liburan Hari Raya
Temuan dalam hasil survei Kaspersky menunjukkan bahwa 83% pelanggan belanja online meyakini kemampuannya untuk mengenali penipuan sendiri. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan angka global, yaitu 65%. Sementara, di Indonesia, hanya 58% pengguna yang mengaku menggunakan solusi keamanan untuk melindungi pembayaran online dan memblokir tautan phishing.
Sejumlah 33% partisipan survei melakukan langkah-langkah perlindungan dalam berbelanja online dengan menggunakan kartu kredit terpisah untuk pembelian digital. Sementara, 26% partisipan menggunakan alamat email terpisah untuk mendaftar di toko online yang tidak dikenal.
Persentase partisipan di Indonesia yang berkonsultasi dengan teman dan kerabat sebelum berbelanja mencapai 37%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan persentase global sebesar 30%. Pilihan keamanan tersebut sangat populer di kalangan generasi muda, yaitu mencapai 37%. Langkah tersebut justru kurang populer di kalangam senior, yaitu hanya 21%.
“Sepanjang tahun ini, kami mengamati bahwa pebelanja online secara konsisten menjadi salah satu target paling diinginkan oleh penipu. Selama periode diskon misalnya, penipuan mereka dapat menjadi lebih meluas. Namun, kewaspadaan sangat penting, tetapi melindungi diri sendiri membutuhkan lebih dari sekadar kesadaran. Sangat mengkhawatirkan bagaimana penipu sekarang menggunakan AI untuk membuat upaya phishing yang lebih canggih dan tertarget sehingga makin sulit dikenali pengguna biasa,” ucap Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky.
Tips Aman Berbelanja Online
Musim berbelanja merupakan waktu puncak bagi para penipu online melancarkan aksinya. Kaspersky memberikan beberapa tips berikut ini untuk melindungi diri dari ancaman:- Jangan pernah menyimpan detail kartu kredit lengkap di situs web kecuali benar-benar diperlukan
- Pertimbangkan untuk menggunakan kartu pembayaram terpisah khusus untuk pembelian online. Atur peringatan transaksi di rekening bank dan kartu kredit Anda.
- Waspada terhadap "penjualan kilat/flash sale" yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Waspadai situs web yang mendesak untuk membuat keputusan cepat, dan hati-hati terhadap penjual yang menolak pengembalian atau penukaran.
- Pakai kata sandi yang berbeda untuk setiap akun online dan aktifkan autentikasi dua faktor jika memungkinkan
- Terapkan solusi keamanan dengan komponen anti-phishing yang kuat. Salah sayu solusi yang dapat digunakan adalah Kaspersky Premium yang menerima sertifikasi 'Approved' tahunan dari laboratorium pengujian terkemuka AV-Comparatives pada tahun 2025. Sertifikasi ini diberikan kepada Kaspersky Premium karena berhasil mendeteksi 93% tautan phishing, menunjukkan kemampuan anti-phishing dan dukungan teknologi AI. Selain itu, Kaspersky juga berkomitmen untuk melindungi kehidupan digital dan privasi pengguna.
- Tetap ikuti perkembangan teknik phishing terkini karena para penipj terus mengembangkan metode mereka. Langkaj ini dapat membantu mengenali dan menghindarinya. Salah satu sumber informasi untuk mengikuti perkembangan ancaman siber adalah blog keamanan Kaspersky






