DANA Dukung Perempuan Indonesia Berkarya dan Mendapat Akses Literasi Digital DANA Dukung Perempuan Indonesia Berkarya dan Mendapat Akses Literasi Digital ~ Teknogav.com

DANA Dukung Perempuan Indonesia Berkarya dan Mendapat Akses Literasi Digital


Teknogav.com – Peringatan hari Kartini kerap dikaitkan dengan perjuangan emansipasi wanita. Saat ini banyak bidang yang dahulu banyak didominasi pria kini pun ditekuni wanita, salah satunya adalah bidang teknologi. Pada acara bertajuk “DANA Kartinian: Woman with Impact”, dipaparkan bahwa DANA menyediakan kesempatan bekarir yang sama bagi wanita dan pria.  Jumlah sumber daya manusia (SDM) perempuan di DANA mengalami peningkatan 142% sejak tahun 2019. DANA pun mendukung literasi digital bagi perempuan agar dapat memanfaatkan teknologi untuk keseharian mereka.

Di Indonesia, sudah banyak perempuan-perempuan hebat yang menjabat posisi penting atau berprestasi dalam profesi yang dimilikinya. Mereka mencakup menteri, gubernur, pemimpin perusahaan, atlet,  dan lain-lain. Posisi Chief People & Corporate Strategy dan Chief Marketing Officer di DANA pun dijabat oleh perempuan. 

Baca juga: Usung Semangat Kartini, Tiga Wirausaha Perempuan Tingkatkan Bisnis di TikTok 

Saat ini jumlah SDM perempuan di DANA mencapai 30%. Dari jumlah tersebut 30% menjabat level manajerial dan 40% di level eksekutif. Data tersebut menunjukkan komitmen DANA dalam mendukung emansipasi perempuan. Menurut Agustina Samara, Chief People & Corporate Strategy DANA, dibutuhkan kesempatan sebesar-besarnya bagi perempuan untuk meneruskan semangat perjuangan Kartini. Kesempatan ini baik dalam hal akses literasi digital, maupun berkarya di industri digital.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan berkarir dan menduduki posisi yang cukup strategis di DANA. Saya merasakan, DANA sebagai perusahaan teknologi finansial sangat membuka kesempatan bahkan melakukan empowerment agar perempuan Indonesia bisa maju,” ucap Agustina S 

Baca juga: ShopeePay Dukung Keberhasilan Para Kartini Masa Kini dengan Literasi Digital

Pemerataan Literasi Digital Bagi Perempuan

Revolusi Industri 4.0 membuka peluang bagi pera perempuan untuk bekerja di industri digital.  Teknologi digital saat ini sangat membantu para perempuan untuk berkarya atau membangun bisnis walau sambil mengurus keluarga dan mendampingi anak-anaknya.

Monita Moerdani, Chief Marketing Officer DANA

“Literasi digital bagi kaum perempuan secara umum merupakan cara memanfaatkan teknologi tersebut dalam keseharian mereka. DANA mendukung hal ini dengan merancang program dan produk untuk mendorong perempuan Indonesia lebih mandiri. Selain itu juga untuk meningkatkan pemerataan adopsi digital bagi perempuan. Teknologi DANA dapat memetakan demografi pengguna, jumlah mitra DANA Bisnis perempuan, rentang usia sampai kategori usaha perempuan,” ucap Monita Moerdani, Chief Marketing Officer DANA.

Saat ini total pengguna DANA sudah mencapai 60 juta pengguna, dan komposisi pengguna perempuan hampir sama banyaknya dengan pengguna pria. Jumlah perempuan pengguna DANA ini didominasi kalangan generasi Z dan milenial dengan persentase 82%. Para perempuan rata-rata memakai dompet digital DANA untuk melakukan transfer, membeli pulsa dan membayar tagihan.

Baca juga: ShopeePay Talk Beri Inspirasi dengan Hadirkan Perempuan-Perempuan Pebisnis Sukses

Jumlah perempuan pengguna DANA Bisnis pun komposisinya cukup tinggi jika dibandingkan lelaki. Sebanyak 46% dari jumlah perempuan pengguna DANA Bisnis berasal dari kalangan milenial. Mayoritas perempuan pebisnis ini menekuti bidang kuliner, pakaian, health & beauty spa.

Jentina Pakpahan, Founder & Director Youth Shine Academy dan Youth Shine Indonesia, serta  Menurutnya literasi digital yang penting bagi perempuan mencakup

al senada mengenai pentingnya literasi digital bagi perempuan pun diungkapkan oleh Jentina Pakpahan. Beliau adalah Founder & Director Youth Shine Academy dan Youth Shine Indonesia yang juga merangkap sebagai edukator. Menurutnya literasi digital yang penting bagi perempuan mencakup juga literasi keuangan. Perempuan yang sudah berkeluarga dapat memanfaatkan pengetahuan dalam hal keuangan sehingga tidak bergantung pada suami atau kepala keluarga. Sementara perempuan yang masih belum menikah bisa lebih bijaksana dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan menghadapi risiko-risiko di masa depan.

“Berdasarkan sejumlah kasus yang saya temui di lapangan, banyak perempuan yang belum memiliki pengetahuan cara mengatur keuangan dengan baik. ¬¬Di masa sekarang, dengan diperkenalkannya literasi keuangan digital dan masyarakat cashless, itu sangat membantu kaum perempuan. Saya menekankan pentingnya kaum perempuan untuk mulai melek keuangan, paling tidak dalam mengatur keuangannya. Perempuan juga penting untuk tetap kuat sehingga bisa meng-cover apa pun yang terjadi dalam kehidupannya sebagai perempuan,” ucap Jentina.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email