
Teknogav.com – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) resmi meluncurkan SheHacks 2025 pada Jumat, 25 April 2025. Pada kesempatan tersebut, digelar juga penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) dengan UN Women. Kehadiran SheHacks 2025 mempertegas komitmen Indosat dalam mempercepat pemberdayaan perempuan Indonesia di bidang teknologi, inovasi dan kewirausahaan digital. Tema yang diusung pada SheHacks 2025 kali ini adalah ‘Dari Perempuan untuk Masa Depan Teknologi dan Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan’.
Selama lima tahun, SheHacks telah melakukan sejumlah program pemberdayaan perempuan di bidang teknologi dan kewirausahaan. Program-program tersebut digelar untuk mengatasi tantangan terkait kesenjangan pendanaan, akses pelatihan dan keterbatasan jejaring pendukung. Selain masalah akses ke pembiayaan, perempuan wirausaha juga menghadapi tantangan kultural dan sosial. Banyak perempuan harus berperan ganda sebagai pengusaha sekaligus pengelola rumah tangga. Beban ini kerap membatasi ruang gerak dalam mengembangkan usaha dan menjalin jejaring profesional.
Baca juga: Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan, Indosat Gelar SheHacks 2024
Data SheHacks Impact Reports mengungkapkan bahwa hanya 14% perusahaan rintisan yang dipimpin perempuan berhasil mendapatkan pendanaan dari venture capital. Angka ini menunjukkan ketimpangan pendanaan perusahaan rintisan perempuan dan tidak sebanding dengan potensi besar kontribusi perempuan terhadap perekonomian nasional. Ketimpangan akses pendanaan antara pelaku usaha laki-laki dan perempuan memang masih merupakan tantangan besar.
“Baru 21% perempuan yang sudah masuk sektor digital. Segala sesuatu harus dapat dilihat sebagai kesempatan, apalagi sekarang sudah tersedia berbagai akses, jadi tinggal kemauannya, termasuk untuk belajar AI. Perempuan harus berkemauan untuk belajar, misalnya belajar bahasa baru dengan aplikasi duolingo. Sehari ada 24 jam, jika mengatakan tidak punya waktu dan tidak bisa meluangkan waktu 5-15 menit, tanyakan pada diri sendiri apa tidak bisa meningkatkan diri. Jika tidak mencintai diri sendiri, bagaimana bisa mencintai orang lain?” ucap Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif.
![]() |
| Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif |
Berdasarkan data International Finance Corporation (IFC), sekitar 70% milik perempuan di Indonesia mengalami kesejangan pembiayaan. Sementara, laporan McKinsey menunjukkan bahwa hanya 11% posisi kepemimpinan di sektor teknologi yang dipegang perempuan. Ketimpangan terjadi pada akses modal dan juga kurangnya kepercayaan investor pada kemampuan perempuan sebagai pendiri. SheHacks merupakan program pemberdayaan perempuan berbasis teknologi yang digagas Indosat untuk mengatasi ketimpangan tersebut dengan membuka jalan menuju ekosistem inklusif.
“Kita mesti terus bergerak untuk mengurangi kesenjangan gender. Keberhasilan SheHacks menunjukkan kolaboirasi antara swasta dan pemerintah. SheHacks bukan merupakan sekadar CSR tetapi sudah menjadi inisiatis berkelanjutan. Kementerian Ekraf dan Badan Ekraf berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi demi memberdayakan perempuan. Mari jadikan SheHacks sebagai tonggak baru pemberdayaan perempuan,” ucap Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf Republik Indonesia.
![]() |
| Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf Republik Indonesia |
Selama lima tahun terakhir, SheHacks sudah memberi wadah bagi lebih dari 34.000 perempuan untuk bertumbuh. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program seperti Startup Lab, Ideation Lab dan Innovate Lab. Skor dampak SheHacks pada kemampuan peserta dalam mengakses pendanaan termasuk sedang dengan rata-rata 2,88 dari 5. Namun, dampak terhadap pertumbuhan bisnis dan perluasan pasar begitu terasa. Sejumlah 25% peserta berhasil memasuki lima pasar baru dan hampir 80% startup peserta menciptakan lapangan kerja baru. Beberapa startup binaan bahkan mengalami peningkatan pendapatan sampai tiga kali lipat.
“Salah satu tantangan utama adalah akses. Ini yang kita coba jangkau melalui SheHacks yang sudah berlangsung lima tahun untuk bisa melakukan transformasi digital lebih cepat. Sebagai perusahaan infrastruktur, Indosat berusaha memperluas infrastuktur lebih cepat. Fokus SheHacks kali ini pada AI, sehingga Indosat mempertimbangkan bagaimana AI dipakai untuk membuat dampak lebih positif,” ucap Rezki Damayanti, Chief Legal & Regulatory Officer PT. Indosat Tbk.
