Peringati Hari Film Nasional, "Para Perasuk" Rilis OST dan Gelar Nobar Peringati Hari Film Nasional, "Para Perasuk" Rilis OST dan Gelar Nobar ~ Teknogav.com

Peringati Hari Film Nasional, "Para Perasuk" Rilis OST dan Gelar Nobar


Teknogav.com - Rekata Studio dan Trinity Optima Production telah merilis lagu "Aku yang Engkau Cari" yang dilantunkan Maudy Ayunda pada awal 2026. Lagu tersebut diperkenalkan sebagai OST film Para Perasuk. Kini, lirik video lagu tersebut diluncurkan bertepatan dengan hari Film Nasional yang diperingati setiap tanggal 30 Maret. Peluncuran digelar di PIC Creative Space, Wisma Staco, Jakarta. Di acata tersebut diperkenalkan juga single terbaru Maudy Ayunda Di Tepi Lamunan sebagai OST Para Perasuk. 

Malam harinya, digelar juga acara nonton bareng film "Para Perasuk" di Cinepolis, Senayan Park, Jakarta. Acara nonton bareng film "Para Perasuk" di peringatan Hari Film Nasional ini bekerja sama dengan @nataplayar. Kegiatan nonton bareng tersebut merupakan kegiatan rutin Kumpul, Kenalan, Nonton (KKN) yang digelar @nataplayar dan kini telah mencapai episode 10. 

Antusiasme terhadap film tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 1079 orang. Namun, hanya 300 peserta yang terpilih untuk mengikuti acara KKN tersebut. Film "Para Perasuk" juga melakukan perjalanan di berbagai festival film internasional sebelum tayang di Indonesia mulai 23 April 2026.

Baca juga: Film “Pangku” Jadi Surat Cinta Reza Rahadian bagi Semua Perempuan  

OST Film Para Perasuk

OST Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan menampilkan vokal Maudy Ayunda yang berbeda dari caranya bernyanyi dari sebelumnya. Lirik OST tersebut mencerminkan perjalanan karakter utama film Para Perasuk, Bayu, yang diperankan Angga Yunanda. Maudy yang turut membintangi film tersebut terinspirasi menulis lagu "Aku yang Engkau Cari" saat berada di lokasi syuting. Lagu yang ditulis Maudy bersama Lafa Pratomo ini memiliki lapisan emosi yang seperti bisikan, tenang, menghanyutkan, dan menyimpan kegelisahan mendalam. Begitu pula lapisan video musik Di Tepi Lamunan yang disutradarai Wregas Bhanuteja.

Maudy Ayunda, pemeran Laksmi dalam film "Para Perasuk"

“Prosesnya sangat intuitif. Tidak pakai logika naratif biasa, tetapi menggunakan rasa. Ini proyek pertama baik secara film dan penggarapan lagu yang prosesnya sangat membebaskan aku,” ucap Maudy Ayunda.

Wregas Bhanuteja, sutradara film “Para Perasuk” mengungkapkan keinginannya untuk menyampaikan pesan mengenai perubahan perjalanan Bayu sebagai karakter utama film ini. Pada akhirnya, Bayu mencapai suatu penerimaan.

“Saya merasa dunia kita saat ini sudah terlalu penuh dengan cerita balas dendam dan amarah. Saya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni berdamai, saling berpelukan, menerima masa lalu, dan move on. Itulah esensi penerimaan yang ingin saya sampaikan,” ucap Wregas Bhanuteja.

Wregas Bhanuteja, sutradara film "Para Perasuk"

Sosok Bayu adalah seorang perasuk yang membantu para ‘pelamun’ ke dalam alam kerasukan dalam pesta sambetan. Sedangkan pelamun adalah orang-orang yang ingin mencari kesenangan melalui proses kerasukan. Bayu memiliki slompret yang merupakan alat utama untuk membantu menciptakan alam fantasi bagi para pelamun. Kemudian Bayu bertemu dengan salah satu pelamun yang membantu proses tersebut, yaitu Laksmi yang diperankan Maudy Ayunda.

Angga Yunanda, pemeran Bayu dalam film "Para Perasuk"

“Di film Para Perasuk, aku berusaha menghadapi tantangan baru yang cukup berat. Salah satunya adalah proses teknis bertapa dengan digantung secara terbalik, dan itu bikin kepalaku berat,” ucap Angga Yunanda.

Baca juga: Film Dopamin, Cara Bahagia Saat Keberuntungan dan Kesialan Datang Sekaligus  

Laksmi yang berasal dari Jakarta mendatangi Bayu di Desa Latas untuk mengikuti Pesta Sambetan demi meulihkan diri dan mengatasi trauma. Karakter Laksmi ingin lepas dari trauma masa lalu agar bisa melangkah ke depan. Menurut Maudy, tentunya banyak orang yang memiliki trauma masa lalu dan berusaha melepasnya. Berbagai adegan ekstrem dilakukan Maudy, seperti makan daun mentah, bunga mentah, sampai rebung mentah. 

