Aruba ESP Hadirkan Keamanan Edge-to-Cloud di Lingkungan Perusahaan Aruba ESP Hadirkan Keamanan Edge-to-Cloud di Lingkungan Perusahaan ~ Teknogav.com

Aruba ESP Hadirkan Keamanan Edge-to-Cloud di Lingkungan Perusahaan


Teknogav.com - Konferensi global Aruba Atmosphere digelar pada 14-15 April 2021 dan merupakan konferensi pertama mengenai Edge. Para visioner, pakar teknologi dan para pemimpin industri akan hadir di acara tersebut. Sebagai bagian dari konferensi, Aruba mengumumkan peningkatan Aruba ESP (Edge Service Platform) yang mengintegrasikan keamanan edge-to-cloud di lingkungan perusahaan. Berbagai perusahaan pun bisa mempercepat transformasi digital mereka.

Aruba adalah bagian dari Hewlett Packard Enterprise (HPE) yang menyediakan solusi jaringan edge-to-cloud yang aman dan cerdas. Otomatisasi jaringan dilakukan menggunakan AI sambil memanfaatkan data untuk memperkuat hasil bisnis. Pendekatan cloud-native dilakukan Aruba dengan Aruba ESP untuk memenuhi kebutuhan konektivitas dan keamanan. Kini berbagai peningkatan diterapkan pada Aruba ESP, yaitu sebagai berikut:

  • Pengintegrasian platform pengendali keamanan akses jaringan
  • ClearPass Policy Manager
  • Aruba EdgeConnect SD-WAN edge, platform yang merupakan hasil akuisisi Silver Peak

Baca juga: Solusi-solusi Aruba Siap Hadapi 4 Tren Teknologi Jaringan Tahun 2021  

Kini enterprise memiliki pilihan menjalankan keamanan terbaik berbasis cloud, secure access service edge (SASE) berkat perluasan ekosistem keamanan Aruba ESP. Termasuk dengan adanya pengintegrasian Aruba Thread Defense dengan platform EdgeConnect. Peningkatan Aruba ESP memungkinkan perusahaan mempercepat transformasi digital edge-to-cloud. Adopsi cloud dan IoT canggih, transformasi jaringan WAN dan keamanan perusahaan dapat diwujudkan dengan menerapkan pendekatan Zero Trust dan SASE.

Keandalan Pendekatan SASE dan Zero Trust

Pandemi COVID-19 menjadikan bekerja jarak jauh sebagai tren, sehingga mempercepat adopsi layanan dengan hosting di cloud. Transisi ini mendesak transformasi data center konvensional dan jaringan Multiprotocol Label Switching (MPLS) ke arsitektur SASE yang cloud-native. Selain aman, arsitektur SASE membuat layanan jaringan lebih dinamis, data pun terlindungi secara menyeluruh.

Transformasi digital juga meningkatkan jumlah perangkat-perangkat IoT yang terhubung ke jaringan secara signifikan. Tantangan baru pun muncul dan tak bisa dapat hanya ditangani keamanan berbasis cloud karena sifat agentless dari perangkat IoT. Keamanan Zero Trust harus diterapkan di titik edge WAN (Wide Area Network). Ini karena tim TI tak dapat menginstal security client atau mengarahkan trafik perangkat ke layanan keamanan cloud.

arsitektur Aruba ESP

Perusahaan membutuhkan edge di WAN untuk memadukan keamanan di on-premise dan cloud. Pengguna yang terhubung ke SaaS dan public cloud pun dapat dilindungi SASE. Zero Trust pun bisa melindungi perangkat IoT yang membutuhkan keamanan berbasis identitas. Kebijakan keamanan berbasis identitas sampai ke tingkat terkecil  bisa diterakan pelanggan enterprise berkat integrasi keamanan yang diumumkan Aruba. Integrasi keamanan tersebut edge-to-cloud sehingga pengguna dan perangkatnya terhubung dan terlindungi.

Tren Penerapan Pendekatan SASE dan Zero Trust

Peningkatan perhatian pada SASE ini dapat dilihat pada hasil laporan perusahaan riset komunikasi 650 Group. Hasil riset menunjukkan perlunya evaluasi pendekatan keamanan oleh perusahaan-perusahaan berkaitan dengan kondusi evolusi teknologi sekarang.

Baca juga: Aruba ESP Prediksi dan Atasi Masalah Jaringan untuk Kesinambungan Bisnis

“Saat perusahaan-perusahaan beralih ke arsitektur Zero Trust dan SASE. Mereka akan menerapkan layanan keamanan multi-vendor yang disediakan cloud, dan tidak semua komponen SASE harus berasal dari satu vendor. Pendekatan Aruba menyeimbangkan fungsi keamanan di edge WAN dan membebaskan pelanggan memilih mengintegrasikan layanan keamanan cloud terkemuka dari mitra. Para mitra tersebut mencakup Zscaler, Netskope, dan Check Point. Strategi kemitraan multi-vendor ini memberi fleksibilitas kepada berbagai perusahaan. Mereka dapat memilih terus bekerja sama dengan vendor yang ada atau beralih ke sistem terbaik di kelasnya,” ucap Chris DePuy, pendiri dan analis teknologi di 650 Group.

