AWS Hadirkan Solusi Amazon IVS di Indonesia dan Filipina AWS Hadirkan Solusi Amazon IVS di Indonesia dan Filipina ~ Teknogav.com

AWS Hadirkan Solusi Amazon IVS di Indonesia dan Filipina


Teknogav.comlive streaming telah menjadi tren dalam menyajikan konten saat ini, baik konser musik, perhelatan olahraga, maupun promosi. Solusi yang tepat dibutuhkan untuk memastikan live streaming berlangsung lancar, konsisten dan tanpa gangguan. Amazon Web Services (AWS) menyediakan solusi berbasis cloud terkini untuk mendukung kegiatan live streaming dan pengalaman video yang interaktif. Kini solusi tersebut telah hadir juga di Indonesia dan Filipina.

Paul Chen, Head of Solution Architecture in ASEAN at AWS memaparkan mengenai tren live streaming di Asia Pasifik secara keseluruhan. Beliau memapaskan cara AWS mendukung pealanggan dari berbagai industri, termasuk e-commerce, hiburan, media, perhotelan dan swasta dalam menghadirkan konten digital. Kelebihan-kelebihan solusi Interactive Video Streaming (IVS) pun didemonstrasikan oleh Donnie Prakoso, Senior Developer Advocate in ASEAN at AWS.

Statistik Pengguna Layanan Live Streaming

Berdasarkan hasil penelitian tahun 2021, pasar video live global tahun 2020 telah mencapai USD43 miliar. Angka tersebut diperkirakan akan tumbuh 28,1% per tahun hingga mencapai USD247 miliar pada tahun 2027. Di Asia Tenggara, lebih dari 1,4 juta percakapan media sosial seputar belanja live stream terjadi pada tahun 2021. Angka tersebut meningkat 213% atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2020.

Saat ini di Asia Pasifik lebih dari 400 juta orang menggunakan layanan over-the-top (OTT) streaming.  Di Filipina sendiri jumlah pengguna streaming video di Filipina meningkat sekitar 5,2 juta di tahun 2020. Lebih dari 35% merupakan kalangan berusia  antara 25 dan 34 tahun, sementara 30,2% lainnya berusia antara 18 da 24 tahun.

Perlunya Solusi dalam Menyajikan Layanan Live Streaming

Kebutuhan layanan live streaming yang lebih terpersonlalisasi mendorong penyedia konten memberikan pengalaman video yang makin kaya dan interaktif. Pengalaman tersebut memungkinkan penonton berinteraksi dengan penyedia konten dan sebaliknya. Hal ini pun dapat diterapkan pada industri-industri lain seperti layanan e-commerce, layanan keuangan, perhotelan dan wisata. Konsumen membutuhkan pengalaman live streaming yang optimal di berbagai gawai dan bisa dimainkan secara instan tanpa gangguan buffering

Kebutuhan konsumen tersebut dapat diberikan dengan latensi seminim mungkin. Latensi adalah jeda waktu mulai dari kamera muali merekam sampai bisa ditonton di layar pemirsa. Streaming video tradisional membutuhkan latensi sekitar 20 sampai 30 detik. Waktu tersebut dibutuhkan untuk persiapan konten, mengunggah ke beberapa content delivery network (CDN), dan menghubungkan ke gawai penonton melalui jaringan.

Dalam paparannya Paul Chen menjelaskan mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi dalam live streaming. Hal yang dibutuhkan untuk membangun pengalaman interatif langsung yang paling bisa menarik minat penonton adalah video dengan latensi rendah. Tantangan cukup besar adalah saat melayani penonton yang banyak dalam skala global dan menjaga latensi yang rendah dari hulu ke hilir. Pengetahuan dan pengalaman OTT dibutuhkan ketika memulai live streaming. Alur kerja video yang bisa diandalkan sulit untuk dibangun, namun video dengan latensi rendah dan interaktif lebih sulit lagi.

Paul Chen, Head of Solution Architect, ASEAN, AWS

Donnie Prakoso, Developer Advocate AWS

“Dahulu, dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membangun dan mengonfigurasikan kanal live streaming yang berperforma tinggi dan mampu dinikmati di berbagai perangkat. Namun, Amazon IVS memampukan developer, content creator, maupun live streamer untuk menyiapkan semua kebutuhannya dengan sangat cepat dan mudah. Ketika pelanggan kami sedang melakukan suatu kampanye promosi, trafik dapat meningkat hingga 10 kali lipat dalam periode waktu 24-30 jam. Namun, Amazon IVS yang berbasis cloud memiliki skalabilitas tinggi. Hal ini memugnkinkan pelanggan menyediakan kapasitas yang diperlukan untuk mempertahankan kualitas live stream dalam waktu yang sangat singkat,” ucap Paul Chen

Solusi Amazon IVS

AWS meluncurkan Amazon Interactive Video Service (Amazon IWS) Point of Presensce (PoPs) di Jakarta dan Manila Hal ini demi membantu pelanggan di Indonesia dan Filipina dapat menyediakan siaran langsung dan streaming video yang kaya, interaktif dan menarik penonton. Amazon IVS PoPs terkini sudah dioptimalkan untuk ingestion, pemrosesan dan pengiriman video.

