Perkembangan Teknologi Dukung Layanan Kesehatan dan Masyarakat Lawan Covid-19


Teknogav.com – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tetap dihadapi dengan optimisme oleh segala sektor industri dan masyarakat. Mudahnya penularan virus SARS-CoV-2 membuat masyarakat harus melakukan physical distancing dan berada di rumah saja. Kendati demikian kegiatan sehari-hari tetap bisa berjalan berkat teknologi digital yang makin modern. Layanan kesehatan sudah banyak menggunakan teknologi untuk melakukan telemedis dan juga diagnosa kesehatan. Masyarakat bisa tetap melanjutkan kerja dengan konferensi video, berbelanja pun bisa dilakukan secara online dan nontunai. Donasi untuk membantu penyediaan Alat Pelindung Diri dan fasilitas bagi tim medis pun makin praktis dilakukan dengan teknologi.

Teknologi Kesehatan dari Masa ke Masa

Perkembangan teknologi telah banyak membantu layanan medis, beberapa di antaranya adalah teknologi AI untuk diagnosa dan telemedis untuk konsultasi online.  Sebenarnya dari masa ke masa, ilmu kesehatan selau berkembang secara revolusioner. Beberapa teknologi di bidang kesehatan mencakup stetoskop pada tahun 1816, dan rontgen tahun 1895.
inovasi di bidang kesehatan
Sejak tahun 2015, Google telah membuat divisi anak usaha yang diberi nama Google Life Sciences yang kini diubah menjadi Verily. Beberapa inovasi yang dilakukan Verily antara lain adalah sebagai berikut:
  • pemantauan kadar gula darah dengan lensa kontak yang memiliki sensor
  • program seterilisasi nyamuk aedes aegypti dengan melepaskan nyamuk yang steril demi mencegah penyakit demam berdarah
  • operasi dengan bantuan robot cerdas
inovasi di bidang kesehatan
Perkembangan di bidang kesehatan terkini adalah penggunaan kecerdasan buatan untuk memproses data-data yang dikumpulkan dari pasien. Di Indonesia, penerapan teknologi AI di sektor medis telah dilakukan oleh Rumah Sakit Pertamina dan Rumah Sakit Pertamina Jaya. Teknologi tersebut digunakan untuk mempercepat diagnosa ppasien yang terinfeksi Covid-19. Telemedis pun telah dilakukan beberapa aplikasi untuk memudahkan konsultasi dengan dokter tanpa harus ke rumah sakit atau klinik. Hal ini tentunya juga memudahkan dokter yang jumlahnya terbatas untuk menangani pandemi tetap bisa melayani masyarakat umum dengan penyakit lain. Rapat koordinasi tim rumah sakit rujukan pun kini sudah memanfaatkan konferensi video.
berbagai apikasi telemedis
Penerapan TIK selama pandemi Covid-19 tentunya tetap harus memperhatikan standar profesi pelayanan praktik kedokteran dan didukung regulasi dari kementrian terkait. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 20 tahun 2019 mengenai telemedicine. Peraturan tersebut lebih menetapkan aturan antar fasilitas kesehatan. Sedangkan komunikasi langsung dengan dokter mandiri melalui aplikasi pasien sebagaimana yang diterapkan pada aplikasi yang marak terjadi tidak diatur. Diagnosa yang dilakukan melalui konsultasi aplikasi telemedis pun dianggap kurang akurat karena terkadang susah menafsirkan gejala yang dipaparkan oleh pasien online. Aturan mengenai pemberian resep secara online pun belum ditetapkan karena memang terkait juga dengan akurasi diagnosa.
Manfaat dan batasan teknologi layanan kesehatan

Perkembangan dan Peran Teknologi

Teknologi digital berbasis AI, big data, internet dan lain-lain terbukti berperan dalam dunia kesehatan untuk melawan pandemi. Sektor lain pun berusaha membantu sektor kesehatan dengan aplikasi penggalangan dana untuk membantu tim medis mendapat APD dan tempat istirahat. Penggalangan dana antara lain dilakuan Kitabisa dan Benih Baik. Masyarakat pun kini makin mudah bertransaksi offline dengan keberadaan dompet digital DANA yang memudahkan melakukan pembayaran tanpa fisik uang. Langkah ini merupakan salah satu cara mengantisipasi penyebaran virus melalui uang tunai.
Dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT
Dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT, Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) mengungkap bahwa penularan melalui fisik uang tunai bisa dimungkinkan. Hal ini mengacu pada kemampuan virus untuk bertahan di permukaan kertas selama 48 jam. Dr. Moh. Adib juga menanggapi positif pengoptimalan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) untuk menggalang dana secara digital bagi dunia kesehatan.

