Film “Keluarga Suami adalah Hama” Tekankan Pentingnya Asertif Saat Ditindas Film “Keluarga Suami adalah Hama” Tekankan Pentingnya Asertif Saat Ditindas ~ Teknogav.com

Film “Keluarga Suami adalah Hama” Tekankan Pentingnya Asertif Saat Ditindas



Teknogav.com
– Film “Keluarga Suami adalah Hama” persembahan Umbara Brothers Film dan VMS Studio akan ditayangkan mulai 21 Mei 2026 di bioskop. Kisah dalam film ini menggambarkan kehidupan rumah tangga yang penuh konflik saat masih tinggal bersama keluarga pasangan. Film ini disutradarai oleh Anggy Umbara yang juga turut menulis naskah film ini. Menurut Anggy, film ini merupakan cerminan fenomena yang banyak dialami keluarga dan pasangan suami istri di Indonesia.

Umbara Brothers Film dan VMS Studio memproduksi film ini bekerja sama dengan 10 Star, SR Film dan Dbay. Film ii diproduseri oleh Shalu T. M. Indah Destriana, dan Anggy Umbara. Kisah dalam ini menggambarkan perjuangan suami istri dalam mempertahankan rumah tangga yang dibenturkan dengan kebutuhan keluarga suami yang tinggal bersama. Kisah mengenai tidak akurnya keluarga pasangan, termasuk mertua dan saudara-saudara ipar digambarkan dengan emosional dan empatik dalam film ini.

Baca juga:  Film ‘Dua Hati Biru’, Potret Perjuangan Keluarga Muda Hadapi Tantangan

“Rasanya ini adalah perasaan yang hampir banyak dialami oleh semua istri. Cerita di film ini adalah kejadian sehari-hari yang juga hampir dialami setiap rumah tangga. Ada cekcok antara mertua dan menantu, suami istri, sampai saudara ipar. Film ini sangat real,” ucap Shalu T. M., produser film “Keluarga Suami adalah Hama”.

Dinamika konflik rumah tangga mengenai rumitnya situasi pernikahan ditampilkan dengan meyakinkan oleh para pemeran. Pasangan suami istri muda pada film ini diperankan oleh Omar Daniel dan Raihaanun yang masing-masing memerankan Damar dan Intan. Keluarga suami diperankan Meriam Bellina sebagai mertua, serta Sitha Marino dan Jeremie Moeremans sebagai adik-adik suami, yaitu Bella dan Danan. Akting mereka sanggup membangkitkan emosi penonton yang campur aduk antara geram dan bersimpati. Para pemeran lain yang turut terlibat dalam film ini adalah David Saragih, Dinda Mahira, Fairuz A. Rafiq, Husein Al Athas, Karlina Inawati, Kevin Faulky, da Tio Pakusadewo.

Baca juga: Film Dopamin, Cara Bahagia Saat Keberuntungan dan Kesialan Datang Sekaligus

“Masalah yang dirasakan oleh banyak pasangan rumah tangga, tetapi tidak pernah terselesaikan dan terungkap. Sebagai orang yang juga menjadi sandwich generation, kisah Damar sangat dekat dengan  kisah hidup saya, sehingga film ini sangat personal. Bagi saya, ini penting untuk menjadi diskusi bersama. Sebagai film maker, saya merasa penting dan wajib saat melihat fenomena seperti ini untuk bisa membuatnya menjadi lebih baik,” ucap Anggy Umbara.


Damar merupakan sosok anak pertama dan seorang suami yang baru menikah. Impian Damar dan istrinya adalah memiliki rumah sendiri, tetapi terpaksa harus tinggal serumah dengan keluarganya karena ayahnya baru saja meninggal. Damar yang juga merupakan tulang punggung keluarga harus menghadapi kenyataan pahit, ketika ternyata harus dirumahkan akibat terlalu lama izin kedukaan. Saat berperan sebagai Damar, Omar berefleksi mengenai pentingnya kerja sama antaa suami dan istri, alih-alih saling menjadi lawan. Menurutnya, penting untuk menetapkan batasan yang jelas saat sudah membina rumah tangga.

“Film ini bakal jadi cerminan yang tepat untuk kita yang akan menikah atau mereka yang sudah menikah. Di film ini akan digambarkan akibat ketika suami dan istri tidak saling kerja sama dan saling back up. Menurut aku, orang tua dan mertua tidak boleh terlalu ikut campur masalah rumah tangga anak dan menantunya. Penting untuk saling menghargai,” ucap Omar Daniel.

Baca juga: Film Hanya Namamu dalam Doaku Tekankan Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga  

Raihaanun yang memerankan Intan, istri Damar mengungkapkan bahwa cerita dalam film ini dekat dengan berbagai lapisan sosial. Menurutnya cukup mudah untuk memerankan Intan, sosok istri yang memiliki beban, tetapi selalu dipendam. Sosok Intan dalam film ini kurang asertif, sehingga keluarga suami merasa tidak bersalah ketika berlaku seenaknya terhadap dirinya.

“Sering banget kan dengar cerita tentang istri yang tertekan dengan mertuanya. Intan adalah satu dari sekian banyak istri yang merasakan hal itu. Dia sangat ingin sekali bisa keluar dari rumah mertuanya dan segera untuk bisa mewujudkan mimpinya memiliki rumah sendiri dengan keluarga kecil barunya bersama Damar. Namun, itu bukan hal mudah, situasi tidak ideal itu akan menambah konflik rumah tangga yang kadang bikin orang-orang mengatakan bahwa pernikahan itu menakutkan,” ucap Raihaanun.

Share:

Artikel Terkini