
Teknogav.com – Serangkaian special screening film 'Pelangi di Mars' telah digelar sebelum penayangan untuk umum di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026. Salah satu acara nonton bareng special screening digelar bersama Kejora Indonesia Foundation pada Jumat, 13 Maret 2026. Special screening diselenggarakan di Botani Square XXI, Bogor yang didahului dengan kegiatan edukasi mengenai pelestarian lingkungan. Kegiatan dengan konsep ‘Main Bareng Kejora Indonesia’ tersebut mencakup membuat robot ramah lingkungan, misi merangkai bumi dan menjadi pahlawan bumi.
Film “Pelangi di Mars” mengisahkan perjuangan Pelangi di planet Mars yang membawa misi penting untuk mengatasi krisis air di bumi. Pelangi adalah seorang anak dari ilmuwan Indonesia, yaitu ibu Pratiwi, sebenarnya misi tersebut merupakan misi ibunya yang dikirim ke Mars. Ibu Pratiwi berusaha menemukan mineral bernama Zeolith Omega yang dapat mengatasi krisis air bersih di bumi. Film ini menempatkan anak Indonesia sebagai penggerak cerita. Sosoknya digambarkan aktif, memimpin dan mampu menghadirkan solusi pada persoalan besar.

Baca juga: Film Esok Tanpa Ibu Padukan Unsur Lingkungan, Kemanusiaan dan Teknologi
Perjalanan Pelangi (Messi Gusti) tidak mulus, selama menjalani misi, ada robot-robot perusahaan kapitalis Neurotek yang menghadang. Namun, ancaman tersebut tidak dihadapinya sendiri, ada Batik, robot yang senantiasa mendampingi. Selama perjalanan, robot-robot buangan pun banyak yang ikut bergabung membantu mewujudkan misinya dan bertemu kembali dengan ayah Pelangi. Pengembangan film ini dilakukan selama lima tahun dengan memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) untuk mendukung kedalaman penyampaian cerita.
Seluruh kecanggihan yang melibatkan animasi 3D dan robot interaktif dalam produksi di Studio DossGuavaXR diposisikan untuk memperkuat pesan emosi. Semangat utama film ini adalah kepahlawanan yang bangkit dari keberanian.

Baca juga: Keandalan NVIDIA RTX Studio PC Dukung Kreativitas Kreator Tanpa Batas
Pendekatan dalam penggarapan film ini memang banyak dipengaruhi kegemaran sang sutradara, Upie Guava pada film fiksi ilmiah sejak kecil. Visi film ini adalah membangkitkan mimpi anak Indonesia, harapannya film ini dapat mengembalikan hak anak-anak untuk memiliki imajinasi tanpa batas. Kisah dalam film ini dapat menjadi pelajaran bahwa kerja keras menggapai mimpi tidak akan pernah sia-sia, setinggi apa pun itu. Film Pelangi di Mars adalah jawaban atas kegelisahan Upie terhadap ruang imajinasi generasi muda.
“Saya ingin anak-anak percaya bahwa tidak ada batas yang tidak bisa ditembus. Di sini, anak-anak adalah pahlawannya,” ucap Upie para peluncuran trailer film ‘Pelangi di Mars’ yang digelar 13 Februari 2026.
Baca juga:
Film “Na Willa” Sajikan Kepolosan Sudut Pandang Anak-anak yang Jujur

Pelangi di Mars merupakan film persembahan Mahakarya Pictures yang berangkat dari kepedulian terhadap keterbatasan film untuk anak dan keluarga. Dendi Reynando, produser film ‘Pelangi di Mars’ mengungkapkan harapannya untuk memberi satu alternatif bagi anak Indonesia, sehingga memiliki cerita sendiri. Film ini berupaya memberi ruang bagi anak-anak Indonesia agar tetap memiliki keterikatan dengan identitas dan imajinasi melalui media sinema.
“Setelah perjalanan panjang lebih dari lima tahun yang penuh tantangan, Mahakarya Pictures dengan sangat bangga akhirnya dapat mempersembahkan Pelangi di Mars untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah kado untuk mimpi anak-anak kita,” ucap Dendi pada Gala Premier film ‘Pelangi di Mars’ yang digelar Sabtu, 14 Maret 2026 di Epicentrum XXI, Jakarta.