Selain memberikan pelatihan, SheHacks juga menghubungkan peserta dengan mentor, investor dan memberi peluang validasi internasional. Lima perusahaan rintisan telah mengikuti Validation Trip ke Sydney, Australia pada tahun 2024. Ini merupakan terobosan yang membuka peluang kolaborasi lintas negara dan akses investor global.
“Melalui SheHacks, kami menyadari kuatnya inovasi berbasis komunitas dalam menjawab kebutuhan nyata ibu menyusui. Inisiatif ASI Camp yang kami jalankan berhasil menjangkau lebih dari 190 ibu dari 50 kota dan 3 negara, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya ASI dari 55% menjadi 89%. Yang paling membahagiakan, 100% peserta merasa lebih termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif. Perjalanan ini membuktikan bahwa dengan ekosistem yang tepat, suatu gagasan sederhana bisa tumbuh menjadi gerakan yang memperkuat kesehatan ibu dan anak sejak dini,” ucap Vidya Rahma H, CEO & Co Founder Kutipan untuk DonASI.
Upaya SheHacks membuktikan bahwa penyebab ketimpangan gender dalam pendanaan bukan kapasitas, tetapi keterbatasan akses dan sistem yang belum inklusif. Konsistensi dan strategi yang tepat memungkinkan perempuan Indonesia dapat bersaing dan juga memimpin.
Laporan SheHacks Impact Report: Empowering Women in Tech
UN Women merupakan entitas Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Indosat bersama dengan UN Women merilis laporan atas dampak yang dihasilkan inisiatif SheHacks.
Baca juga: Indosat Ooredoo Hutchison Berkolaborasi dengan Kemenkominfo Luncurkan SheHacks 2022
“Anggota PBB membahas bagaimana mempersempit kesenjangan gender. Tahun ini jumlah perempuan yang menggunakan internet meningkat, dari 50% tahun lalu menjadi 65% tahun ini. Faktanya, penggunaan teknologi yang makin dalam seperti blockchain dan analitik, maka makin kecil persentasenya. Upaya yang dilakukan bukan hanya mempersempit kesenjangan, tetapi membuka akses dan kesempatan mempelajari teknologi lebih dalam. Jangan saling tunggu menunggu skill naik. Kolaborasi harus dilakukan, jika dilihat dari SheHacks Impact Report, terlihat sekali kesenjangan tersebut,” ucap Dwi Yuliawati Faiz, Head of Programmes UN Women Indonesia.
SheHacks Impact Report menyoroti bahwa perempuan wirausaha sering menghadapi tantangan lebih kompleks dibandingkan laki-laki. Tantangan-tantangan tersebut termasuk dalam hal akses pasar, peluang investasi dan dukungan ekosistem. Faktor-faktor seperti bias gender, ekspektasi sosial dan terbatasnya akses terhadap komunitas bisnis menjadi hambatan tambahan yang meningkatkan kesenjangan.
“Di Indosat, kami percaya bahwa perempuan meiliki kesempatan yang setara dengan laki-laki. SheHacks adalah wujud nyata komitmen berkelanjutan kami dalam mendorong kesetaraan gender dan memperkuat peran perempuan dalam dunia teknologi dan inovasi,” ucap Reski Damayanti.
Selama dua tahun terakhir, 87,5% perusahaan rintisan peserta SheHacks sudah mempromosikan karyawan perempuan untuk menempati posisi kepemimpinan. Sebanyak 25% dari 11 peserta yang disurvei, berhasil mendapatkan akses ke setidaknya lima pasar baru setelah mengikuti SheHacks. Sejumlah 78,9% startup yang mengikuti SheHacks mampu menambah setidaknya sepuluh karyawan. Sedangkan 10,5% lainnya bahkan mampu menambah hingga 50 karyawan. Beberapa startup lainnya bahkan dapat mempekerjakan penyandang disabilitas.
Baca juga: Majukan Perempuan, Indosat Gelar SheHacks 2023 dengan Tiga Program Baru
SheHacks memiliki pendekatan bertahap yang terbagi dalam tiga inisiatif utama: Startup Lab, Ideation Lab, dan Innovate Lab. Ketiga lab tersebut dirancang untuk mendukung perjalanan wirausaha perempuan sejak tahap ideasi hingga ekspansi. Dukungan ini dilakukan melalui program seperti sesi mentoring intensif, pelatihan mandiri, pitching dengan investor, hingga showcase inovasi digital. Seluruh inisiatif tersebut selaras dengan tujuan besar Indosat untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia. Upaya tersebut dilakukan dengan memastikan bahwa setiap individu, termasuk perempuan, berkesempatan setara untuk berkembang dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.








