
Teknogav.com – Film ‘The First Ride' mengisahkan petualangan empat sahabat sejati yang sudah sejak lama memimpikan perjalanan epik keluar negeri. Empat sahabat tersebut adalah Tae-jung (Kang Ha-neul),
Do-jin
(Kim Young-kwang), Yeon-min (Cha Eun-woo), dan Geum-bok (Kang Young-suk). Setelah berteman selama bertahun-tahun, mereka pun akhirnya melakukan perjalanan ke Thailand. Salah satu tujuannya adalah bertemu dengan DJ ternama yang diidolai empat sekawan tersebut. Namun, perjalanan tersebut tidak berjalan mulus, kekacauan demi kekacauan terjadi bahkan berpotensi mengacaukan karier Tae-jung.
Persahabatan empat sekawan ini kerap mereka umpamakan seperti Three Musketeers ditambah dengan d'Artagnan. Karakter Yeon-min dalam film 'The First Ride' ini bagaikan d'Artagnan yang baru bergabung dalam lingkup persahabatan Aramis, Athos dan Porthos. Seorang anak kecil pindahan yang bertemu dengan trio pertemanan yang unik. Tae-jung, si paling pintar, Do-jin yang berlatarkan keluarga penganut agama Buddha yang religius, dan Geum-bok yang mudah stres. Mereka pun berteman sejak berusia enam tahun sampai beranjak dewasa.
Sejak Yeon-min bergabung dalam kelompok pria tersebut, Do-jin yang semula bercita-cita ingin menjadi pemain basket pun berpindah haluan ingin menjadi DJ. Do-jin dan Yeon-min memiliki mimpi yang sama, ingin menjadi DJ yang tampil di festival musik dunia. Kekuatan akting Cha Eun-woo dalam membawakan narasi dari jarak jauh menjadi salah satu inovasi komedi. Chemistry antar-aktor juga merupakan salah satu kekuatan film ini, akting mereka yang alami menghadirkan perjalanan terasa relevan dan mengharukan.

Film "The First Ride" mengisahkan pencarian makna hidup, identitas, dan loyalitas dalam lingkup persahabatan empat pria yang dijalani bertahun-tahun. Tema persahabatan dengan solidaritas yang tinggi dituturkan dengan alur komedi yang menggelitik, sehingga mewarnai keseruan film asal Korea ini. Namun, saat tiba waktunya melakukan perjalanan, film ini membuat penasaran akan absennya satu anggota empat sekawan tersebut.
Baca juga: Film 'Cinta Tak Seindah Drama Korea' Sajikan Keautentikan Khas Imajinari
Selain persahabatan para pria tersebut, film ini juga menambahkan sedikit bumbu percintaan dengan kehadiran Ok sim (Han Seon-hwa). Wanita ini merupakan teman kecil adik perempuan Tae-jung. Ok sim yang sudah terobsesi dengan Tae-jung sejak kecil pun memaksakan ikut dalam perjalanan tersebut. Selama di Thailand, kekacauan demi kekacauan terjadi, kendala bahasa pun membuat mereka terjerumus dan sering berujung di tahanan.

