Vermouth Reference Power Cord, Kabel Dayanya Audiofil (Review 2) Vermouth Reference Power Cord, Kabel Dayanya Audiofil (Review 2) ~ Teknogav.com

Vermouth Reference Power Cord, Kabel Dayanya Audiofil (Review 2)



Teknogav.com - Sebelumnya kami telah memuat hasil review Vermouth Reference Power Cord yang dilakukan Marcin Olszewski dari Soundrebels. Nah, kali ini review dilakukan Jacek Pazio dari Soundrebels, terhadap produk yang sama, yaitu Vermouth Reference Power Cord. Yuk simak review berikut ini.

Vermouth Reference Power Cord (sumber: Soundrebels)
Indonesia, khususnya Bali tak hanya merupakan tujuan liburan yang eksotis, namun juga tanah kelahiran merek dengan kabel audio yang fantastis. Yup! Vermöuth Audio menawarkan kabel audio dengan rasio harga terhadap kinerja yang luar biasa. Kali ini yang akan diuji adalah kemampuan sonik Kabel Daya Referensi Vermöuth.
Tampilan kabel daya referensi audio dari Vermöuth ini mirip kabel sinyal. Ini berarti konduktor dengan berbagai ketebalan dipintal sesuai spesifikasi khusus dan dibuat dari tembaga UPOCC. Konduktor tersebut kemudian dimasukkan ke dalam selubung putih dengan benang abu-abu tua. Elemen terakhir yang hampir sama adalah colokan serat karbon yang sangat panjang, bersertifikat, FI-28 dan FI-38 dari Furutech. Kabel yang bagus ini ditempatkan dalam tas linen yang disertai sertifikat keaslian. Semuanya dikemas dalam kotak karton yang bagus.
Paket Vermouth Reference Power Cord (sumber: Soundrebels)
Kabel Daya Referensi Audio Vermöuth ini cukup fleksibel. Hal ini penting ditekankan di era pembuatan kabel dengan isolator luar yang semakin kaku. Fleksibilitas Kabel Daya Referensi Audio Vermöuth ini memungkinkan untuk digunakan pada kondisi ruangan yang sangat sulit. Tentunya ini menjadi angin segar bagi penikmat musik dalam ruangan kecil.

Sistem yang digunakan pada pengujian

  • CD: CEC TL 0 3.0 + Reimyo DAP – 999 EX Limited TOKU
  • Preamplifier: Robert Koda Takumi K-15
  • Power amplifier: Reimyo KAP – 777
  • Loudspeakers: Trenner & Friedl “ISIS”
  • Speaker Cables: Tellurium Q Silver Diamond, Statement
  • IC RCA: Hijri „Million”
  • IC XLR: Tellurium Q Silver Diamond
  • Digital IC: Harmonix HS 102
  • Power cables: Harmonix X-DC 350M2R Improved Version, Furutech NanoFlux NCF Furutech DPS-4 + FI-E50 NCF(R)/ FI-50(R), Hijiri Nagomi
  • Meja: SOLID BASE VI
  • Aksesori: Harmonix TU 505EX MK II, Stillpoints ULTRA SS, Stillpoints ULTRA MINI, antivibration platform by SOLID TECH, Harmonix AC Enacom Improved for 100-240V, Harmonix Room Tuning Mini Disk RFA-80i
  • Papan distribusi daya: Power Base High Eend
  • Acoustic treatments by Artnovion
  • Analog stage:
  • Drive: SME 30/2
  • Arm: SME V
  • Cartridge: MIYAJIMA MADAKE
  • Phonostage: RCM THERIAA
sistem pengujian Vermouth Reference Power Cord (sumber: Soundrebels)

Pengujian Kabel Daya Referensi Audio Vermöuth

Berdasarkan pengamatan Jacek Pazio, pengaruh suara kabel yang diuji menekankan aspek suara yang berbeda. Tetapi pada saat yang sama tidak mengubah semua kualitas yang sudah menjadi ciri khasnya. Kabel ini hanya membuat beberapa koreksi terhadap apa yang telah ditunjukkan oleh kabel lain.

Sistem pengujian (sumber: Soundrebels)

Lalu koreksinya apa? Nah, setelah mencolokkan kabel daya ke sistem pengujian, spektrum suara bagian bawah berubah. Energik dan clarity yang menjadi satu, menghasilkan reproduksi yang lebih baik, membuat suara panggung tetap lapang. Memang tak perlu bersikukuh bahwa semua genre seperti hard rock dari Percival Schuttenbach, atau Jazz-nya John Zorn menjadi lebih bagus. Tapi, seperti yang sering terjadi dalam hidup, selalu ada sesuatu yang dibayar untuk perubahan.

Kontur bass ditingkatkan tanpa mengganggu midrange, sehingga suara yang dihasilkan netral. Jangan khawatir bagi penggemar merek ini, perubahan itu sangat halus, dan tidak memengaruhi tampilan umum.

Jacek Pazio berpendapat bahwa kabel Daya Referensi Audio Vermöuth ini ideal. Ketika menikmati repertoar musik yang dicintainya sepenuh jiwa, misalnya musik gereja karya Claudio Montercerdi, tak terasa efek samping apa pun. Jadi apa kesimpulannya? Bisakah kita menyatukan kecepatan dan penurunan yang tidak pernah berakhir? Ya bisa! Setidaknya saat menggunakan kabel Audio Vermöuth.
kabel saat dicolokkan (sumber: Soundrebels)
Kabel asal Indonesia ini mampu menjaga separasi suara, sekaligus menjaga saturasi yang baik dan bass yang bulat. Reproduksi suara diterjemahkan sebagaimana mestinya, nada-nada musik mengalir jernih. Entah bagaimana Vermöuth bisa menggabungkan hal-hal itu, tapi beginilah pengamatan selama beberapa minggu bermain dengan Kabel Daya Referensi Vermöuth. Pengamatan ini dilakukan dengan mencolokkan kabel tersebut ke preamplifier atau power amplifier yang digunakan untuk menguji.

Kesimpulannya, Kabel Daya Referensi Audio Vermöuth memiliki nuansa yang sedikit berbeda dengan kabel interkoneksi. Kendati demikian masih dalam estetika suara yang sangat mirip. Secara konsisten terasa banyak napas dalam musik di telinga. Satu-satunya aspek yang menjadi catatan adalah pengaruh midrange yang kurang perspektif di seluruh suara, bersama dengan bass yang pendek. Pada akhirnya ini dapat menjadi perspektif subjektif bagi pecinta musik. Jika tidak percaya, sebaiknya coba sendiri menggunakan kabel ini.
Sumber : SoundRebels
Share:

Follow by Email