“Kami menyambut baik dukungan teknologi dari ekosistem digital Indonesia untuk membantu dunia kesehatan Indonesia terutama untuk melawan Covid-19. Dukungan tersebut berasal dari penyedia teknologi, penyedia platform digital, lembaga-lembaga nirlaba, sampai masyarakat. Kami mengapresiasi sumbangan teknologi berbasis AI, cloud, big data analytics, internet of things yang bermanfaat dalam melengkapi teknologi medis,” ucapnya.

Dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT, juga merupakan Ketua Terpilih Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia 2018-2021, dan Ketua Umum PB IDI 2021-2024. Beliau berharap ada solusi TIK lain yang bisa menjawab tantangan-tantangan yang kini dihadapi terkait pandemi Covid-19. Demi segera mengatasi pandemi, beliau mengimbau agar seluruh komponen bangsa, termasuk para inovator di bidang teknologi bersinergi menyumbangkan kemampuan masing-masing. Imbauan tersebut selaras dengan penyataan Vincent Iswara, CEO dan Co-Founder DANA bahwa taka da persaingan dalam hal melawan pandemi Covid-19.

“Makin banyak komponen bangsa yang terlibat, maka akan makin kuat upaya kita dalam melawan pandemi. DANA berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan miniprogram kami yang khusus didedikasikan untuk membantu penanganan COVID-19. Kami yakin platform-platform lain pun memiliki tekad yang sama melalui program yang berbeda-beda. Pengoptimalan teknologi akan makin berperan sebagai katalisator yang efektif, khususnya dalam merealisasikan gotong-royong digital untuk kepentingan bangsa,” ucap Vincent.
Share:

Samsung Galaxy Tab S6 Lite, Multitasking Mulus Andalkan Exynos 9611


Teknogav.com – Tablet terkini Samsung Electronics Indonesia, yaitu Galaxy Tab S6 Lite telah resmi diperkenalkan. Berbagai fitur andalan dijejali pada tablet ini untuk meningkatkan produktivitas sambil tetap bisa menyajikan hiburan bagi penggunanya. Tampilan yang lapang dengan layar 10,4 inci dan desain yang stylish siap mengimbangi kerja prosesor Exynos 9611 untuk multitasking.  Berbagai kegiatan pun bisa dilakukan dengan mulus tanpa lag dan ringan untuk dibawa ke mana-mana.

“Batasan ruang dan waktu bekerja serta meluangkan waktu untuk melakukan hobi makin memudar. Apalagi pada kondisi saat ini semua produktivitas dan hiburan dilakukan di rumah. Bekerja dan belajar harus imbang dengan menikmati hiburan seperti nonton secara streaming atau mencari inspirasi menu buka puasa di Youtube. Semuanya sangat nyaman dilakukan pada layar immersive 10,4-inci Galaxy Tab S6 Lite. Tablet ini hadir dengan bezel lebih tipis, dengan berat hanya 467 gram,” ucap Denny Galant, Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronic Indonesia.

Denny juga mengungkapkan bahwa Galaxy Tab S6 Lite siap untuk mentransformasi cara menjalankan produktivitas dan bersenang-senang saat physical distancing. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 di mana kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas.


Kinerja Galaxy Tab S6 Lite

Seperti telah disinggung sebelumnya, chipset yang digunakan pada Galaxy Tab S6 Lite adalah Exynos 9611. Chipset tersebut memiliki delapan inti prosesor, dengan empat inti prosesor berkecepatan 2,3 GHz dan empat inti prosesor berkecepatan 1,7 GHz. Exynos 9611 mampu melakukan multitasking di banyak window sekaligus tanpa khawatir terjadi lag. Pengguna bisa melakukan konferensi video dengan tablet ini sambil tetap mengerjakan dokumen.  Pengetikan dokumen pun bisa lebih lancar dengan memadukan book cover keyboard pada tablet.

Kinerja prosesor ini didukung oleh RAM berkapasitas 4 GB. Sementara itu untuk kapasitas media penyimpanan terdiri dari dua pilihan, yaitu 64 GB dan 128 GB.  Jika dirasa kurang, kapasitas media penyimpanan bisa ditambah dengan memori eksternal sampai 1 TB, sehingga bisa menyimpan file berukuran besar. Sumber daya tablet ini mengandalkan baterai berkapasitas 7.040 mAh.

