Boom Rancang Pesawat Supersonik Overture dengan Komputasi AWS Boom Rancang Pesawat Supersonik Overture dengan Komputasi AWS ~ Teknogav.com

Boom Rancang Pesawat Supersonik Overture dengan Komputasi AWS


Teknogav.com – Pada ajang AWS re:Invent dipaparkan inovasi solusi yang ditawarkan AWS, termasuk penerapannya oleh perusahaan-perusahaan. Salah satu pembicara pada ajang tersebut adalah Blake Scholl, pendiri dan CEO Boom. Boom merupakan perusahaan penerbangan yang menghadirkan penerbangan supersonik komersial dengan melakukan transformasi revolusional sampai saat ini. Perusahaan yang berpusat di Denver tersebut menggunakan data dan komputasi dengan cara yang inovatif.

Perjalanan dengan pesawat kini sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan modern., sehingga industri penerbangan sangat membutuhkan inovasi. Pesawat jet yang menggunakan mesin turbojet telah dibuat lebih dari 6 dekade lalu. Selama 60 tahun, waktu perjalanan dari Tokyo Jepang ke Seattle Amerika Serikat membutuhkan waktu 9 jam.

Baca juga: AWS Ungkap Pencapaian Tahun 2020 dan 8 Tips Kunci Reinvent

Boom memiliki visi untuk membuat dunia lebih dapat diakses secara dramatis dengan merancang dan membangun Overture. Pesawat supersonik dengan kecepatan dua kali lebih cepat dari penerbangan saat ini dan rencananya akan diluncurkan pada tahun 2025. Ini berarti perjalanan dari Tokyo, Jepang ke Seattle, Amerika Serikat hanya membutuhkan waktu 4,5 jam. Demikian juga perjalanan dari New York, Amerika Serikat ke London, Inggris yang hanya perlu waktu 3,5 jam. Harapannya akhir dekade ini jutaan traveler harian dapat mendapatkan manfaat penerbangan supersonik tersebut.

Kecepatan membuka kemungkinan baru, untuk hubungan manusia dan bisnis. Perusahaan rintisan dapat membuat revolusi dalam hal kecepatan berkat keberadaan komputasi canggih. Hal ini menjadi alasan para maskapai utama seperti Rolls Royce, Japan Airlines dan U.S. Air Force merupakan mitra Boom. 

Blake Scholl, pendiri dan CEO Boom

 “Dua puluh tahun lalu saya membuat dua tonggak sejarah sebagai lulusan baru. Saya memulai pekerjaan pertama saya di Amazon sebagai software engineer. Saya mendapat pelajaran penerbangan hanya beberapa bulan di Boeing Field. Di sekitar waktu yang sama, Amazon membangun layanan web dasar yang kemudian menjadi AWS. Ini merupakan masa depan baru dari komputasi di lintas semua industri. Saya tak pernah memprediksi inovasi cloud computing yang terjadi di Amazon dan AWS dapat mengubah cara terbang secara fundamental. Boom merancang dan membangun pesawat tercepat dan paling berkelanjutan di dunia menggunakan komputasi,” ucap Blake Sholl. 

Komputasi berkinerja tinggi merupakan kunci dalam era baru perancangan pesawat, ini merupakan alasan Boom menggunakan layanan AWS. AWS merupakan penyedia cloud terdepan sehingga memungkinkan Boom menyediakan banyak kapabilitas dan layanan. Amazon memang merupakan perusahaan yang tak henti-hentinya fokus pada pelanggan sehingga merupakan pilihan terbaik pada cloud computing. Solusi AWS membantu Boom berinovasi dan masuk ke pasar lebih cepat.

Baca juga: JPMorgan Chase & co Terus Lakukan Reinvent Bersama AWS

AWS memungkinkan perusahaan rintisan seperti Boom dapat mengembangkan sesuatu yang sebelumnya hanya bisa dilakukan perusahaan besar atau pemerintah. Sebelum masa komputasi, pesawat dirancang insinyur dengan menggambar di kertas kalkir dan gulungan slide. Kemudian insinyur tersebut membuat model pesawat uji dengan skala untuk mencobanya di terowongan. Perancangan pesawat tersebut melalui proses iterasi yang lambat dan mahal. 