“Kalau biasanya orang healing ke Bali atau Jepang, ini healing-nya ke Desa Latas untuk menghilangkan trauma dengan cara kerasukan. Laksmi dimintai tolong oleh Bayu untuk menemani latihan, supaya Bayu bisa menjadi pimpinan dari Perasuk,” ucap Maudy Ayunda.

Karakter lain dalam film “Para Perasuk” adalah Guru Asri, sosok tegas dan berkharisma yang diperankan Anggun. Salah satu adegan yang membuat Anggun terharu adalah saat Guru Asri mewawancarai Bayu yang ingin menjadi pemimpin para perasuk. Menurut Anggun, syuting di film Para Perasuk cukup sulit bagiku, karena prosesnya sangat berbeda dengan menyanyi di atas panggung.

“Di panggung, kita cukup menyanyi sekali, tapi kalau adegan untuk film, itu harus diulang berkali-kali,” ucap Anggun.

Anggun, pemeran Guru Asri dalam film "Para Perasuk"

Baca juga: Film ‘Dua Hati Biru’, Potret Perjuangan Keluarga Muda Hadapi Tantangan

Acara KKN Episode 10 @nataplayar

Pada acara KKN episode 10, setelah nonton barena, para pemeran dan sutradara film “Para Perasuk” juga hadir dan berbagi pengalaman. Maudy mengungkapkan bahwa proses syuting mereka telah dimulai sejak Desember 2024 dan merasa sangat lama untuk bisa berbagi proyek ini.

“Kami sudah memberikan cinta, energi, jiwa, raga dan segalanya dalam film ini. Dalam keseharian dan kehidupan kita, jika dipikir-pikir kita juga sering dirasuki. Dirasuki oleh ambisi seperti Bayu, dirasuki oleh rasa amarah, dirasuki oleh cinta, dirasuki oleh apa pun. Jadi, mungkin itu satu pelajaran yang menarik. Sebenarnya dalam kehidupan kita, kita juga sering dirasuki sampai lupa untuk memeluk orang lain yang kita sayangi atau pentingnya melihat sekitar,” ucap Maudy.

Hal senada juga disampaikan Angga yang berpesan untuk memeluk orang-orang yang disayang. Menurut Angga, hal ini sederhana, tetapi jarang disadari, padahal bisa menjadi obat dari berbagai penyakit yang ada di dunia.

“Banyak hal-hal kecil yang tidak kita sadari yang mungkin bisa menyembuhkan kita. Salah satunya pelukan orang yang kita cintai,” ucap Angga

Sementara itu, Anggun mengungkapkan bahwa setiap manusia memiliki perjuangannya masing-masing. Di setiap karakter dalam film ini, semuanya mengalami banyak pergumulan, termasuk Guru Asri yang sangat otoriter dan keras.

Jadwal Nonton Duluan

Bagi yang tak sabar untuk menonton film “Para Perasuk” sebelum 23 April 2026, tersedia juga jadwal untuk nonton lebih awal. Berikut ini adalah jadwal tersebut:

  • 4 April 2026
    • Solo: XXI Paragon pukul 12.15 WIB bareng Angga
    • Yogyakarta: XXI  Empire pukul 19.00 WIB bareng Angga
  • 5 April 2026
    • Purwokerto: CGV Rita Supermal pukul 12.00 WIB bareng Angga
    • Cirebon: CGV Transmart Cirebon pukul 18.30 WIB bareng Angga
  • 8 April 2026
    • Jakarta: CGV Grand Indonesia pukul 19.30 WIB bareng Angga, Maudy, Anggun dan Ganindra
  • 11 April 2026
  • Malang: XXI Araya pukul 12.15 WIB bareng Angga dan Maudy
  • Surabaya: CGV BG Junction pukul 15.30 WIB bareng Angga dan Maudy

Tiket untuk nonton lebih awal ini dapat dibeli mulai 5 April 2026.

Film Para Perasuk telah bersaing dan world premiere di Sundance Film Festival 2026 dengan sambutan meriah. Film ini juga resmi terpilih dan akan bersaing di Miami Film Festival 43 pada program Marimbas Award. Ini merupakan festival film ketiga Para Perasuk, dan selanjutnya akan tayang di berbagai festival film internasional. Film ini juga resmi terpilih untuk bersaing di Fantaspoa Brasil, menjadi official selection di program Artful Visions & Asian Frontier di MSPIFF Amerika Serikat, dan terpilih untuk berkompetisi di MOOOV Belgia.

Share:

Artikel Terkini