
Teknogav.com – Film Ip Man: Kung Fu Legend kembali menyajikan aksi Wing Chun yang spektakuler. Namun, film ini terasa sarat propaganda nasionalisme Tiongkok dan terasa ingin menggeser ingatan publik Hong Kong dari masa kolonial Inggris. Berbeda dengan film-film Ip Man sebelumnya, Ip Man: Kung Fu Legend disutradarai oleh Liming Li. Kali ini sosok Ip Man dibintangi Yu-Hang To atau Dennis To yang menyajikan kualitas akting cukup solid. Sinematografi film menyajikan kekhasan aksi film kung fu, tetapi audionya terlalu megah dan terasa berlebihan sehingga mengurangi kesan intim.
Baca juga: The Furious, Bongkar Gembong Perdagangan Anak dengan Mode Survival
Jika pada film Ip Man (2008) Dennis To memerankan sosok Wei, kini dia memerankan sosok Ip Man yang menjadi tokoh utama. Gerakan Wing Chun ditampilkan Dennis To dengan presisi, tetapi karismanya masih kalah dibandingkan Donnie Yen. Akting Dennis To terasa lebih menekankan sisi heroik dan simbolis ketimbang realisme, sehingga Ip Man digambarkan layaknya superhero nasional. Sebaliknya, karakter Parker (Steven Dasz) dan James (Philip Condron) yang memerankan para saudagar Inggris digambarkan sebagai penjahat asing. Predikat tersebut disandangkan tanpa memberikan kedalaman psikologis.

Pertarungan dengan seni bela diri Wing Chun tetap menjadi daya tarik utama film Ip Man. Pengambilan gambar memanfaatkan kamera yang dinamis dan fokus pada detail gerakan. Intensitas pada adegan pertarungan juga diperkuat menggunakan unsur-unsur alam seperti hujan dan api. Namun, beberapa adegan terasa berulang, sehingga seperti hanya mengulang dari seri sebelumnya. Musik latar dan efek suara yang digunakan pada film ini juga terasa terlalu megah dan bombastis, seolah ingin memaksakan heroisme. Alih-alilh mendukung drama, audio yang terlalu mendominasi terasa mengurangi nuansa emosional yang lebih halus.
Baca juga: Film “Ikatan Darah” Penuh Koreografi Bela Diri dan Slasher Brutal
Kisah dalam film ini berpusat pada konflik dan pengaruh asing yang ingin menguasai properti seni bela diri di Hong Kong. Narasi tersebut berusaha menekankan patriotisme dan persatuan melawan pengaruh luar, sebenarnya pola ini konsisten dalam film-film Ip Man. Sayangnya, pada film kali ini, terasa terlalu ingin membangun citra nasionalisme Tiongkok dan menggeser ingatan publik Hong Kong. Patriotisme dan persatuan dalam film ini terasa sangat propaganda atau kurang netral. Film ini menggadang anti-imperialisme dengan menjadikan pedagang Inggris yang korup sebagai musuh utama.
Latar film ini berlokasi di Hong Kong di sekitar tahun 1950an dengan menekankan kondisi sosial-politik saat itu. Ip Man digambarkan sebagai sosok yang berjuang melawan ketidakadilan saat saudagar Inggris berusaha memperluas kekuasaan bisnis dengan kelompok Triad. Buruh-buruh kecil digambarkan menjadi korban ketidakadilan dari hasil persekongkolan tersebut. Ketegangan cerita pun ditambah dengan intrik dan jebakan di balik jeruji besi.
Baca juga: Panda Plan: The Magical Tribe, Petualangan Jackie Chan dan HuHu Menghadapi Suku Terasing
Film ini menampilkan hiruk-pikuk kota kolonial, kontras antara buruh tertindas dan kekuatan asing. Koreografi bela diri dalam film ini menyajikan pertarungan teknis, tetapi artistik, bahkan di ruang sempit seperti penjara. Visualisasi ketidakadilan sosial disajikan menggunakan wide shot, sedangkan ekspresi moral Ip Man memanfaatkan close-up. Film ini menekankan pentingnya solidaritas buruh dan masyarakat lokal melawan dominasi asing dan kapitalisme kolonial.
Narasi dalam Ip Man: Kung Fu Legend menekankan kebanggaan budaya dan identitas bangsa dengan mengusung seni bela diri Wing Chun. Propaganda dalam film ini dikemas sebagai hiburan populer dengan narasi heroisme kung fu. Pesan nasionalisme dihadirkan dalam film ini melalui banyak simbol, karakter dan konflik.
Ip Man: Kung Fu Legend layak ditonton oleh penggemar aksi kung fu, tetapi kurang cocok bagi yang mencari kedalaman sejarah. Film ini dapat menjadi pilihan bagi penggemar pertarungan Wing Chun penuh gaya. Namun, jika menginginkan refleksi sejarah Hong Kong yang lebih jujur, mungkin akan terasa mengecewakan. Film Ip Man: Kung Fu Legend akan tayang di bioskop Indonesia pada bulan Juli 2026 ini.






