Virtus Showcase 2022 Usung Tema Edge of Distributed Enterprise Virtus Showcase 2022 Usung Tema Edge of Distributed Enterprise ~ Teknogav.com

Virtus Showcase 2022 Usung Tema Edge of Distributed Enterprise

Teknogav.com - Selama beberapa dekade belakangan ini edge telah menjadi fokus utama dalam transformasi digital teknologi informasi (TI). Migrasi data dan beban kerja dari on-premise ke cloud pun semakin pesat. Di fase baru ini, teknologi bisnis akan bergeser dari data center terpusat ke lokasi edge yang terdistribusi. Lokasi tersebut mendekati titik data dihasilkan dan tempat digunakannya. Berkenaan dengan hal tersebut, tema ‘Edge of Distributed Enterprise: Embracing the Next Digital Wave’ diusung pada ajang Virtus Showcase 2022.

Virtus Showcase merupakan ajang tahunan yang digelar penyedia solusi TI dan digital PT Virtus Technology Indonesia (Virtus). Tahun ini, Virtus Showcase 2022 digelar pada 15 September 2022 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Acara ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013. Setelah dua tahun sebelumnya digelar secara virtual, kini Virtus Showcase kembali digelar secara offline.

Baca juga: VMware Cloud on Dell EMC Generasi Kedua Hadirkan Banyak Peningkatan 

Di ajang ini, para pakar dan praktisi di bidang edge computing dan distributed enterprise membahas tren, tantangan dan peluang bisnis. Beberapa para pembicara dalam ajang ini adalah sebagai berikut:

  • Priscillia Sheren, General Manager of Virtus Technology Indonesia yang membahas mengenai edge computing
  • Stephanus Oscars, Chief Executive Officer of EDGE DC yang membahas manfaat dan inovasi terkait teknologi edge computing
  • Erwin Yusran, Country Data Center Sales Lead of Dell Technologies yang memaparkan tantangan-tantangan dalam menerapkan edge dan solusinya
  • Chun Wui, Senior Manager Solution Engineering of VMware yang memaparkan cara terhubung dan mengamankan ruang kerja fleksibel dengan VMware

Saat ini perkembangan bisnis dituntut untuk menjangkau pasar baru dan hadir di mana pun pelanggan berada. Tren tersebut memicu konsep bisnis perusahaan terdistribusi atau distributed enterprise. Perusahaan tak lagi bergantung pada data center terpusat, proses dan analisa data dilakukan langsung di lokasi data tersebut dihasilkan.

Baca juga: Minimalkan Latensi, AWS Hadirkan Lokasi Edge Networking Pertama di Indonesia

Teknologi edge yang fleksibel bagi perusahaan dalam menerapkan remote working dibutuhkan oleh model distributed enterprise. Selain itu teknologi edge memberikan akses produk yang lebih terdistribusi dan konsumsi media tak terbatas sehingga mendorong bisnis lebih inovatif. Pertumbuhan teknologi edge juga dipercepat oleh pandemi COVID-19 yang membatasi ruang gerak masyarakat.

Laporan penelitian Gartner terkini menunjukkan 10% data perusahaan dihasilkan dan diproses di luar data center atau cloud tradisional yang terpusat. Angka tersebut diperkirakan akan mencapai 75% pada tahun 2025. Pesatnya peningkatan data tersebut dari sisi volume dan kecepatan dipicu maraknya penggunaan perangkat IoT. Penggunaan perangkat ini baik untuk kebutuhan bisnis, konsumer sampai pemerintahan seperti smart city. Kondisi tersebut mengakibatkan pengelolaan data yang mengandalkan data center dan cloud terpusat menjadi tak efisien.

Christian Atmadjaja, Direktur VirtusTechnology Indonesia

Christian Atmadjaja, Direktur Virtus mengatakan bahwa kebutuhan akan edge computing dipicu oleh ledakan data dan makin banyaknya perangkat yang terhubung. Sementara kecepatan TI memproses dua hal tersebut agak sulit jika mengandalkan pemrosesan di data center.

“Beragam perangkat pintar makin banyak diimplementasikan oleh perusahaan dan organisasi untuk mempercepat inovasi dan pemulihan bisnis pasca-pandemi. Konsekuensinya data yang diproduksi baik dari sisi volume maupun kecepatannya akan menghadirkan tantangan bagi bandwith dan jaringan internet.  Di titik inilah distributed enterprise dan edge akan menjadi sangat penting dalam membuka potensi penuh berbagai industri. Virtus Showcase 2022 menjadi jembatan bagi para pelaku industri dan berbagai penyedia solusi IT seperti edge Computing, End-user computing, SD-WAN, Secure Access Service edge (SASE), Zero-Trust Security, 5G, IoT, AI dan Machine Learning (ML), serta cloud Native untuk berkolaborasi meraih peluang dalam memaksimalkan adopsi edge untuk kelangsungan bisnis mereka” ucap Christian Atmadjaja.

