Gelar RiskTech Connect, SEON Tawarkan Sistem Pertahanan Terintegrasi dan Adaptif Gelar RiskTech Connect, SEON Tawarkan Sistem Pertahanan Terintegrasi dan Adaptif ~ Teknogav.com

Gelar RiskTech Connect, SEON Tawarkan Sistem Pertahanan Terintegrasi dan Adaptif


Teknogav.com
– Platform pencegahan fraud dan kepatuhan AML, SEON menyelenggarakan forum RiskTech Connect pada 28 April 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta. Tema yang diusung adalah “AI-Powered Fraud Defenses” yang membahas dukungan AI untuk membantu institusi membangun sistem pertahanan terintegrasi dan adaptif. Dukungan AI tersbut digunakan untuk memperkuat proses onboarding, monitoring transaksi sampai manajemen kasus. Selain itu, digelar juga diskusi panel dengan narasumber dari Seabank Indonesia, SEON dan Allianz Indonesia. RiskTech Connect menjadi wadah yang mempertemukan para pemimpin dari berbagai bidang, mulai dari risiko, fraud, AML, pembayaran sampai transformasi digital.

SEON didirikan tahun 2017 dengan kantor pusat di Austin, Amerika Serikat. Nama SEON merupakan singkatan dari Security On.  Kehadiran SEON di Indonesia sudah lima tahun sejak tahun 2021. Sebagian besar klien SEON di Indonesia berasal dari industri perbankan, selain itu juga ada sektor asuransi, e-commerce, aplikasi kencan, dan platform musik. Pada dasarnya platform SEON dapat digunakan semua industri yang ingin tahu profil penggunanya.

Baca juga: Bank Jago Gandeng ADVANCE.AI untuk Lakukan eKYC Berbasis AI 

Platform “Fraud and AML Command Center” SEON


Selama setahun belakangan, SEON terus memperluas basis pelanggan di Indonesia dengan meningkatkan adopsi di sektor perbankan digital, pinjaman, sampai pembayaran. SEON membantu institusi keuangan memenuhi berbagai persyaratan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Organisasi dapat mendeteksi, menginvestigasi, sampai menangani risiko dalam satu sistem terpadu menggunakan platform “Fraud and AML Command Center” SEON.

Platform tersebut memungkinkan tim di organisasi untuk membuat dan menyesuaikan sendiri, serta cepat dan mudah beradaptasi terhadap pola ancaman baru. Alur kerja dan kepatuhan pun mudah dikelola platform ini tanpa bergantung pada siklus pengembangan teknologi. Berikut ini adalah keandalan yang ditawarkan platform “Fraud and AML Command Center” dari SEON:

  • Sinyal data yang lebih baik dengan lebih dari 900 sumber data dari pihak pertama
  • Analisis yang fleksibel dengan aturan yang tak terbatas, termasuk black-box, white box, hybrid, transparan dan bisa diaudit
  • Nilai yang lebih cepat dengan satu API yang bisa diluncurkan dalam hitungan hari, bukan bulanan. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menghadirkan AP ini sekitar 14-30 hari
  • Inovasi nyata yang didukung lebih dari 120 tim penelitian dan pengembangan, lebih dari 30 konsultan ahli, serta didukung AI

Tantangan utama dalam mencegah fraud adalah kurangnya transparansi di banyak alat. Hal ini diatasi SEON dengan menawarkan pengambilan keputusan dengan menyediakan alasan di setiap keputusan. Tak hanya menandai kegiatan mencurigakan, platform SEON menyediakan pentunjuk yang lebih efektif dan jelas bagi penyidik. Pendekatan ini menggabungkan machine learning dengan lapisan pengawasan manusia, sehingga menjamin deteksi fraud tak hanya mengandalkan automasi semata.

Baca juga: GBG Intelligence Center Dukung Compliance Institusi Perbankan dan Cegah Fraud 

SEON Dukung Pencegahan Fraud dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

Jumlah pelanggan SEON telah mencapai lebih dari 5.000 pelanggan yang tersebar di lebih dari 30 negara. Sejak beroperasi, SEON telah berhasil menghentikan sekitar USD300 miliar fraud, menjadikannya sebagai perusahaan pencegahan fraud dengan pertumbuhan tercepat dunia. Operasional SEON di kawasan Asia Pasifik berbasis di Singapura, dengan cakupan dukungan untuk klien di Indonesia dan pasar Asia Tenggara.

Pertumbuhan bisnis SEON di Indonesia pun kuat, bahkan Indonesia merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi SEON di kawasan Asia Pasifik. Pendapatan SEON di Indonesia diproyeksikan meningkat dua kali lipat secara tahunan pada FY26. Hal ini seiring dengan meningkatnya penggunaan platform fraud dan AML, serta kian ketatnya regulasi. SEON juga telah membangun infrastruktur data lokal di Indonesia yang memungkinkan pemrosesan data dilakukan di dalam negeri sesuai regulasi OJK. 

“Indonesia merupakan salah satu pasar fintech paling dinamis di dunia, dengan lanskap fraud yang kian kompleks serta ekspektasi terhadap sistem keamanan yang terus meningkat. Kami telah membangun jejak yang kuat di pasar lokal, mulai dari infrastruktur, jaringan mitra, hingga dukungan terhadap pelanggan berskala besar. Ke depannya, kami sangat antusias untuk terus mendampingi institusi keuangan Indonesia dalam memperkuat sistem manajemen risiko dan kepatuhan mereka,” ucap Troy Nyi Nyi, Senior Vice President dan GM SEON. 

