Ericsson Prediksi Akhir 2021 Jumlah Pelanggan 5G Capai 580 Juta Ericsson Prediksi Akhir 2021 Jumlah Pelanggan 5G Capai 580 Juta ~ Teknogav.com

Ericsson Prediksi Akhir 2021 Jumlah Pelanggan 5G Capai 580 Juta

Teknogav.com - Pada Juni 2021 ini, Ericsson menerbitkan laporan Ericsson Mobility Report edisi ke-20. Laporan tersebut menunjukkan peningkatan jumlah pelanggan 5G yang menggunakan perangkat 5G meningkat 70 juta di triwulan I 2021. Jumlahl tersebut akan mencapai 580 juta pada akhir tahun 2021. Hal ini dipicu oleh 1 juta pelanggan seluler 5G baru setiap hari.

Ericsson memperkirakan bahwa teknologi 5G akan menjadi generasi seluler dengan pengadopsiaan paling cepat. Jika dibandingkan 4G LTE, jumlah pelanggan 5G diharapkan akan melampaui 1 miliar dalam waktu dua tahun lebih cepat. Cepatnya adopsi ini disebabkan komitmen awal Tiongkok terkait 5G dan ketersediaan peralatan 5G komersial lebih awal dan makin terjangkau.

Baca juga: Ericsson Prediksi 15% Penduduk Dunia Terjangkau 5G Pada Tahun 2020

Asia Timur Laut, Amerika Utara dan negara-negara GCC merupakan yang terdepan dalam langganan 5G. Lebih dari 300 model smartphone 5G sudah diumumkan dan diluncurkan secara komersial.. Harga perangkat 5G pun makin turun dengan harga retail yang mendukung frekuensi rendah dan sedang di bawah USD 250 atau sekitar Rp3,6 jutaan di luar Tiongkok. Sementara untuk perangkat dengan dukungan mmWave adalah USD 400 atau sekitar Rp6 jutaan.

persentase langganan 5G berdasarkan wilayah
Pada tahun-tahun mendatang, momentum 5G komersial diperkirakan akan terus berlanjut. Hal ini dipicu makin tingginya peran konektivitas sebagai komponen utama pemulihan ekonomi pasca-COVID-19. Permintaan untuk koneksi lebih cepat pun melonjak karena ketergantungan pada internet untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan bisnis dari jarak jauh.

“Saat ini fixed dan mobile broadband berkualitas tinggi menjadi infratstruktur nasional yang penting. Teknologi yang lebih baik dan transisi ke teknologi 5G dengan mudah dan lancar dibutuhkan untuk mengatasi cepatnya pertumbuhan data. Hal tersebut pun dapat mengurangi biaya per GB. Teknologi 5G yang cepat andal dan responsif akan membuka peluang transformatif baru bagi Indonesia,” ucap Jerry Soper, Country Head, Ericsson Indonesia.

Baca juga: Gartner Nobatkan Ericsson Sebagai Penyedia Infrastruktur Jaringan 5G Terdepan

Investasi pada inovasi teknologi 5G dan pembangunan ekosistem yang kuat akan terus dilakukan Ericsson sebagai perusahaan ICT global. Upaya tersebut dilakukan bersama dengan operator telekomunikasi dan pemerintah untuk mendukung transformasi digital di Indonesia.

Ericsson Mobility Report edisi terbaru mencakup empat fitur artikel, yaitu:

  • T-Mobile menerapkan strategi multi-band
  • Perusahaan membangun 5G sebagai landasan Wireless WAN
  • Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) meningkatkan pengalaman pelanggan di dunia 5G yang kompleks
  • Perencanaan secara menyeluruh jangkauan untuk 5G: meliputi aturan ke statistik dan AI

Prediksi 5G Tahun 2026

Jumlah pelanggan 5G diprediksi mencapai sekitar 3,5 miliar dan cakupan populasi 5G mencapai 60% pada akhir tahun 2026. Jumlah langganan 5G terbesar berada di kawasan Asia Timur Laut, dengan sekitar 1,4 miliar langganan 5G. Di tahun tersebut, pertumbuhan trafik data per smartphone di wilayah Asia Tenggara dan Oseania paling cepat secara global. Trafik ini akan mencapai 39 EB per bulan dengan pertumbuhan rata-rata per tahun (CAGR) 36%.  

langganan 5G diprediksi mencapai 400 juta di Asia Tenggara dan Oseania

Jumlah langganan 5G pada tahun 2026 akan mencapai 400 juta. Pertumbuhan total trafik data seluler juga akan terus bertumbuh dengan CAGR 42%. Tingginya trafik data disebabkan pertumbuhan langganan 4G dan penerapan 5G di beberapa pasar.  Bundle layanan digital dengan tarif 5G akan berkontribusi paling besar dalam peningkatan pendapatan operator telekomunikasi.