Priscillia Sheren, General Manager of Virtus Technology Indonesia

Priscillia Sheren mengatakan bahwa edge computing mampu menganalisa data secara cepat dan komprehensif. Hal tersebut dapat dilakukan disertai dengan foto dan video yang beresolusi tinggi. Tentu saja dalam penerapan edge enterprise, security merupakan hal yang penting demi melindungi data yang tersimpan dalam edge.

Sementara itu, Stephanus Oscar mengatakan bahwa penerapan edge computing di Indonesia masih dalam tahap dini. Para pelanggan masih mencari informasi lebih lanjut mengenai use case yang bisa digunakan. Sektor yang sudah menggunakan teknologi ini adalah gaming yang memanfaatkan edge untuk memberikan pengalaman pengguna dan latency yang sangat cepat. edge dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan next gen apps, latensi yang makin singkat dan memperbaiki pengalaman pelanggan yang kurang baik.

Stephanus Oscars, Chief Executive Officer of EDGE DC

“Ada dua tantangan yang perlu diperhatikan untuk mengadopsi edge computing di Indonesia yaitu security dan infrastruktur. Dari segi security, pelanggan harus memastikan implementasi keamanan siber seperti SASE untuk menjaga hubungan yang aman antara aplikasi dan endpoint-nya. Lalu dari segi infrastruktur, kesiapan edge data center yang andal dan juga infrastruktur jaringan yang baik menjadi faktor penting. Hal ini untuk memastikan uptime dan business continuity. Harapannya, acara seperti Virtus Showcase 2022 ini memungkinkan kami membantu para pelaku bisnis untuk memulai perjalanan edge computing mereka," ucap Stephanus. 

Dukungan dalam menerapkan edge bagi enterprise pun dipaparkan oleh Hendra Lesmana, Country General Manager, Indonesia, Dell Technologies. Dell Technologies memiliki rekam jejak dalam membantu pelanggan menyederhanakan dan mendorong penerapan edge.

“Kami membawa keahlian dan sejarah panjang kami dalam berkolaborasi dengan para pemimpin industri, dan mitra seperti Virtus. Langkah ini dilakukan untuk membangun ekosistem solusi edge sesuai kebutuhan per industri dan membantu mempercepat perjalanan transformasi digital para pelanggan. Berbagai inovasi tersebut mendukung pelanggan lebih cepat mendapatkan dan mengkonsolidasikan wawasan dari data langsung di edge. Inovasi tersebut pun memastikan setiap lokasi edge terhubung dengan aman,” ucap Hendra Lesmana.

Baca juga: Wiliam Buyung Resmi Menjabat Country Manager VMware untuk Indonesia

William Buyung, Country Manager VMware

William Buyung, Country Manager VMware mengungkapkan bahwa VMware memiliki berbagai solusi yang mendukung organisasi menjalankan, mengelola dan mengamankan aplikasi edge-native. Solusi VMware mendukung Data Processing Unit (DPU) yang  data centric sehingga bisa memproses data secepat mungkin.

“Banyak teknologi transformasi seperti 5G dan SASE yang berkonvergensi di edge. Hal ini menuntut perusahaan untuk membangun fondasi digital untuk infrastruktur edge mereka. Virtus Showcase 2022 membuka kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan berbagai solusi VMware yang memungkinkan organisasi untuk menjalankan, mengelola, dan mengamankan aplikasi edge-native dengan lebih baik di berbagai lokasi. Didukung dengan kemitraan di seluruh ekosistem yang luas, menjadi komitmen kami untuk memberikan solusi terintegrasi yang mulus kepada pelanggan,” ucap William Buyung.
Selain pemaparan dari para pembicara, pada Virtus Showcase 2022 juga digelar sesi panel diskusi interaktif. Para narasumber di sesi panel diskusi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Amirul Wicaksono, Direktur IT dan Operasional Bank DKI
  • Andries Indrajaya, Vice President of Technology PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

Para narasumber tersebut membahas lebih dalam pengalaman mengenai implementasi teknologi edge computing dan tantangan serta peluang distributed enterprise di Indonesia. Berbagai vendor TI terdepan pun turt mendukung Virtus Showcase 2022. Beberapa vendor tersebut adalah VMware, Dell Technologies, Huawei, Trend Micro, Red Hat, Arista, Palo Alto, dan Yugabyte.

Share:

Artikel Terkini