Laporan Tahunan 2021 Huawei Ungkap Kinerja Bisnis Operator dan Perusahaan Laporan Tahunan 2021 Huawei Ungkap Kinerja Bisnis Operator dan Perusahaan ~ Teknogav.com

Laporan Tahunan 2021 Huawei Ungkap Kinerja Bisnis Operator dan Perusahaan


Teknogav.com – Laporan Tahunan 2021 Huawei mengungkapkan bahwa operasional mereka selama tahun 2021 tetap solid. Pada tahun 2021, Huawei berhasil membukukan pendapatan sebesar CNY636,8 miliar dengan lapa bersih CNY113,7 miliar. Laba bersih tersebut meningkat 75,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Tentunya pencapaian tersebut tak lepas dari keberhasilan bisnis Huawei dalam mendukung operator telekomunikasi dan perusahaan.

“Secara keseluruhan, kinerja kami sesuai dengan prediksi. Bisnis operator kami tetap stabil bisnis perusahaan kami tumbuh dengan mantap, dan bisnis konsumen kami tumbuh pesat dalam wilayah-wilayah baru. Selain itu, kami menempuh jalur cepat bagi pengembangan ekosistem,” ucap Guo Ping, Rotating Chairman Huawei.

Guo Ping, Rotating Chairman Huawei

Pendapatan Huawei dari bisnis operator selama tahun 2021 berhasil mencapai CNY281,5 miliar. Huawei telah mendukung operator-operator di dunia dalam menerapkan jaringan 5G. Hasil pengujian pihak ketiga menunjukkan jaringan 5G yang dibangun Huawei di 13 negara berhasil menyajikan pengalaman terbaik bagi para pengguna. Negara-negara tersebut mencakup Arab Saudi, Belanda, Finlandia, Jerman, Korea Selatan dan Swiss.

Huawei telah menandatangani lebih dari 3.000 kontrak komersial untuk penerapan industri 5G dengan para operator dan mitra. Kini aplikasi-aplikasi 5G sudah diterapkan komersial secara besar di sektor-sektor manufaktur, pertambangan, pabrik besi & baca, pelabuhan dan rumah sakit.

Baca juga: Rilis Laporan Tahunan, Huawei Tegaskan Komitmen Bagi Pelanggan dan Masyarakat

Pertumbuhan bisnis perusahaan Huawei cukup pesat berkat tren transformasi digital yang berkelanjutan. Pendapatan dari bisnis perusahaan mencapai CNY102,4 miliar selama tahun 2021. Huawei telah meluncurkan 11 solusi berbasis skenario untuk sektor-sektor utama seperti pemerintahan, transportasi, keuangan, energi dan manufatur di tahun 2021. Tim-tim khusus pun dibentuk untuk menggabungkan sumber daya secara lebih efisien dalam melayani kebutuhan pelanggan. Beberapa tim tersebut termasuk Tim Bea Cukai dan Pelabuhan, Tim Jalan Cerdas dan Tim Tambang Batubara.

Fortune Global 500 mengungkapkan bahwa lebih dari 700 kota dan 267 perusahaan di dunia sudah memilih Huawei sebagai mitra transformasi digital mereka. Kini Huawei bekerja dengan lebih dari 6.000 mitra layanan dan operasional di seluruh dunia.

Pendapatan Huawei dari bisnis konsumen berhasil membukukan pendapatan sebesar CNY243,4 miliar di tahun 2021.  Keinginan dan kebutuhan konsumen menjadi pusat perhatian Huawei pada bisnis konsumen. Penjualan pada produk-produk wearables, layar pintar, true wireless stereo (TWS) dan HMS pun terus tumbuh dengan stabil. Segmen smart wearable dan smart screen mengalami pertumbuhan lebih dari 30% dari tahun ke tahun.

Peningkatan Arus Kas Huawei

Peningkatan profitabilitas bisnis utama Huawei telah berhasil meningkatkan arus kas perusahaan dari kegiatan operasi secara signifikan selama tahun 2021. Peningkatan arus kas tersebut sebesar CNY59,7 miliar. Secara keseluruhan, struktur keuangan Huawei lebih tangguh dan fleksibel, rasio kewajiban pun berhasil turun menjadi 57,8%. Laporan Keuangan dalam laporan Tahunan 2021 ini telah diaudit secara independen oleh KPMG.

