Penggunaan Aplikasi Fintech Meningkat Signifikan di H1 2020 Secara Global Penggunaan Aplikasi Fintech Meningkat Signifikan di H1 2020 Secara Global ~ Teknogav.com

Penggunaan Aplikasi Fintech Meningkat Signifikan di H1 2020 Secara Global

Teknogav.comLaporan Keuangan Seluler 2020 yang disusun Adjust bersama dengan Apptopia, menunjukkan peningkatan penggunaan aplikasi fintech yang signifikan secara global. Peningkatan tersebut terjadi di semester pertama 2020, sehingga tampak bahwa COVID-19 mempercepat pertumbuhan eksponensial aplikasi fintech secara sifnigikan. Adjust sendiri merupakan platform pemasaran aplikasi global, sedangkan Apptopia merupakan penyedia informasi aplikasi.

Penyusunan Laporan Keuangan Seluler 2020 global tersebut dilakukan dengan memanfaatkan data internal Adjust dan Apptopia. Data yang digunakan merupakan data periode 1 Januari 2020 sampai 30 Juni 2020. Selain itu digunakan juga data periode 1 Januari 2019 sampai 30 Juni 2019 sebagai pembanding. Lebih dari 270 aplikasi keuangan yang dianalisis, termasuk sub-kategori perbankan, pembayaran dan investasi. Wiliayah cakupan data tersebut adalah Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Inggris, Jepang, Jerman, Rusia, Turki dan Ukraina.

Baca juga: Data Adjust Ungkap Peningkatan Penggunaan Aplikasi Kebugaran Selama Pandemi COVID-19

Fokus laporan tersebut adalah pada pertumbuhan tingkat instalasi, jumlah sesi, durasi lamanya pengguna menggunakan aplikasi dan tingkat retensi. Berikut ini adalah data Adjust dan Apptopia yang membandingkan semester pertama tahun 2019 dan semester pertama tahun 2020.

  • Aplikasi investasi seperti Acorns, Gatsby dan Stash untuk menjual dan membeli saham secara langsung dari smartphone meningkat pesat. Pertumbuhan rata-rata jumlah sesi per hari pada semester pertama tahun 2020 adalah 88%. Secara global, aplikasi investasi menduduki peringkat kedua sebagai aplikasi dengan pertumbuhan tercepat, mengalahkan kategori populer seperti game kasual dan hiperkasual.
Baca juga: Adjust Ungkap Perilaku Gamer yang Memanfaatkan Bot dan Proporsinya
  • Aplikasi pembayaran mengalami peningkatan jumlah sesi sebesar 49% secara rata-rata, dengan pertumbuhan tertinggi 75% di Jepang. Sementara itu Jerman berada di posisi kedua, yaitu 45% diikuti oleh Turki 39% dan Amerika Serikat 33%. Kemudian Inggris berada di posisi kelima dengan pertumbuhan 29%. Semakin banyak pengguna yang memakai smartphone untuk bertransaksi agar bisa mematuhi kebijakan physical distancing.
  • Gabungan aplikasi perbankan dan aplikasi pembayaran mengalami peningkatan jumlah sesi sebesar 26% dengan pertumbuhan tertinggi di Jepang, yaitu 142%. Urutan negara-negara berikutnya pun masih sama, yaitu Jerman 40%, Turki 31% dan Amerika Serikat 27%.

  • Super-app seperti WeChat dan KakaoTalk di Asia masih menjadi salah satu tren utama dalam industri seluler. Tren aplikasi ini di kawasan lain pun turut menyusul, contohnya adalah Revolut yang menjalankan strategi super-app.
Dampak pandemi terhadap sektor perbankan dan akselerasi layanan digital seluler sebaiknya tidak diremehkan. Selama beberapa tahun terakhir, sektor perbankan memang sudah beradaptasi terhadap disrupsi digital, namun COVID-19 mempercepat transformasi tersebut di seluruh dunia. Transformasi membuka akses dan peluang bagi jutaan konsumen yang belum memiliki rekening bank dan kurang mempunyai akses,” ucap Paul H. Miller, co-founder dan CTO Adjust.

Pesatnya Perkembangan Sektor Perbankan di Negara Berkembang

Berdasarkan segi jumlah hunduhan aplikasi perbankan di negara-negara yang dianalisis, Jepang memang memimpin, tetapi juga merupakan outlier. Di negara-negara maju lain, data Apptopia menunjukkan penurunan tingkat penginstalan aplikasi selama 12 bulan terakhir.



“Tren ekonomi umum memanag menyebutkan bahwa ini merupakan masa sulit bagi banyak aplikasi perbankan utama di negara maju. Kendati demikian pasar negara berkembang masih menyediakan peluang bagi aplikasi keuangan internasional untuk terus bertumbuh,” ucap Adam Blacker, VP od Insight Apptopia.

Peningkatan Waktu Penggunaan Aplikasi

Pada tahun 2020, jumlah sesi dan penginstalan aplikasi di kategori keuangan meningkat signifikan. Hal ini disusul dengan peningkatan waktu yang dihabiskan pengguna untuk menggunakan aplikasi tersebut secara global. Jika pada semester pertama tahun 2019 rata-rata pengguna menggunakan waktu 7,7 menit per sesi salam aplikasi, maka tahun 2020 menjadi 8,35 menit atau meningkat 8,9%.

Berdasarkan data Adjust, peningkatan paling signifikan dari segi waktu untuk menggunakan aplikasi di sektor fintech terjadi pada kuartal kedua 2020. Masa tersebut adalah ketika lockdown mulai diberlakukan di seluruh dunia. Berdasarkan data dari negara-negara yang mengikuti survei, pertumbuhan penggunaan aplikasi di sektor fintech paling tinggi diraih Argentina, yaitu 72%. Negara dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah Ukraina sebesar 62%, lalu Rusia dan Brasil dengan pertumbuhan masing-masing 50%. Sementara itu pertumbuhan di Jepang adalah 21%.

Baca juga: Tips Berinvestasi dengan KoinWorks

Negara-negara yang industri perbankannya lebih mapan justru penggunaan aplikasinya tak lama. Kemungkinan hal ini karena penggunanya bisa memakai desktop atau kantor cabang terdekat untuk melakukan transaksi perbankan. Aplikasi dengan sasaran masyarakat unbanked cenderung memiliki pendekatan yang lebih mendidik, sehingga penggunaan aplikasi lebih lama. Vicky Saputra, CEO Indonesian fintech Netzme mengatakan bahwa inklusi keuangan dan finansial merupakan isu yang cukup besar. Hal ini terutama untuk masyarakat yang tinggal di kota-kota kecil dan pedesaan.

Penurunan Biaya Akuisisi Akibat COVID-19

Transisi ke teknologi digital akibat pandemi COVID-19 berdampak pada biaya akuisisi untuk aplikasi perbankan dan aplikasi pembayaran yang turun drastis. Sejak bulan Februari biaya efektif per penginstalan atau effective cost per install (eCPI) turun 77%. Di bulan Mei, biaya akuisisi pengguna untuk aplikasi perbankan hanya sepersekian dari biaya akuisisi pengguna di awal tahun.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email