Troy Nyi Nyi, Senior Vice President dan GM SEON

Pada tahun 2026, nilai ekonomi digital diproyeksikan mencapai USD120 miliar (sekitar Rp2.040 triliun). Pesatnya pertumbuhan ekosistem layanan keuangan digital di Indonesia, maka risiko fraud dan scam juga akan meningkat. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa jumlah transaksi pembayaran digital mencapai 4,67 miliar pada Februari 2026. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut naik 40,35%. Namun, hal ini juga diimbangi dengan jumlah fraud yang tinggi. Data OJK menunjukkan bahwa Anti-Scam Centre telah menerima 448.442 laporan dan memblokir 415.385 akun. Hal ini menekankan pentingnya untuk memperkuat sistem pencegahan fraud dan manajemen risiko di sektor keuangan.

Infrastruktur yang dibangun di data center AWS region Jakarta tersebut juga memudahkan organisasi untuk mengambil keputusan secara real-time. SEON membantu organisasi di Indonesia meningkatkan kapabilitas dalam menghadapi fraud melalui kolaborasi dengan mitra industri di Indonesia. Tantangan yang dapat dihadapi tersebut mencakup pola serangan yang kian terkoordinasi, lonjakan volume penipuan sampai tuntutan regulasi yang makin ketat.

Pendekatan berbasis ekosistem merupakan bagian dari strategi ekspansi regional SEON, dengan terus memperluas jaringan mitra di Asia Pasifik. SEON membantu institusi keuangan menavigasi lanskap regulasi di Indonesia melalui kerja sama dengan mitra implementasi dan kepatuhan lokal.

Diskusi Panel

Pentingnya perbankan untuk bisa bertindak lebih cepat dari pelaku fraud disampaikan oleh Gari Rustandi, Head of Anti-Fraud Department, SeaBank Indonesia. Hal ini seiring dengan terus berevolusinya serangan AI, sehingga perlu menghadapi AI dengan AI. Sistem pertahanan harus bisa mendeteksi dan mengatasi modus yang menggunakan deep fake dan penipuan identitas.

Troy Nyi Nyi, Senior Vice President dan GM SEON; Gari Rustandi, Head of Anti-Fraud Department, SeaBank Indonesia; Matthew DeLauro, President, GTM SEON; dan Adrianus Darmawan, Chief Risk Officer, Allianz Indonesia


“Kami harus membuat teknologi yang lebih baik dari fraudster. Hal ini penting, karena banyak institusi yang telat mengadopsi teknologi, dan fraudster akan melihat yang terlemah. Fraudster sudah memakai AI, sehingga kita harus memakai teknologi lebih  baik untuk melawannya,” ucap Gari.

Baca juga: ADVANCE.AI Dukung Allo Bank Hadapi Ancaman Deepfake dengan Deteksi Multidimensi

Hal senada disampaikan Adrianus Darmawan, Chief Risk Officer, Allianz Indonesia yang mengungkapkan bahwa perlu untuk mempertimbangkan dampak fraud ke perusahaan. Salah satu pertimbangan dalam membuat keputusan adalah dengan memperhatikan pola sebelum menentukan akan menghentikan atau menyelidiki sementara. Pada setiap kasus fraud, harus melihat pola, seperti lokasi kejadian di area tertentu.

“Kita harus bisa mengetahui ada populasi tertentu yang terindikasi melakukan fraud. Pada asuransi jiwa, ketika nasabah tiba-tiba mengubah informasi keuangannya, maka kita harus bisa menghubungkan antar-pola. Ketika polis sudah diterbitkan, maka sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan,” ucap Adrianus Darmawan.

Matthew DeLauro, President, GTM SEON mengungkapkan bahwa terdapat pergeseran dalam mendeteksi fraud. Kini pendeteksian tidak lagi berdasarkan data yang mudah dipalsukan AI seperti dokumen dan identifikasi wajah. Namun, kini bisa mengandalkan pengalaman digital, termasuk perilaku pengguna dalam mengakses smartphone mereka. Sektor asuransi pun mulai beralih dari mengandalkan data konsorsium ke perilaku penggunaan perangkat.

“SEON menggabungkan langkah-langkah KYC berbasis perilaku, menganalisis pola seperti aktivitas login, perilaku mengetik, dan kebiasaan browsing. Sinyal-sinyal ini membantu membedakan antara pengguna asli dan pelaku yang berpotensi melakukan penipuan, menambahkan lapisan perlindungan lain sambil mempertahankan pengalaman pengguna yang lancar,” ucap Matt.

Matthew DeLauro, President, GTM SEON

Platform yang ditawarkan SEON didukung automasi yang ditenagai AI, sehingga dapat membantu mengatasi fraud dengan deteksi dan peringatan secara real-time. Kemampuannya mencakup akses ke wawasan, merangkum analisis data kompleks, serta menyampaikan informasi yang jelas dan dapat ditindaklanjuti ke penyidik. SEON juga terus melakukan pengkinian pada sistemnya untuk meningkatkan akurasi dan mengurangi hambatan yang tak perlu bagi pengguna yang sah. Upaya ini juga dapat mengatasi salah satu tantangan false positive yang kerap terjadi di industri.

Hal terpenting lainnya adalah SEON tidak memiliki atau mengendalikan data pengguna. Platform yang ditawarkan memproses data langsung untuk tujuan KYC dan mencegah fraud. Kepemilikan data sepenuhnya dipegang oleh pelanggan. 

Share:

Artikel Terkini