Huawei Indonesia Hat Trick Raih Zero Accident Award 2019 Huawei Indonesia Hat Trick Raih Zero Accident Award 2019 ~ Teknogav.com

Huawei Indonesia Hat Trick Raih Zero Accident Award 2019


Teknogav.com, Jakarta – Huawei Indonesia raih Zero Accident Award selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2017 dari Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia (RI). Penghargaan diserahkan langsung oleh Sugeng Priyanto, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3), Kemenaker RI.

Andy Ma Hui, CEO CNBG Huawei Indonesia mengungkapkan bahwa Huawei konsisten mempertahankan budaya pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja. Penghargaan Zero Accident Award selama tiga taun berturut-turut membuktikan kekonsistenan dan tingginya komitmen Huawei dalam meningkatkan kualitas pengelolaan K3.  Hal tersebut dilakukan dengan membangun kerja sama pembinaan K3 di lingkungan kerja perusahaan tersebut.

“Kemenaker RI mengapresiasi keberhasilan Huawei Indonesia dalam mengelola keselamatan dan kesehatan kerja selama satu tahun penuh, sehingga merealisasikan kecelakaan nihil dalam kurun waktu tersebut. Huawei juga serius untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan K3 dengan membangun kerja sama peminaan K3 bersama kami,” ucap Sugeng Priyanto.

Data BPJS Ketenagakerjaan menungjukkan bahwa jumlah kecelakaan kerja rata-rata setiap tahun cukup tinggi, mencapai 130 ribu kasus. Kasus kecelakaan tersebut mulai dari yang ringan sampai yang berdampak total. Total jumlah kecelakaan kerja sepanjang tahun 2018 mencapai 157.313 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2017 yang sebesar 123.041.

Setelah kecelakaan lalu lintas, kasus kecelakaan jatuh dari ketinggian di sektor konstruksi dan telekomunikasi menduduki peringkat teratas. Sektor telekomunikasi merupakan sektor yang memiliki banyak sumber bahaya yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan tenaga kerja.

Beberapa contoh risiko yang kerap terjadi di industri telekomunikasi adalah radiasi gelombang radio atau mikro yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja (PAK). Demikian juga dengan pelaksanaan pekerjaan di ketinggian yang rawan kecelakaan kerja.. Contoh pekerjaan telekomunikasi di ketinggian tersebut adalah pembangunan, pemasangan dan pemeliharaan menara telekomunikasi.
Share:

Follow by Email