AWS Training & Certification Dukung Talenta AI Kembangkan Kecakapannya AWS Training & Certification Dukung Talenta AI Kembangkan Kecakapannya ~ Teknogav.com

AWS Training & Certification Dukung Talenta AI Kembangkan Kecakapannya

Teknogav.com – Sejak tahun 2017, AWS telah membantu lebih dari 1,3 juta orang di Indonesia untuk mengembangkan keterampilian cloud dan AI. Upaya tersebut dilakukan melalui serangkaian program, acara dan kolaborasi yang menyeluruh, termasuk program pelatihan dan sertifikasi. Beberapa program tersebut termasuk IndonesiapandAI, MAIN (Mastering AI for Nation-Building), dan AWS Terampil di Awan. Peran AWS dalam menjembatani kesenjangan talenta AI di Indonesia diulas Yashinta Bahana, Head APJ Market Expansion & Strategic Partnerships, AWS. Fajrianwar Fachrul dan Fajar Darozat yang telah mendapatkan manfaat dari program-program dari AWS pun berbagi pengalaman mengenai manfaat program-program tersebut.

Fajrianwar Fachrul yang biasa dipanggil Fajri merupakan anak ketiga dari lima bersaudara asal Semarang, Jawa Tengah. Setelah lulus Teknik Konstruksi Batu dan Beton di SMKN 7 Semarang, Fajri bekerja di produsen beton pracetak sebagai pengendali mutu. Kemudian dia kembali ke Semarang dan menjalani pekerjaan baru sambil kuriah paruh waktu. Namun, Fajri terpaksa berhenti kuliah ketika tabungannya habis dan kontrak kerjanya berakhir di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Orbit Future Academy Sediakan Pelatihan Cloud Computing “AWS re/Start” Gratis

Ketika Fajri mendapatkan pekerjaan baru sebagai React Engineer di perusahaan Indonesia, ia menyadari kebutuhan untuk mempelajari Teknologi Informasi untuk maju. Langkah proaktif untuk mengembangkan kecakapannya pun dilakukan dengan mendaftar beasiswa AWS & Dicoding Back-End Academy. Program tersebut berhasil diselesaikannya dan meraih AWS Certified Cloud Practitioner, kredensial yang diakui global sehingga memperkuat kepercayaan diri dan kecakapannya. Peran tersebut telah dijalaninya selama empat tahun terakhir. Fajri juga dipercaya menangani pekerjaan arsitektur yang melibatkan layanan AWS sebagai landasan operasi bisnis perusahaan. Kini Fajri juga sudah kembali kuliah untuk menyelesaikan studinya sambil terus bekerja.

Fajrianwar Fachrul

"Dulu, saya harus memilih antara bekerja atau belajar. Sekarang saya bisa melakukan keduanya. Saya bekerja, saya belajar, dan saya terus berkembang. Program AWS & Dicoding telah membantu mengubah hidup saya dan membuat saya terus bekerja dengan teknologi terbaru,” ucap Fajri.

Baca juga: AWS Bersinergi dengan Ekosistem Lokal Hadirkan Program Edukasi dan Pemberdayaan

Hal serupa dialami Fajar Dazorat, M.Si., yang mengajar Fisika IBDP di SMAN 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Lokasi tempatnya mengajar sekitar 250 km dari Kota Medan sehingga tak mudah mengikuti perkembangan teknologi baru. Akses ke pengembangan profesiona, terutama di bidang yang sedang berkembang seperti AI sulit diakses guru yang mengajar di daerah pinggiran. Namun, Fajar selalu ingin meraih peluang, dia pun segera mendaftar program pelatihan AI generatif IndonesiapandAI angkatan pertama. Program tersebut dihadirkan AWS bekerja sama dengan YPKBI.

IndonesiapandAI merupakan program yang menyediakan jalur pembelajaran digital mandiri (self-paced) di bidang cloud dan AI generatif/machine learning (ML). Program yang diluncurkan Juni 2026 ini ditujukan untuk pelajar Indonesia berusia 18 tahun ke atas dan dapat diikuti secara gratis. Penyampaian program ini dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Indonesia dan tidak membutuhkan keterampilan awal.

Fajar Dazorat, M.Si

Fajar menyelesaikan program pemberdayaan tersebut dan meraih sertifikasi AWS Certified AI Practitioner.  Program tersebut diselesaikannya sambil menjalankan tugas mengajar penuh waktu melalui model train-the-trainer. Tak hanya sekadar memberikan pengetahuan teoritis, program tersebut memberikan pengalaman langsung membangun aplikasi berbasis AI. Metode ini mengasah pemahaman mengenai cara kerja AI dalam praktik.

Baca juga: AWS Memajukan Pendidikan AI Agentik dengan Agentic Football Cup

Pengalaman praktis tersebut memperkuat kemampuan Fajar menghadirkan konsep AI di kelas fisikanya dengan cara yang menarik dan mudah dipahami siswa. Fajar berencana memperkenalkan AI dalam pelajaran fisikanya dengan menunjukkan aplikasi yang ia bangun. Selain itu, dia juga ingin mendorong rekan-rekan pendidik di seluruh Tapanuli Tengah untuk menerapkan AI dalam pengajaran mereka.

"Meraih sertifikasi AWS AI menunjukkan kepada saya bahwa seorang guru dari daerah pinggiran dapat mencapai standar yang sama dengan para profesional di bidang ini. Sekarang saya merasa percaya diri untuk mengajarkan AI kepada siswa dan rekan-rekan pendidik saya, karena saya tidak hanya membicarakannya. Saya sudah memanfaatkan dan berkembang bersamanya," ucap Fajar.

Tak hanya IndonesiapandAI, AWS juga meluncurkan MAIN (Mastering AI for Nation-Building) pada Juni 2026. Inisiatif ini merupakan akselerator karier gratis selama lima bulan untuk pekerja muda di Jawa Barat. AWS mengembangkan program ini bersama Yayasan Alkademi, Ikatan Alumni ITB, dan BBPVP Bandung di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.

AWS juga menghadirkan AWS Terampil di Awan yang menjangkau pelajar, pendidik, dan komunitas yang belum mendapatkan akses memadai. Berikut ini adalah beberapa program AWS:

  • AWS CendekiAwan mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan
  • AWS & Dicoding Back-End Academy dan AI Academy yang memberdayakan developer melalui pembelajaran digital yang didukung oleh beasiswa
  • AWS re/Start untuk membantu individu yang memiliki keinginan untuk beralih pekerjaan
  • AWS Academy dan AWS Educate adalah program untuk institusi pendidikan tinggi
  • AWS Skill Builder yang melayani pelajar di seluruh Indonesia
Program-program pengembangan kompetensi dan kecakapan digital digelar AWS untuk memenuhi kebutuhan talenta digital bagi Indonesia. Sesuai misi tersebut, AWS bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan program-program tersebut, termasuk dengan pemerintah, lembaga pendidikan dan mitra-mitra AWS. 

Share:

Artikel Terkini