Baca juga: Solusi Cloud Computing AWS Dukung Pelanggan Pecahkan Masalah Dunia

Teknologi live streaming yang terdapat pada platform game dan eports Twitch juga digunakan untuk mengembangkan Amazaon IVS.  Penggunaan teknologi tersebut memudahkan streamers untuk menyiapkan siaran langsung ke aplikasi web dan smartphone hanya dalam hitungan menit. Latensi yang diperoleh pengguna pun makin rendah dengan cara tersebut, shingga konten video bisa dinikmati lebih imersif dan mulus.

Donnie Prakoso menjelaskan bahwa biasanya kegiatan live streaming dilakukan dalam tiga tahap. Ketiga tahap tersebut mencakup pembuatan kanal, melakukan proses ingest video, sampai memainkan vide tersebut. Amazon IVS melakukan lebih dari itu dengan mengirimkan metadata yang tersinkronisasi dengan titik-titik waktu tertentu.

 

“Metadata ini merupakan bentuk mentah dari interaksi antara streamer dengan pemirsanya. Kita dapat memperkaya pengalaman pengguna sekaligus mendorong penjualan dengan metadata. Misalnya, jika merek ingin menonjolkan produk tertentu, maka produk tersebut dapat ditampilkan langsung di layar pemirsa pada waktu yang tepat. Penggunaan Amazon IVS yang sederhana membuat solusi ini dilirik pelaku industri superapp seperti Traveloka hingga platform live streaming seperti DeNA,” ucap Donnie.
Fitur-fitur interaktif dapat ditambahkan ke live stream dengan Software Development Kit (SDK) dan Applikcation Program Interface (API) pada Amazon IVS. Penambahana tresebut bisa berupa chat virtual, voting dan polling, sesi tanya jawab yang dimoderasi maupun promosi.

Baca juga: Qiscus, Traveloka dan The Body Shop Paparkan Pengalaman Mengadopsi Cloud

AWS berkomitmen untuk meluncurkan 10 AWS Local Zones di Asia Pasifik dalam waktu dua tahun ke depan. Kehadiran Amazon IVS PoPs di Jakarta dan Manila merupakan bagian dari komitmen tersebut. Local Zones sendiri merupakan infrastruktur AWS yang membawa layanan komputasi, penyimpanan, database, maupun layanan lainnya. Ini sesuai komitmen AWS untuk mendekatkan cloud ke lebih banyak pelanggan melalui investasi dan penambahan infrastruktur AWS di Asia Pasifik. Harapannya AWS bisa mendukung untuk menghadirkan pengalaman live streaming yang menarik dan interaktif ke lebih banyak pelanggan di Jakarta dan Manila.

Penggunaan Amazon IVS di Traveloka

Pemanfaatan Amazon IVS PoPs tak hanya untuk industri media dan hibutan konvensional, tetapi juga superapp seperti Traveloka. Fitur-fitur yang terdapat di Traveloka mencakup wisata, keuangan dab lain-lain. Sejak didirikan tahun 2012, Traveloka sudah memanfaatkan AWS untuk meningkatkan skala platform mereka. Kini Amazon IVS diterapkan Traveloka untuk mendorong interaksi dan menarik pelanggan. 

Penerapan Amazon IVS PoPs di Traveloka ini digunakan untuk promosi interaktif sehingga memudahkan pelanggan menemukan diskon. Contohnya pada kampanye bertajuk ‘Traveloka Salebrat10n dalam rayang merayakan ulang tahun Traveloka ke-10 yang dilakukan dengan live streaming.

Baca juga: Traveloka Terus Berinovasi Mengandalkan Teknologi Cloud dari AWS

“Traveloka menggunakan Amazon IVS untuk memenuhi kebutuhan live streaming konten yang berhubungan dengan Traveloka Flights, Hotels, Xperience, dan Eats. Dengan menggunakan Amazon IVS Player SDK, kami dapat mengurangi latensi pada konten berbasis video hingga sebanyak 5 detik. Sementara, menggunakan Amazon IVS Broadcaster SDK, mitra content creator kami dapat melakukan siaran langsung di aplikasi Traveloka. Amazon IVS memampukan kami untuk menjaga dan terus meningkatkan komitmen Traveloka. Komitmen ini adalah menyediakan pengalaman pengguna yang mulus, menyenangkan, serta memenuhi kebutuhan dan aspirasi gaya hidupnya,” ucap Adi Alimin, Vice President of Platform Product at Traveloka.

Share:

Artikel Terkini