Segmentasi Zero-Trust

Pengintegrasian pengendalian akses jaringan Zero-Trust berbasis identitas dengan Aruba EdgeConnect dilakukan dengan pengelolaan kebijakan ClearPass sehingga aplikasi makin pintar. Basis SASE WAN edge dibentuk dengan menambahkan informasi mengenai identitas pengguna perangkat IoT, role dan postur keamanan oleh ClearPass . Integrasi ClearPass dan EdgeConnect menyediakan definisi role yang konsisten dan terautomasi sehingga menyederhanakan administrasi dan pengelolaan jaringan.

Penggabungan role dan kecerdasan postur keamanan dengan kapabilitas segmentasi yang dinamis dapat mengatasi kerumitan implementasi ratusan VLAN. Penanganan ini dapat dilakukan di setiap kelas pengguna dan perangkat. Role pun bisa diterapkan ke dalam jaringan dari perangkat pengguna melalui LAN di seluruh WAN.

Penggabungan Keamanan Cabang

Aruba EdgeConnect akan memperluas jangkauan kemampuan intrusion detection and prevention (IDS/IPS) diperluas ke peralatan fisik dan virtual EdgeConnect. Perluasan ini dilakukan dengan mengintegrasikan Aruba Threat Defense dengan platform edge SD-WAN sehingga platform EdgeConnect bisa memanfaatkan infrastruktur Aruba Threat. Seluruh jaringan pun memiliki visibilitas karena kemampuan berbagi informasi ancaman berbahaya antara Aruba Central dan EdgeConnect.


Keamanan lateral menyeluruh dapat dirasakan perusahaan-perusahaan berkat kemampuan unified threat management (UTM). Jalur internet lokal pun bisa diamankan dari lokasi cabang dengan kemampuan UTM tersebut. Pengaturan UTM bisa dilakukan secara on premise atau cloud. Para pengelola jaringan dan keamanan bisa menerapkan kebijakan perlindungan secara terpusat dan diterapkan di seluruh jaringan. Hal ini berkat pemanfaatan infrastruktur dan informasi ancaman yang sama di seluruh Aruba ESP.

Baca juga: Ini Inovasi-inovasi Aruba ESP untuk Kelola Jaringan dan Permudah Integrasi

Perluasan Ekosistem Mitra

Perusahaan-perusahaan biasanya mempertimbangkan untuk memilih layanan keamanan cloud dari multivendor ketika beralih ke arsitektur Zero Trust dan SASE. Fakta tersebut diperkuat oleh hasil survei terkini perusahaan keamanan Ponemon Institute. Hasil survei menunjukkan lebih dari 70% responden memilih solusi keamanan cloud terbaik di kelasnya dibandingkan all-in-one. Aruba Orchestrator management console kini menyediakan informasi default yang sudah dikonfigurasi dengan layanan keamanan cloud dari mitra. 



Service Orchestration baru tersebut sebelumnya dikenal sebagai Silver Peak Unity Orchestrator yang berfungsi untuk menentukan alur kerja. Para admin jaringan kini bisa menghubungkan lokasi cabang Aruba dengan POP dan data center cloud dari mitra secara cepat. Para vendor mitra dalam ekosistem aliansi mitra Aruba ini mencakup Check Point, Forcepoint, McAfee, Palo Alto Networks, Symantec dan Zscaler. Pengaturan alur kerja ini dimanfaatkan pertama kali oleh Netskope.

Baca juga: Gambaran Keamanan Siber Tahun 2021 Prediksi Palo Alto Networks

Portofolio WAN Edge

Aruba ESP menawarkan portofolio edge untuk WAN yang menyeluruh di industri, baik kabel maupun nirkabel, yaitu:

  • Virtual Intranet Access Client (VIA) yang memungkinkan bekerja dari berbagai lokasi, baik melalui jaringan privat atau publik
  • Remote Access Points (RAPs) yang menyediakan konektivitas aman ke jaringan enterprise korporat dengan ruang kerja mobile, remote, dan temporer
  • SD-Branch yang menyediakan integrasi maksimal dan pengelolaan terpadu yang sederhana di semua WLAN, LAN dan SD-WAN dengan keamanan Zero Trust
  • EdgeConnect – QoE (Quality of Experience) yang optimal dari edge-to-cloud dengan platform edge untuk SD-WAN canggih dan komponen SASE terpadu

Demikianlah berbagai inovasi edge yang disediakan Aruba untuk menjamin keamanan para pengguna level enterprise.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email