Jaringan 5G akan membawa lebih dari setengah trafik data seluler dunia. Di tahun ini smartphone dan video memicu trafik data seluler. Rata-rata penggunaan per smartphone saat ini melebihi 10 GB. Trafik data seluler bulanan global diproyeksikan akan meningkat dengan faktor 5 dan mencapai 273 pada tahun 2026. Total trafik jaringan seluler termasuk FWA akan melebihi 300 EB per bulan.

trafik data seluler dunia per bulan

Berdasarkan wilayah, kecepatan adopsi teknologi 5G sangat bervariasi. Kecepatan penerapan 5G Eropa mulai lebih lambat dan makin tertinggal di pasar Tiongkok, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang dan Dewan Kerjasama Teluk Gulf (Gulf Cooperation Council, GCC).

Angka tingkat penetrasi langganan 5G di Amerika Utara dan GCC diprediksi mencapai puncaknya. Masing-masing wilayah tersebut berkontribusi pada 84% dan 73% pelanggan seluler 5G dari total angkata langganan wilayah.

persentase langganan berdasarkan wilayah dan teknologi

Di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, jumlah langganan 5G diperkirakan akan tumbuh kuat dalam beberapa tahunn ke depan. Pada tahun 2026 diprediksi jumlah tersebut mencapai 400 juta. Saat ini jumlah langganan 5G baru masih kurang dari dua juta dari total 1,1 miliar langganan layanan seluler. Pada akhir tahun 2020, rata-rata penggunaan trafik data smartpohne per bulan di Asia Tenggara dan Oseania melebihi 6 GB. Diperkirakan rata-rata penggunaan trafik data smartphone per bulan di Asia Tenggara dan Oseania akan mencapai 39 GB pada tahun 2026

trafik data seluler per smartphone per bulan

Pada tahun 2026, koneksi Fixed Wireless Access (FWA) 5G akan mewakili 40% dari total koneksi FWA. Lebih dari 70% penyedia layanan secara global kini memiliki penawaran FWA. Sekitar 87% penyedia layanan 5G memiliki penawaran FWA dengan jaringan 4G dan/atau 5G. Pemicu dari FWA mencakup kebutuhan konektivitas broadband, efisiensi biaya, dan dukungan pemerintah. FWA akan mencapai 180 juta koneksi pada tahun 2026 mewakili dari 650 juta individu. 

koneksi FWA

Teknologi 5G Picu Perubahan Perilaku Pengguna Smartphone di Indonesia

Data Ericsson Consumer Lab, The Future Urban Reality memaparkan perilaku online konsumen di Indonesia. Rata-rata waktu online konsumen Indonesia sekitar 8 jam 45 menit per hari. Durasi tersebut tiga jam lebih lama setiap harinya. Lebih dari separuh waktu online tersebut dilakukan menggunakan smartphone. Minat konsumen beralih ke 5G saat pandemi COVID-19 juga dituangkan pada laporan Ericsson Consumer lab, “Five Ways to a Better 5G”. Laporan tersebutt juga memaparkan mengenai perilaku pengguna baru yang dipicu teknologi 5G.

Penerapan 5G di Indonesia pun sudah memiliki landasan yang kuat, dengan 19% pengguna smartphone di perkotaan sudah memiliki smartphone 5G. Dua tahun pertama setelah jaringan 5G disediakan secara komersial, sekitar 5 juta pengguna akan beralih ke 5G. Saat ini pengguna perangkat 5G-ready pun sudah menghabiskan waktu di aplikasi AR dan enhanced media lebih lama dibandingkan pengguna 4G. Waktu yang dihabiskan pada aplikasi AR, 3 jam lebih banyak per minggu. Sedangkan untuk enhanced media, 1,5 jam lebih banyak per minggu.
 
Konsumen di Indonesia diprediksi akan menghabiskan 7,5-8 jam seminggu untuk cloud gaming, serta aplikasi AR dan VR pada 2025. Kebutuhan teknologi 5G dengan kualitas lebih baik di dalam ruangan pun meningkat akibat pandemi. Home broadband sangat diminati untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebesar 25% menganggap FWA relevan dan sangat berpeluang pada 5G di Indonesia.

Baca juga: Ericsson Hadirkan Solusi Massive MIMO Terkini demi Percepat Peluncuran 5G

Pada dasarnya ada tiga hal yang dicari oleh calon pengguna awal (early adopter) 5G, yaitu:

  • Kecepatan yang lebih tinggi
  • Jaringan yang terpercaya
  • Inovasi

Sekitar 4 dari 5 orang berharap kecepatan 5G lebih tinggi, dan 3 dari 5 orang berharap jaringan aman. Konsumen pun bersedia membayar 50% lebih tinggi untuk paket 5G yang digabung dengan layanan dgital. Sebanyak 70% berpendapat bahwa pengalaman olahraga dan konser di lokasi langsung (in-venue) 5G sepadan dengan uang yang dibayarkan. Ini berarti peningkatan pendapatan terbesar operator telekomunikasi diperoleh dari penggabungan layanan digital dengan tarif 5G. Hal ini dilakukan demi meyakinkan konsumen pada nilai platform jaringan 5G.

Ericsson pun berkomitmen untuk mendukung program pemerintah Indonesia untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan dan kapasitas jaringan yang kuat.

Share:

Artikel Terkini