Kini Ada Fitur Kalender Menstruasi di Aplikasi Halodoc Kini Ada Fitur Kalender Menstruasi di Aplikasi Halodoc ~ Teknogav.com

Kini Ada Fitur Kalender Menstruasi di Aplikasi Halodoc

Teknogav.com – Menstruasi merupakan siklus reproduksi bulanan perempuan yang tak bisa dianggap remeh. Deteksi penyakit reproduksi bisa dikenali sejak dini jika terjadi perubahan siklus menstruasi. Halodoc menghadirkan fitur Kalender Menstruasi untuk memudahkan pengguna mencatat periode menstruasi dan melacaknya kembali agar bisa mengetahui masa subur dan deteksi penyakit. Fitur ini memperkuat komitmen Halodoc sebagai platform akes layanan kesehatan yang lengkap.

“Kami betul-betul mendengarkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan pengguna. Data internal kami mencatat bahwa Chat dengan Dokter ObGyn masuk dalam daftar 5 konsultasi paling populer. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan pengguna yang cukup signifikan untuk topik kehamilan (obstetri) dan penyakit sistem reproduksi perempuan (ginekologi). Demografi pengguna Halodoc hampir sebagian besar terdiri dari perempuan. Kami pun menghadirkan fitur Kalender Menstruasi agar bisa membantu para pengguna untuk lebih memerhatikan kesehatan reproduksi yang mana sangat penting. Perhatian pada kesehatan reproduksi tidak hanya untuk merencanakan atau menunda kehamilan, namun juga mendeteksi anomali reproduksi sejak dini,” ucap Felicia Kawilarang, VP Marketing Halodoc.

Baca juga:  Garmin Forerunner 745, Smartwatch untuk Pelari Profesional dan Atlet Pemula

para pembicara dalam ajang HaloTalks

Halodoc memperkenalkan fitur baru Kalender Menstruasi ini pada program diskusi Halodoc bertajuk #HaloTalks: Mencatat Periode Menstruasi: Hal Mudah, Berdampak Besar. Pada diskusi tersebut dibahas bahwa terkadang perempuan lupa memantau siklus menstruasi. Padahal pemantauan siklus menstruasi ini penting bagi seluruh tahapan hidup perempuan, termasuk dalam merencanakan keluarga. Pemantauan siklus menstruasi yang rutin dan intensif merupakan bagian dari kesadaran individu memahami konsep kesehatan reproduksi. Langkah tersebut dapat mengantisipasi risiko penyakit reproduksi hingga usia lanjut, menjaga kualitas sistem reproduksi dan merencanakan keluarga dengan matang.

Baca juga: Cegah Ibu Hamil Terpapar Covid-19, Halodoc Hadirkan Telekonsultasi Kandungan

“Memonitor siklus menstruasi memang terkesan mudah, namun berdampak sangat besar. Dampak ini baik bagi individu itu sendiri, maupun mendukung kesejahteraan perempuan pada umumnya, serta memastikan generasi yang sehat dan berkualitas. Sering kali banyak isu terkait kesehatan reproduksi yang penyebabnya lebih mudah diidentifikasi jika pasien mengetahui masa menstruasi mereka,” ucap dr. Kartika Cory, SpOG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi.

Fitur Kalender Menstruasi

Pengguna aplikasi Halodoc dapat mengatur tiga program pada fitur Kalender Menstruasi sesuai kebutuhan. Ketiga ptogram tersebut adalah:

  • Monitor Siklus Menstruasi
  • Monitor Masa Subur
  • Perencanaan Keluarga

Pengguna fitur ini sudah mencapai puluhan ribu, padahal baru satu bulan diluncurkan. Mereka menunggunakan aplikasi ini untuk berbagai kebutuhan, terutama untuk perencanaan kehamilan menggunakan program Monitor Masa Subur. Fitur Kalender Menstruasi ini dapat memprediksi siklus berikutnya dengan akurasi sekitar 85%. Sayangnya fitur ini tidak bisa terhubung dengan smartwatch atau smartband yang mendukung fitur menstruasi.

Baca juga: HONOR MagicWatch 2 Bantu Cek Gejala Corona dengan Fitur SpO2

Pemerintah, melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) pun fokus pada perencanaan kehamilan yang matang. Prediksinya selama pandemi akan ada 400 ribu sampai 500 ribu kehamilan tak terencana. Kehamilan tak berencana meningkatkan risiko kematian pada ibu dan anak, risiko kelahiran prematur dan berisiko tinggi saat terpapar COVID-19. Kekhawatiran pemerintah atas prediksi tak terencana tersebut dapat diatasi dengan edukasi dan akses layanan kesehatan yang tepat.

Siklus menstruasi yang umum biasanya berjarak 21-35 hari sejak hari pertama menstruasi di bulan sebelumnya dengan periode 3-7 hari. Jika terjadi keluhan seputar menstruasi maka bisa berkaitan dengan hal lain yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa contoh gangguan pada sistem reproduksi wanita.

Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS). Ini adalah gangguan hormonal yang menyebabkan peningkatan volume ovarium atau sel telur yang terdiri dari folikel-folikel kecil berisi air. Gambaran folikel-folikel tersebut mirip kista-kista kecil.

  • Premenstrual Syndrome (PMS) yang berifat hormonal,
  • Dysmenorrhoea atau kram perut akibat kontraksi rahim,
  • Menorrhagia atau pendarahan berlebihan dalam jangka waktu lama,
  • Amenorrhoea atau kondisi tak mengalami haid dalam periode tertentu yang bisa menandakan ketidaksuburan.

Penting bagi perempuan mengetahui siklus menstruasi, sebab hal ini memiliki banyak manfaat. Manfaat-manfaat tersebut mencakup sebagai berikut:
  • Deteksi anomali untuk menghindari penyakit reproduksi sejak dini
  • Pemantauan siklus subur untuk program KB
  • identifikasi usia kehamilan
  • perencanaan aktivitas bagi yang mempunyai implikasi sakit yang serius saat mengalami menstruasi.

Fitur Kalender Menstruasi pada aplikasi Halodoc melakukan hal-hal tersebut, sehingga mudah dilakukan di sela-sela kegiatan. Jika mengalami hal-hal tersebut, sebaiknya berkonsultasi ke dokter-dokter yang berpengalaman. Kemudahan fitur Kalender Menstruasi mencakup pencatatan tanggal menstruasi, akses chat dengan ObGyn, membeli produk yang berkaitan degnan kesehatan reproduksi. Kurasi pun dilakukan pada artikel-artikel kesehatan yang berkaitan dengan tujuan awal pemanfaatan fitur ini.

“Kami berharap kehadiran fitur ini dapat mempertegas komitmen kami sebagai #TemanHidupSehat yang memahami kebutuhan kesehatan dari masyarakat Indonesia. Terima kasih atas antusiasme yang sangat positif dari para pengguna. Hal ini tentunya memotivasi bagi tim Halodoc untuk terus mengembangkan fitur ini sesuai kebutuhan pengguna,” lanjut Felicia.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email