Film persembahan Showbox ini disutradarai oleh Nam Dae-joong, dengan skenario yang juga ditulis olehnya. Visi visual dalam film ini diarahkan secara matang oleh Nam Dae-joong untuk mendukung cerita petualangan yang penuh kejutan dan kekacauan. Pergerakan oara karakter utama diikuti kamera dengan lincah, baik saat di bandara, hotel, sampai jalanan di Thailand.
Gerakan kamera memberikan nuansa spontanitas dan keintiman, terutama pada adegan-adegan kekacauan di bandara. Pilihan warna cerah mendominasi hampir seluruh visual, menekankan suasana youthful, hangat, dan menghidupkan semangat petualangan. Setiap karakter memiliki skema warna yang mewakili kepribadian mereka. Misalnya, sorotan yang lebih hangat untuk karakter Tae-jung dan visual yang lebih playful pada adegan yang melibatkan Geum-bok.
Nuansa eksotis Thailand yang ditampilkan pada film ini menempatkan penonton pada atmosfer ‘travel movie’ yang autentik. Adegan-adegan di luar ruangan dilakukan dengan pencahayaan alami. Berbeda dengan di dalam ruangan yang mengedepankan mood lighting untuk menekankan kehangatan pertemanan atau ketegangan saat konflik terjadi. Transisi antara masa lalu dan masa kini dieksekusi dengan teknik fade-in dan cross-cutting, menunjukkan perubahan waktu tetapi tidak membuat alur cerita terasa terpotong.
Sisi humor pada film ini juga diperkuat dengan slow-motion pada momen kekacauan atau framing simetris saat terjadi kebingungan massal. Kehadiran Yeon-min dalam bentuk boneka selama perjalanan di Thailand pun memberi efek surealis sekaligus komedik, sehingga memperkaya lapisan komedi film. Dinamika emosional para karakter, termasuk konflik internal antara mereka berhasil ditangkap untuk memperkuat pesan film ini.
- “The First Ride (feat. Kang Ha-neul, Kim Young-kwang, Han Sun-hwa, dan Kang Young-seok)” yang menjadi theme song utama film
- “Let It Fly”
- “Fire Up”
- “Bubble Trouble”
Unsur komedi slapstick pada adegan-adegan kekacauan dalam film ini juga dipertegas dengan efek suara yang tidak berlebihan. Efek tersebut mencakup bunyi bagasi jatuh, pintu terbanting, peralatan kamar hotel yang rusak, hingga suara ambient bandara dan pasar malam Thailand. Komposisi musik pada adegan-adegan yang lebih emosional seperti saat berbagi masa lalu atau menghadapi kehilangan disajikan lebih lembut dan slow, membawa nuansa reflektif dan mendalam di tengah dominasi komedi. Penggarapan audio ini dapat menjaga ritme narasi film tetap seimbang. Perpaduan desain suara yang lively dan soundtrack yang memorable menyajikan pengalaman menonton yang imersif dan penuh energi positif.
Kentalnya bromance dalam film ini menekankan isu universal tentang persahabatan, mimpi yang tertunda, dan perjalanan menemukan makna hidup. Keberhasilan mereka mewujudkan perjalanan impian mereka ternyata dipenuhi kekacauan dan insiden tak terduga. Semua kejadian menjalin situasi komedi yang absurd namun emosional dan autentik.

Film ini menyajikan komedi ringan namun tidak dangkal, dengan berbagai situasi yang mengusung humor slapstick maupun komedi situasi. Namun, di balik tawa, terdapat momen-momen kehangatan yang membuat genre film ini tidak sekadar sebagai hiburan melepas penat, tetapi juga menjadi refleksi bagi penonton yang pernah merasakan makna sahabat sejati dan mimpi masa muda yang tertunda. Film ini menekankan bahwa persahabatan sejati tidak lekang waktu, walau sahabat bisa menua, pindah jauh dan menempuh jalan hidup berbeda. Dialog antar-karakter di film ini dipenuhi momen refleksi bahwa kebersamaan merupakan sumber kekuatan dalam menghadapi masa dewasa yang penuh tantangan.
Petualangan dalam film ini tak sebatas perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin untuk berdamai dengan masa lalu, menghadapi perbedaan pilihan hidup dan prioritas masing-masing saat dewasa. Setiap karakter belajar bahwa melepaskan penyesalan masa lalu dan menepati janji walau sudah tertunda lama merupakan wujud kedewasaan. Mereka juga belajar bahwa menerima perbedaan kepribadian, kegagalan dan keterbatasan diri dan sahabat merupakan kunci keselarasan hidup.
Baca juga: Film “Panggil Aku Ayah” Gambarkan Ketulusan Tidak Perlu Ikatan Darah
Film ini mengajarkan bahwa proses menuju mimpi lebih penting ketimbang hasil akhir atau destinasi wisata yang gemerlap. Perjalanan ke luar negeri merupakan simbol pencarian rumah pada diri sendiri, maupun sesama sahabat. Penonton dapat merasakan nostalgia persahabatan sambil menertawakan ribetnya kehidupan saat dewasa saat menyaksikan film ini. Pengembangan karakter dalam film ini tidak hitam putih, sehingga setiap kekacauan terasa manusiawi yang bisa dijangkau emosi penonton.
‘The First Ride’ merupakan perwujudan sinema Korea Selatan yang menggabungkan humor, perjalanan emosional, dan pesan moral dengan kecermatan visual dan audio yang menyegarkan. Film ini tidak hanya menjadi hiburan yang menyatukan tawa dan air mata, tetapi juga menjadi refleksi mengenai pentingnya persahabatan, loyalitas, dan keberanian untuk menepati janji masa muda. Komedi petualangan yang ditawarkan benar-benar relatable dan menyajikan kehangatan persahabatan. Film ini akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 7 November 2025.