Meng Wanzhou, CFO Huawei

"Meski terjadi penurunan pendapatan pada tahun 2021, kemampuan kami untuk menghasilkan keuntungan dan peningkatan arus kas terus bertambah. Kami pun lebih mampu dalam menghadapi ketidakpastian,” ucap Meng Wanzhou, CFO Huawei.

Investasi Penelitian dan Pengembangan

Pengeluaran untuk Penelitian dan Pengembangan (Litbang) perusahaan mencapai CNY142,7 miliar di tahun 2021. Angka tersebut 22,4% dari total pendapatan. Selama 10 tahun terakhir, total pengeluaran Litbang perusahaan telah mencapai lebih dari CNY845 miliar. Rencananya Huawei akan terus meningkatkan investasi mereka dalam hal litbang.

Selama setahun terakhir, Huawei memusatkan perhatian untuk membangun ekosistem openEuler, MindSpore dan HarmonyOS berdasarkan prinsip kolaborasi terbuka dan pertumbuhan bersama. Saat ini lebih dari delapan juta pengembang menggunakan platform terbuka, perangkat lunak dengan open source dan alat pengembangan Huawei. Mereka memanfaatkan hal-hal tersebut untuk mengeksplorasi skenario bisnis dan model bisnis baru.

Baca juga: Kinerja Bisnis 2019 Solid, Huawei Lanjutkan Investasi R&D Teknologi

Pada tahun 2021, HarmonyOS sudah digunakan di lebih dari 220 juta perangkat Huawei. Hal ini menjadikan sistem operasi perangkat seluer tersebut mengalami pertumbuhan sangat cepat. Kemudian ekosistem global pun dibangun Huawei demi mencapai era yang cerdas dan serba terhubung. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi Seamless AI Life perusahaan bagi konsumen di seluruh dunia.

 "Ke depan, Huawei akan terus memacu digitalisasi, transformasi yang cerdas, dan rendah karbon. Kami akan terus meningkatkan investasi untuk membentuk kembali paradigma teori fundamental, arsitektur, perangkat lunak, dan membangun daya saing jangka panjang. Upaya ini dilakukan dengan mengandalkan talenta, riset ilmiah, dan semangat inovasi,” lanjut Guo.

Komitmen Huawei bagi Asia Tenggara

Guo mengungkapkan bahwa Huawei melihat prospek dan kebutuhan yang besar untuk transformasi digital di kawasan ASEAN. Momentum transformasi digital di Asia Tenggara sangat kuat. Berdasarkan laporan Ekonomi Digital Asia Tenggara 2021, pada tahun 2030 diperkirakan nilai pasar ekonomi digital mencapai USD1 triliun.

“Huawei akan membantu negara-negara Asia Tenggara memanfaatkan peluang pengembangan industri digital dengan memanfaatkan teknologi seperti 5G, AI dan cloud computing. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk investasi dan inovasi berkelanjutan dalam konektivitas, komputasi dan perangkat. Huawei menganut prinsip ‘di Asia Pasifik, untuk Asia Pasifik’ dan mendukung Asia Pasifik sebagai kontributor utama untuk mewujudkan visi digital,” ucap Guo.

Dukungan Huawei bagi Indonesia

Indonesia adalah ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN dan berpotensi untuk mengembangkan industri teknlogi tinggi. Diskusi mengenai peluang infrastruktur TIK, transformasi digital, jaringan 5G, cloud dan pembangunan IKN pun telah dibahas pemerintah bersama dengan Huawei. Luhut (Binsar Panjaitan), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia mengunjungi markas Huawei untuk membahas hal tersebut.

Baca juga: Kunjungi Tiongkok, Luhut Bahas Kolaborasi Transformasi Digital dan Energi Terbarukan

“Huawei mendukung penuh pembangunan infrastruktur TIK dan transformasi digital Indonesia, khususnya infrastruktur 5G, cloud, dan smart city di ibukota baru. Pada tahun 2021, Huawei juga menyediakan jaringan 4G pertama untuk satu juta penduduk desa di wilayah terpencil Papua Barat. Huawei juga terus memupuk talenta digital untuk kawasan Asia Pasifik. Untuk kawasan Asia-Pasifik, Huawei akan menginvestasikan USD50 juta untuk pengembangan 500.000 talenta digital selama lima tahun ke depan. Di Indonesia, Huawei menargetkan melatih 100.000 talenta lokal dan 1.000 instruktur TIK dalam waktu lima tahun. Dalam dua tahun terakhir, kami telah mencapai lebih setengah dari tujuan kami melalui kemitraan pelatihan seperti ASEAN Academy,” tutup Guo.

Share:

Artikel Terkini