Digix Lab Dukung Pengembangan Ekosistem Teknologi dan Kokohkan Ekosistem HMS Digix Lab Dukung Pengembangan Ekosistem Teknologi dan Kokohkan Ekosistem HMS ~ Teknogav.com

Digix Lab Dukung Pengembangan Ekosistem Teknologi dan Kokohkan Ekosistem HMS

Teknogav.com - Huawei mendukung para pengembang dan mitra dalam ekosistem HMS dengan membuka Digix Lab pertamanya di Asia Pasifik. Pembukaan laboratorium di area Changi Business Park, Singapura tersebut diumumkan pada ajang MWC Shanghai 2021. Digix Lab ini akan mendukung pengembangan ekosistem teknologi yang semakin beragam dan mempercepat perwujudan transformasi digital di Asia Pasifik.

Berbagai teknologi yang melengkapi Digix Lab mencakup AR, VR, HMS Core Kits, dan berbagai kapabilitas teknologi lainnya. Perancangan laboratorium ini ditujukan untuk mendukung para pengembang di seluruh kalangan dalam mengembangkan aplikasi mobile

Baca juga: Jelang MWC Shanghai 2021, Huawei Ungkap Perkembangan Pesat 5G

Huawei terus mendukung para pengembang untuk terus berinovasi dan maju di ruang digital sesuai kebutuhan pengembangan bisnis menuju era kecerdasan baru. Upaya ini dilakukan dengan mengembangkan ekosistem mobile pada segala skenario ‘1+8+N’ dengan HMS. Digix Lab menghadirkan platform untuk membina dan menyediakan perlengkapan bagi para pengembang dengan perangkat pengembangan aplikasi yang dibutuhkan pengembang.

Jean-Francois Tremblay, Communications Strategist Huawei

Tema yang diusung pada MWC Shanghai 2021 adalah ‘Connected Impact’. Sesuai tema tersebut, ajang ini menunjukkan cara ekosistem digital untuk membuat perubahan menuju terwujudnya dunia yang lebih baik. Peningkatan ekosistem mobile di Asia Pasifik dilakukan Huawei dengan memperbanyak aplikasi in-demand dari negara-negara setempat dalam Huawei App Gallery. Hal ini dilakukan Huawei dalam rangka pengembangan Digix Lab. Huawei juga akan berkolaborasi bersama para mitra dalam sejumlah program pengembangan ekosistem teknologi demi mewujudkan transformasi digital di Asia Pasifik.

Perkembangan Teknologi 5G

Laporan GlobalData terkini memperkirakan kawasan asia Pasifik memimpin pengadopsian teknologi 5G. Pada tahun 2024 diperkirakan ada 1,14 miliar pelanggan atau sekitar 65% dari total langganan 5G di tingkat global. Demi memperkuat ekosistem 5G, Huawei berencana mengembangkan 5G Ecosystem Innovation Center (EIC) di Bangkok. Dana yang dikucurkan untuk pengembangan IEC tersebut adalah THB475 juta (Rp223 miliar).


“5G EIC merupakan sandbox inovasi digital untuk pengembangan aplikasi dan layanan 5G di lintas industri. Inovasi-inovasi tersebut diharapkan akan dapat menciptakan peluang-peluang bisnis baru bagi perusahaan-perusahaan berskala menengah dan kecil, rintisan, maupun institusi-institusi digita. Hal ini dilakukan menuju tercapainya visi Thailand 4.0 dan berkembang menjadi digital hub bagi kawasan ASEAN,” ucap Mrs. Vunnaporn Dehastin, Thailand Secretary-General of the National Digital Economy and Society Commission.

Komunikasi 5G dan standar-standar di industri pun berusaha dihimpun Huawei untuk meningkatkan skala dalam pengembangan aplikasi 5GtoB. Langkah tersebut dilakukan melalui inovasi dan sejumlah kemitraan strategis yang dibangun bersama dengan pelanggan. Solusi 5GtoB merupakan solusi yang mencakup empat bagian, yaitu 5GtoB Network, 5GtoB NaaS, 5GtoB App Engine dan 5GtoB Marketplace.

Baca juga: Ericsson Hadirkan Solusi Massive MIMO Terkini demi Percepat Peluncuran 5G

Penyelenggaraan program inkubasi setiap tahun bagi lebih dari 100 perusahaan rintisan lokal berskala menengah dan kecil pun menjadi komitmen Huawei. Langkah ini dilakuan untuk mengadopsi solusi-solusi 5G bagi berbagai industri vertikal dalam tiga tahun ini.

Sejak tahun 2020, Huawei Asia Pasifik sudah meluncurkan Spark Program di Singapura untuk mendukung perusahaan-perusahaan rintisan teknologi. Program tersebut memungkinkan perusahaan-perusahaan rintisan memanfaatkan aplikasi-aplikasi 5G, Machine Learning & Analitycs, IoT, Mobile Edge Computing dan Mobile & SaaS. Lebih dari 500 perusahaan rintisan dari 75 negara telah bergabung dalam program tersebut.


Peningkatan SDM TIK

Kebutuhan talenta-talenta di bidang TIK pun semakin meningkat di Asia Pasifik seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Huawei berkomitmen untuk turut andil memperkuat kecakapan di bidang TIK bagi 200 ribu SDM sampai lima tahun mendatang. Komitmen ini dilakukan dengan menggelar serangkaian program yang mencakup Huawei Academy, ICT Certification dan Seeds for the Future.

Baca juga: Huawei Gelar Program Sertifikasi untuk Penuhi Kebutuhan SDM TIK Kompeten

Jay Chen, Vice President of Huawei Asia Pacific

“Di era kolaborasi ekosistem saat ini, penting bagi semua pihak untuk dapat terus mempererat jalinan kemitraan, alih-alih saling berkompetisi. Huawei berkomitmen akan terus meningkatkan investasi dalam pengembangan ekosistem yang makin beragam dan maju. Komitmem ini demi terbangunnya kawasan Asia Pasifik yang cerdas dan terkoneksi sepenuhnya,” ucap Jay Chen, Vice President of Huawei Asia Pacific.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email