Desain dan Fitur

Samsung Galaxy Tab S6 Lite Chiffon Pink
Galaxy Tab S6 Lite memiliki desain yang ringkas dan tipis dengan dimensi 244,5 mm x 154,3 mm x 7,0 mm.  Bobotnya hanya 467 gram, dan disertai dengan S Pen yang diperbarui dengan bobot hanya 7,03 gram. Ketika digunakan untuk menulis atau menggambar, pena memberikan presisi yang lebih baik dengan ujung pena 0,7 mm. Tingkat kepekaan pena tersebut sampai 4.096. Pena tersebut tak membutuhkan baterai, sehingga tak perlu khawatir kehabisan daya ketika digunakan. S Pen ini bisa dengan mudah ditempelkan pada sisi tablet berkat adanya magnetic attachment pada Galaxy Tab S6 Lite.

Catatan yang dibuat dengan S Pen pun bisa dengan mudah dikonversikan dengan fitur Handwriting to text. Format konversi yang tersedia mencakup PDF, JPEG Image, file teks dan Microsoft Word. Kreativitas pengguna juga didukung dengan adanya fitur AR Doodle untuk menggambar secara unik dan menyenangkan. Fitur ini didukung juga dengan kemampuan AR Content dan Face and Motion Tracking Doodles. Penulisan memo penting pun bisa dilakukan dengan menyenangkan dengan berbagai macam Screen Off Memo.
S Pen untuk Samsung Galaxy Tab S6 Lite
Fitur Samsung Note memudahkan untuk menulis dan menyunting hasil produktivitas dengan pengalaman pengguna yang lebih baik. Dukungan pembesaran pun bisa sampai 300% sehingga hasilnya lebih akurat. Quick Highliter pun bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari. Pencarian catatan yang dikelompokkan dengan tagar pun bisa mudah dilakukan dengan fitur Smart Search.

Layar tablet ini begitu lapang dengan ukuran 10,4 inci dan bezel yang tipis di sekelilingnya, sehingga nyaman untuk streaming konten. Antarmuka One UI yang mengemas sistem operasi Android 10 terasa lebih intuitif yang memudahkan perpindahan antar aplikasi secara seamless. Tak hanya untuk bekerja, Galaxy Tab S6 Lite juga bisa mendukung produktivitas anak belajar secara online atau mengerjakan tugas sekolah. Fitur Samsung Kids pun siap memberikan aplikasi hiburan dan edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Waktu bermain harian dan akses ke aplikasi tertentu dapat dibatasi, sehingga perkenalan ke dunia digital lebih aman.
Samsung Kids pada Samsung Galaxy Tab S6 Lite
Berbagai fitur pintar siap menemani untuk mendengarkan musik dan berbelanja online. Apalagi audio tablet ini sudah dibekali speaker ganda hasil kolaborasi AKG dan Dolby Atmos 3D surround sound.  Hasilnya kualitas audio begitu luar biasa, tak hanya untuk mendengarkan musik, tetapi juga untuk menonton film yang terasa lebih hidup. Bermain game online pun terasa lebih seru dengan layar yang lapang, rasio layar ke bodi mencapai 81,1%. Tablet ini hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu Angora Blue, Chiffon Pink, dan Oxford Gray.
pilihan warna Samsung Galaxy Tab S6 Lite: Oxford Gray, Chiffon Pink dan Angora Blue
Galaxy Tab S6 Lite memungkinkan untuk menjalani kegiatan lebih menyenangkan, salah satunya dengan memanfaatkan Galaxy Experience yang mencakup Daily Board. Pengendalian musik, melihat jadwal, mengetahui cuaca, menulis memo sampai memasang reminder mudah dilakukan dengan Daily Board. Bixby pun dilengkapi dengan kemampuan baru seperti Bixby Voice, Bixby Vision dan Bixby Routines yang siap meningkatkan produktivitas dan hiburan secara menyeluruh.
fitur-fitur pada Galaxy Tab S6 Lite

Ketersediaan dan Harga

Pre-order Galaxy Tab S6 dapat dilakukan selama periode 4-10 Mei 2020 dengan harga Rp6.999.000 untuk varian 64 GB. Jika ingin kapasitas media penyimpanan 128 GB, maka harga yang dibanderol adalah Rp7.299.000. Bagi yang melakukan pembelian selama periode pre-order akan mendapatkan hadiah bookcover keyboard senilai Rp1.499.000. Pre-order bisa dilakukan di Bhinneka, Blibli, Dinomarket, Eraspace.com, Lazada, JD.id, Shopee, Tokopedia, dan Samsung.com.

