Film 5 Centimeters Per Second Live Action Beri Perspektif Baru Kisah Takaki dan Akari Film 5 Centimeters Per Second Live Action Beri Perspektif Baru Kisah Takaki dan Akari ~ Teknogav.com

Film 5 Centimeters Per Second Live Action Beri Perspektif Baru Kisah Takaki dan Akari



Teknogav.com – Film 5 Centimeters Per Second Live Action merupakan adaptasi dari film animasi legendaris 5 Centimeters Per Second karya Makoto Shinkai. Kisah Takaki dan Akari dihidupkan dengan sudut pandang baru oleh sutradara Yoshiyuki Okayama, tetapi tetap mengharukan dan membuat geregetan. Takaki dan Akari versi dewasa muda masing-masing diperankan oleh Hokuto Matsumura dan Mitsuki Takahata. Film ini dapat disaksikan di bioskop Indonesia mulai 30 Januari 2026.

Kekuatan film ini adalah dalam menceritakan hubungan kedua insan manusia yang saling mencintai, tetapi jalan hidup terus bersimpangan. Versi adaptasi dalam bentuk live-action ini membangkitkan kegemasan saat menonton karena kedua terus berselisih jalan walau sama-sama memiliki perasaan mendalam. Keindahan masa kecil Takaki dan Akari diperankan dengan penuh cinta oleh Haruto Ueda dan Noa Shiroyama. 

Baca juga: Film Animasi 5 Centimeters Per Second Gambarkan Perasaan dengan Sempurna  

Sutradara Yoshiyuki Okayama dapat membangun emosi kedekatan mereka dengan menyajikan masa kecil Takaki dan Akari yang penuh kehangatan. Saat keduanya sama-sama tidak berusaha keras menahan apa yang mereka rasakan saat bersama. Keindahan hubungan di masa kecil tersebut terus membayangi hidup keduanya, walau mereka tak benar-benar bertemu lagi saat dewasa.

Saat Takaki Tono mendekati usia 30 tahun, dia tak dapat terbuka dengan orang-orang dekatnya. Hubungannya bahkan terasa berjarak dengan teman kerja yang telah menjalin hubungan romantis jangka panjang. Takaki mencurahkan kegiatannya pada pemrograman, tanpa memberi kesempatan bagi orang lain untuk melihat dirinya sesungguhnya.

Kenangan masa lalu akan kebersamaannya dengan Akari Shinohara terus membayangi Takaki. Mereka terpaksa berpisah karena harus pindah ke sekolah baru, Takaki harus bersekolah jauh dari Tokyo. Di sekolah baru, Takai sempat dekat dengan Kanae Sumida yang diperankan Nara Mori.

“Selama dua tahun terakhir, saya telah mencurahkan hampir seluruh waktu saya untuk karya ini. Untuk pertama kalinya, saya benar-benar merasakan dari lubuk hati yang terdalam apa artinya “menciptakan sesuatu dalam sebuah tim.” Kami semua mengerjakan film ini dengan sepenuh hati, dan menghargai setiap langkah dalam proses pembuatannya,” ucap sutradara Yoshiyuki Okuyama. 

Screenplay dari karya klasik drama romansa 5 Centimeters Per Second Live Action ini digarap oleh Ayako Suzuki. Struktur cerita ini menampilkan Takaki dewasa yang merasa kehilangan dan sedih, lalu kisah cintanya dengan Akari digambarkan dengan kilas balik. Saat kecil, Takaki dan Akari sama-sama menyukai ruang angkasa, mereka pun bersemangat dengan pelulncuran pesawat ulang-alik tahun 1991.

Saat dewasa, Takaki digambarkan kehilangan arah, sementara Akari telah bekerja sebagai pegawai toko buku. Peluncuran pesawat ulang-alik tahun 1991 sering diungkit kembali sebagai metafora mengenai cerita yang harus dilihat dari dalam. Pesawat tersebut tidak menjamin akan menemukan sesuatu di luar angkasa, tetapi hal tersebut tetap dilakukan dengan misi untuk terhubung. Peluncuran pesawat tersebut dilakukan dengan harapan. 

Hubungan jangka panjang Takaki desawa dengan kekasihnya pun harus terhenti karena kesulitan untuk mengenali hatinya. Film ini berusaha menyampaikan pesan mengenai hubungan yang gagal atau kesalahan. Betapa penyesalan dapat menghantui kecuali bisa menerima atau melepasnya untuk bergerak maju dengan merangkul kekuatan. Film ini menampilkan kisah yang tidak selalu rapi dan terkadang hidup tidak memberikan jawaban, tetapi ini lumrah dan tidak apa-apa.

Baca juga: Film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” Angkat Berbagai Sudut Pandang Perempuan  

Penampilan Hokuto Matsumura dalam memerankan Takaki yang bagus menjadikannya kekuatan sentral sebagai pusat cerita. Sutradara Yoshiyuki Okayama menyederhanakan penceritaan monolog puitis di versi animasi yang mengeksplorasi pikiran batin melalui surat tertulis. Alur cerita baru berusaha menekankan kekuatan refleksi masa lalu untuk menemukan kedamaian masa kini dan hubungan-hubungan yang membangun setiap karakter. 

Film ini menyampaikan pesan untuk melakukan refleksi diri dan pertumbuhan, menerima bahwa hidup terus berjalan layaknya bunga yang berguguran. Melankolis kisah dalam film berakar pada nuansa nostalgia yang kental. Komposisi adegan diracik dengan apik sehingga tidak mengalihkan perhatian dari karakter. Momen-momen seperti kenangan dibingkai dengan nuansa seperti mimpi. Lagu original soundtrack film ini tetap menggunakan OST di film animasi klasiknya yang menggambarkan pahit manis kisah cinta Takaki dan Akari.

Setiap karakter Takaki dan Akari bersimpangan jalan, terasa membangkitkan rasa gemas dan geregetan. Tindakan mereka seperti tidak memperjuangkan keinginan untuk bersama dengan menaklukkan rasa malu, takut dan ketidakpastian untuk membangun hidup bersama. Apalagi ketika mereka memutuskan untuk tidak saling mencari satu sama lain di masa depan. Mereka bagai tidak mau bertanggung jawab atas masa depan satu sama lain. Bisa juga film ini justru berpesan, jangan pernah melepas orang yang dicintai, karena bisa kehilangan sinar yang membuat kita hidup.

Baca juga: Unexpected Family: Mendadak Keluarga Saat Ikatan Hati Kalahkan Ikatan Darah  

Film ini juga diperankan oleh Yuzu Aoki, Mai Kiryu, Takashi Okabe, Seina Nakata, Kentaro Tamura, Junki Tozuka, Sho Hasumi, Naoki Matayoshi, Keiko Horiuchi, Himi Sato, Ayana Shiramoto, Aoi Miyazaki, dan Hidetaka Yoshioka. Visual film 5 Centimeters Per Second Live Action sanggup mengejutkan dan membuat Makoto Shinkai terharu yang awalnya merasa tidak nyaman.

Penayangan perdana film 5 Centimeters Per Second Live Action dilangsungkan pada Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Film ini juga sudah ditayangkan di jaringan bioskop Jepang pada Oktober 2025.

Share:

Artikel Terkini