
Teknogav.com – Jalur kereta api batu bara Teluk Bayur – Sawahlunto merupakan lintasan bersejarah yang melintasi perbukitan terjal dan terowongan Lubang Kalam. Lintasan yang beroperasi sejak tahun 1891 ini merupakan bukti rekayasa perkeretaapian kolonial dengan teknologi rel bergerigi. Jaur tersebut memiliki nilai sejarah tinggi dan ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO pada 6 Juli 2019. Sayangnya, banjir bandang yang melanda Sumatera Barat sejak akhir tahun 2025 berdampak pada penurunan kondisi struktur jalur ini.
Pelestarian situs bersejarah membutuhkan dokumentasi digital yang akurat sebagai landasan untuk memahami kondisi aktual struktur pascabencana. Dokumentasi ini penting untuk mendkung perencanaan revitalisasi dan restorasi, serta sebagai arsip yang menjaga rekam jejak keaslian situs. Rekam jejak tersebut dapat melindungi nilai sejarah situs walau terjadi perubahan struktur di masa mendatang.
Baca juga: FARO Focus Premium, Laser Scanner 3D User Friendly Berbasis Cloud
Kebutuhan dokumentasi ini dipenuhi PT Datascrip dengan menghadirkan FARO Focus 3D Laser Scanner yang dapat memindai dengan sangat akurat. Kondisi bangunan dan infrastruktur dapat direkam dengan cepat, dewail dan akurat menggunakan solusi tersebut. Representasi digital tiga dimensi yang menggambarkan kondisi nyata situs bersejarah dapat dihasilkan teknologi ini. Kemampuan tersebut dapat membantu tim konservasi, perencana teknik, dan pihak pelestari budaya dalam menentukan langkah pemulihan yang tepat.
Jutaan titik data dapat direkam FARO Focus 3D setiap detik dengan akurasi sampai 1-2 mm. Perangkat ini tersedia dalam beberapa varian berikut ini:
- FARO Focus Core (<100 meter)
- FARO Focus Premium (<200 meter)
- FARO Focus Premium Max (<400 meter)
Kegiatan operasional dengan perangkat ini juga didukung fitur foto resolusi tinggi dan daya baterai yang awet. Ketangguhan alat ini dijamin standar IP54 dan laser Class 1 (eye-safe), sehingga mendukung dokumentasi aset bersejarah di berbagai kondisi lapangan. FARO Focus 3D digunakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat untuk mendokumentasikan jalur kereta api batu bara Teluk Bayur- Sawahlunto secara digital. PT Datascrip mendukung penuh proses tersebut secara teknis dan operasional di lapangan agar optimal dan tepat waktu.

Baca juga: Leica Geosystems Dukung Perancangan Konstruksi Panggung Konser Coldplay di Jakarta
Hasil pemindaian tersebut menjadi landasan penting dalam penyusunan rencana revitalisasi dan restorasi. Upaya ini juga memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya di Sumatera Barat
“Pelestarian warisan budaya di tengah meningkatnya risiko bencana membutuhkan pendekatan baru berbasis data yang presisi. FARO Focus 3D memungkinkan untuk mengetahui kondisi situs bersejarah cara nyata, sehingga proses restorasi dapat dirancang lebih terukur dan nilai sejarahnya tetap lestari,” ucap Arief Santoso Setiawan, Marketing Executive PT Datascrip.
Baca juga: Dukung Pelestarian Lingkungan, Datascrip Hibahkan Perangkat Survei ke Universitas Indonesia
Sebelumnya, FARO juga dipercaya untuk mendukung digitalisasi aset warisan budaya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah. Warisan budaya tersebut mencakup kawasan Candi Prambanan, Candi Sewu, serta koleksi museum dan cagar budaya lainnya. Upaya digitalisasi aset ini merupaka wujud upaya menjaga keutuhan warisan budaya nasional sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi bencana dan perubahan iklim.