Kini untuk perancangan pesawat membutuhkan komputer tercepat. Perancangan pesawat dengan memanfaatkan metode komputasi AWS dapat menghemat jadwal tahunan dan biaya jutaan dolar. Terlebih lagi kini bisa menguji banyak desain uji secara cepat dan tak mahal untuk memberikan pesawat yang lebih baik.

Pesawat Overture

Pada bulan Oktober 2020, Boom memperkenalkan XB1, pesawat demo untuk Overture dan persawat supersonik yang dikembangkan secara independen di dunia. Perancangan XB1 dilakukan menggunakan Amazon EC2 untuk membuat HPC cluster dengan lebih dari 500 perjalanan. Solusi komputasi tersebut memungkinkan ratusan desain pesawat yang dapat terbang pengujian terowongan angin yang mencakup ribuan skenario penerbangan. AWS memungkinkan menjalankan ratusan simulasi secara bersamaan, sehingga meningkatkan produktivitas tim Boom sampai enam kali. Tanpa AWS, mungkin sekarang hanya bisa melihat sketsa konsep pesawat terbang masa depan, karena perlu waktu tahunan untuk merancang pesawat.

Pesawat terbang merupakan mesin paling rumit yang diciptakan manusia. Boom akan menghasilkan data dalam ukuran peta byte (PB) seiring dengan perancangan dan pengembangan pesawat Overture. Perusahaan tersebut telah mentransfer 525 TB data perancangan dan pengujian XB1 ke AWS. AWS memungkinkan untuk menempatkan komputasi berdampingan dengan data. Hal ini memungkinkan untuk menjalankan banyak model lintas serangkaian data sehingga mendapatkan insight yang bisa dilakukan. 

Baca juga:  io2 Block Express EBS Volumes, SAN Pertama untuk Cloud

Contoh komputasi tersebut adalah penggunaan machine learning untuk mengkalibrasi simulasi pada hasil satu terowongan. Hal ini akan mempercepat konvergensi model dan memungkinkan untuk menyajikan pesawat yang lebih dioptimalkan. Boom telah menggunakan 53 juta jam komputasi di AWS untuk merancang dan menguji XB1. Haarapannya finalisasi pesawat Overture dapat dilakukan dengan cara yang sama menggunakan 300 jam komputasi.

Tujuan Boom dalam meningkatkan kecepatan adalah agar bisa membuat bumi lebih mudah diakses. Boom sangat memperhatikan lingkungan dan sosial dalam membangun pesawat jet supersonik Overture. Overture akan beroperasi 100% karbon netral dari hari pertama berkat penggunaan bahan bakar alternatif. 

Baca juga: Amazon EC2 G4ad Instance Andalkan GPU AMD untuk Tangani Grafis

Ini berarti penerbangan supersonik lebih terjangkau dari sebelumnya. Revolusi besar dalam teknologi fundamental menghadirkan manfaat dari sulitnya memprediksi atau membayangkan. Ada begitu banyak industri yang telah dibantu AWS untuk bertransformasi. Kini penerbangan supersonik memberikan manfaat yang mengejutkan dari komputasi. Seperti halnya AWS berinovasi dalam hal komputasi, maka Boom melakukan inovasi dalam hal melakukan perjalanan. Terobosan baru akan dicetuskan dari revolusi cara terbang.

Boom memiliki visi yang berkaitan dengan aksesibilitas dari kemungkinan baru. Pada akhir dekade ini waktu perjalanan akan dipersingkat menjadi setengahnya. Australia akan bisa lebih cepat diakses dari Amerika layaknya Hawaii, dan penerbangannya karbon netral. Overture merupakan langkah awal dari masa depan supersonik. Boom ingin bisa melakukan perjalanan lebih cepat dan lebih murah dengan membuat penerbangan supersonik menjadi mainstream. AWS membantu Boom untuk mewujudkannya.

Share:

Artikel Terkini