Samsung juga bekerja sama dengan XL untuk menyediakan program bundling Galaxy Tab S6 Lite dan keyboard bookcover seharga Rp 1. Caranya adalah dengan berlangganan paket myPRIO Deal Diamond 2 tahun dari XL yang menyediakan kuota internet 50 GB. Selain itu paket tersebut juga menyediakan akses gratis ke berbagai platform hiburan populer seperti iflix, JOOX, Netflix dan YouTube. Seluruh benefit tersebut bisa diperoleh setiap bulan selama dua tahun.

Spesifikasi Samsung Galaxy Tab S6 Lite


Layar
:
10,4” 2000 x 1200(WUXGA+)

Sistem operasi
:
Android 10 (One UI 2)

Warna
:
Angora Blue, Chiffon Pink, Oxford Gray

Dimensi dan Bobot
:
244,5 x 154,3 x 7,0 mm, 467 gram

Kamera
:
Depan: 5 MP (F2.0)
Belakang: 8 MP (F1.9)

Memori/ Penyimpanan
:
RAM 4 GB
Media penyimpanan internal 64 GB / 128 GB
Slot Micro SD (sampai 1TB)

Chipset
:
Quad core 2.3GHz + Quad core 1.7GHz

Kapasitas Baterai
:
7.040 mAh (Typical), AFC

Konektivitas
:
Wi-Fi: 802.11 a/b/g/n/ac 2.4GHz+5GHz, Wi-Fi Direct, BT 5.0

Konektor
:
Type C USB 2.0, 3.5mm Ear jack

Sensor
:
Accelerometer, Gyroscope, RGB, Hall Sensor

GPS
:
GPS + GLONASS

Audio
:
Dual Speakers sound by AKG, Dolby Atmos®

Video
:
Recording: FHD (1920x1080) @ 30fps
Playback: UHD 4K (3840 x 2160) | @120fps

 
Spesifikasi Samsung Galaxy Tab S6 Lite
Share:

Jumlah Penggemar Facebook Para Pemimpin Dunia Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Teknogav.com – Pada Maret 2020, jumlah pengikut akun media sosial para pemimpin dunia mengalami peningkatan signifikan. Hal ini seiring dengan makin banyaknya masyarakat yang mencari panutan dan panduan selama pandemi Covid-19. Fakta tersebut diungkap firma komunikasi global Burson Cohn & Wolfe (BCW) pada studi ‘World Leaders on Facebook’.

Seiring dengan menyebarnya virus SARS-CoV-2 di seluruh dunia, para pemimpin dunia tak membuang waktu untuk melakukan interaksi di media sosial. Mereka melakukan update status dan mengganti foto profil di platform yang digunakan. Salah satunya dilakukan oleh Zuzana Čaputová, Presiden Slovakia, untuk menyampaikan pentingnya melawan pandemi global tersebut.

Sementara pemerintahan mencoba menjangkau pemilih mereka pada media sosial utama, terutama Facebook untuk memperingatkan betapa mematikannya virus tersebut dan cara memitigasi penyebarannya. Masyarakat pengguna media sosial pun mencari panduan dan kepemimpinan dari para pemimpin mereka secara online.
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte
Sebanyak 721 Facebook Page para pemimpin dunia yang dianalisa selama bulan Maret 2020 mengalami jumlah peningkatan like sebesar 3,7%. Jumlah tersebut hampir setengah dari jumlah pertumbuhan follower page keseluruhan selama 12 bulan terakhir. Peningkatan jumlah like dua kali lipat selama sebulan ini terjadi pada Pages Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dan pemerintah Austria, Estonia dan Italia.

“Peningkatan jumlah pengikut para pemimpin dunia di Facebook yang signifikan sangat logis dan dimotori dua hal utama. Hal tersebut adalah masyarakat mencari jawaban yang pasti dari isu virus Corona ini dan kebijakan negara mereka dalam menangani pandemi. Banyak studi menunjukkan bahwa wakttu yang dihabiskan di platform online meningkat hingga 36%, dan 20% diantaranya adalah di Facebook,” ucap Chad Latz, Chief Innovation Officer BCW.

Pempimpin dunia yang paling populer di Facebook adalah  Narendra Modi, Perdana Menteri India yang kini menduduki peringkat pertama. Jumlah Like yang dimiliki pada page pribadi beliau lebih dari 44,7 juta. Sementara itu pada halaman resmi Perdana Menteri India mendapat 13,7 juta Like dan menempati posisi keempat. Di posisi kedua terdapat Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, yang memiliki jumlah Like lebih dari 26 juta. Ratu Rania dari Yordania menempati peringkat ketiga dengan 16,8 juta Like walau pernah mengalami sedikit penurunan dalam 12 bulan terakhir.
Ratu Rania dari Yordania
Pada tahun keempat dari studi ini diungkapkan juga mengenai true reach atau jangkauan yang sebenarnya dari setiap post. Data dari Facebook Page tersebut menggambarkan jumlah paparan sebenarnya dari setiap post ketimbang hanya mengandalkan jumlah pengikut. Jumlah jangkauan Facebook Page Perdana Menteri India Narendra Modi sekitar 1,7 juta atau 3,8% komunitas pengguna Facebook. Dari 10 juta penggemar Presiden Brasil, 956 ribu berhasil dijangkau. Sedangkan Donald Trump hanya berhasil menjangkau 3,3% penggemarnya, yaitu 877 ribu dari 26 juta penggemarnya.

Kendati demikian Trump mendominasi peringkat interaksi Facebook Page tertinggi selama 12 bulan terakhir dengan 309 juta komentar, likes dan share. Interaksi ini mengalahkan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro dengan interaksi sebanyak 205 juta. Justru Perdana Menteri India, Narendra Modi menempati peringkat ketiga dengan 84 juta interaksi, padahal memiliki jumlah Page Like empat kali lipat.
Perdana Menteri India, Narendra Modi
Jika dibandingkan tahun 2019, kegiatan dari Facebook Page para kepala negara dan pemerintah tersebut 29 kali lebih banyak. Hasil tersebut menggunakan data agregat CrowdTangle Facebook. Seluruh Facebook Page yang dianalisa memiliki jumlah keseluruhan 362 juta Page Likes per 1 Maret 2020. Sementara jumlah post yang sudah dipublikasi sebanyak 435.256 dalam 12 bulan terakhir. Jumlah interaksi total yang merupakan perpaduan komentar, Like dan Share adalah 1,383 miliar.


Hasil temuan lain dari penelitian 'World Leaders on Facebook' dari BCW selama 12 bulan terakhir adalah sebagai berikut:
  • Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menduduki peringkat keempat pemimpin dunia yang paling disukai dengan 74 juta interaksi. Pada peringkat kelima terdapat Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan dengan 71 juta interaksi.
  • Di Sub-Sahara Afrika, Presiden Ghana Nana Akufo-Addo merupakan pemimpin yang paling disukai dengan 1,6 juta Like. Posisi kedua ditempati oleh Presiden Rwanda Paul Kagame. Perdana Menteri (PM) Ethiopia Abiy Ahmed Ali berhasil merih peringkat true reach tertinggi dengan jumlah jangkauan 35% dari penggemarnya. PM tersebut memiliki total 753 ribu Page Like dan berhasilmasuk dalam daftar Top 10.
  • Pemimpin dunia paling populer di Timur Tengah dan Afrika Utara adalah Ratu Rania dari Yordania dengan 16,8 Like. Jumlah pengikut tersebut dua kali lipat Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dengan 7,6 juta Like. Mereka mengalahkan Wakil Presiden dan Perdana Menteri Saudi Arabia, Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum yang memiliki 3,8 juta Like.
  • Di Amerika Latih, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro merupakan pemimpin dunia pailng disukai dengan lebih dari 10 juta Page Like. Posisi kedua diduduki Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador dengan 6,4 juta Like. Pada peringkat ketiga terdapat Presiden El Salvador, Nayib Bukele dengan 2,23 juta Page Like dengan pertumbuhan 46%.
  • Pemimpin dunia paling disukai di Uni Eropa adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan 2,5 juta Like. Pada peringkat kedua terdapat Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio dengan 2,2 juta Like. Sementara di peringkat ketiga terdapat Presiden Romania Klaus Iohannis dengan 1,8 juta Like. Prediksinya Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte akan menjadi pemimpin Uni Eropa yang memiliki pengikut terbanyak dengan pertumbuhan 26% dalam 12 bulan terakhir.
  • Pemimpin dunia paling aktif adalah Kementrian Luar Negeri Rusia dengan rata-rata lebih dari 27 post per hari dalam setahun terakhir. Pada peringkat kedua dan ketiga terdapat Pemerintah Uzbekistan dan Botswana dengan lebih dari 20 post per hari.
Demikianlah riset terkini dari BCW yang didasari studi tahunan Twiplomacy yang juga digelar BCW dan sudah memasuki tahun ke delapan.
Share:

Artikel Terkini