Uji Banding Snapdragon 865+ dan Snapdragon 865 di Smartphone Gaming Uji Banding Snapdragon 865+ dan Snapdragon 865 di Smartphone Gaming ~ Teknogav.com

Uji Banding Snapdragon 865+ dan Snapdragon 865 di Smartphone Gaming


Teknogav.com - Snapdragon 865 Plus diperkenalkan Qualcomm pada Juli lalu, chipset ini dirancang khusus untuk perangkat gaming. Tak lama setelahnya ROG Phone 3 yang menggunakan chipset tersebut meluncur secara global di bulan yang sama. Jika dibandingkan Snapdragon 865, maka Snapdragon 865 Plus memiliki  kecepatan CPU dan GPU yang lebih tinggi. Bagi gamer, kinerja yang lebih tinggi tersebut menjadi faktor penentu kemenangan.

Di Indonesia sendiri ROG Phone 3 resmi meluncur menjelang akhir September 2020. Peluncuran tersebut selang sekitar 2 bulan dari Black Shark 3 yang masih menggunakan chipset Snapdragon 865. Berikut ini adalah beberapa perbedaan dan persamaan dari kedua smartphone tersebut.

Layar dan Tampilan

tampilan layar ROG Phone 3 dan Black Shark 3
Pada dasarnya Snapdragon 865 dan Snapdragon 865 Plus sebenarnya sama-sama sudah mendukung refresh rate layar 144 Hz. Hal tersebut dimaksimalkan ROG Phone 3 dengan mengadopsi layar AMOLED dengan refresh rate 144 Hz. Sayangnya pada Black Shark 3, tak memaksimalkan kemampuan prosesor tersebut, layar AMOLED yang digunakan masih menggunakan refresh rate 90 Hz.

Beberapa game yang sudah mendukung tampilan dengan refresh rate 144 Hz adalah Dead Cells, Forsaken World, New Swordsman, RockmanXdive, dan Slam Dunk. Layar pada ROG Phone 3 juga sudah menyandang sertifikasi TÜV Rheinland setelah lolos pengujian Low Blue Light dan Flicker Reduced. Sertifikasi ini menjamin layar smartphone mengurangi efek mata lelah.

Jika dibandingkan dari segi ukuran layar, Black Shark 3 memiliki ukuran lebih besar, yaitu 6,67 inci. Sedangkan ukuran layar ROG Phone 3 adalah 6,59 inci, tetapi dimensi smartphone ini terasa besar. Kedua smartphone sama-sama sudah menggunakan sistem operasi Android 10 yang dikemas dengan antarmuka khas masing-masing smartphone gaming. Black Shark 3 menggunakan JOYUI, sedangkan ROG Phone 3 menggunakan ROG UI.

Layar pada Black Shark 3 dan ROG Phone 3 sama-sama memiliki touch refresh rate 270 Hz. Ketika digunakan bermain game, sensasi pengendalian cukup sebanding. Kedua layar juga sama-sama menggunakan sensor sidik jari terintegrasi, namun pada ROG Phone 3 sensor tersebut terasa lebih akurat. Ketika menjajal sensor sidik jari pada Black Shark 3, terkadang harus melakukan beberapa kali untuk bisa mengakses.

Kinerja Snapdragon 865+ vs Snapdragon 865

Qualcomm Snapdragon is a product of Qualcomm Technologies, Inc. and/or its subsidiaries
Qualcomm Snapdragon is a product of Qualcomm Technologies, Inc. and/or its subsidiaries

Jika dibandingkan dengan Snapdragon 865, maka Snapdragon 865 Plus memiliki kinerja prosesor Kryo 585 lebih tinggi 10%. Demikian juga dari segi grafis, walau sama-sama menggunakan GPU Adreno 650, tetapi kinerjanya 10% lebih cepat. Hal ini bisa dilihat pada tangkapan layar menggunkan aplikasi CPU-Z berikut ini.

Perbandingan CPU Z kinerja Snapdragon 865 Plus di ROG Phone 3 dan Snapdragon 865 di Black Shark 3

Tampak bahwa kecepatan prosesor pada chipset Snapdragon 865 yang digunakan pada Black Shark 3 sampai 2,84 GHz. Sedangkan kecepatan prosesor pada chipset Snapdragon 865 Plus pada ROG Phone 3 sampai 3.09 GHz. Sementara kecepatan GPU Adreno 650 pada Black Shark 3 adalah 305 MHz, dan pada ROG Phone 3 adalah 441 MHz.

Chipset Snapdragon 865 Plus juga menghadirkan driver GPU yang bisa diperbarui di smartphone dan 10-bit HDR gaming. Hal ini akan meningkatkan sensasi tampilan game yang memukau. Fitur-fitur yang dihadirkan pada Snapdragon Elite Gaming pun kini lebih lengkap. Beberapa di antaranya mencakup Desktop Forward Rendering, Game Color Plus v2.0 dan Game Smoother.

Teknologi WiFi 6 pada Snapdragon 865 Plus diperluas lagi dengan FastConnect 6900 dan memadukan kemampuan audio tingkat lanjutan. Pada WiFi 6 ini juga ada penambahan kapasitas yang drastis menggunakan operasi 6 GHz (WiFi 6E) sampai 1200 MHz dari spektrum tambahan penggunaan WiFi. Black Shark 3 masih menggunakan koneksi nirkabel WiFi 6 standar yang digunakan pada Snapdragon 865.

Chipset juga mendukung Bluetooth 5.2, antena Bluetooth ganda, aptXSuite dan fitur-fitur audio LE baru yang dipadukan untuk mendukung audio yang renyah, bisa diandalkan dan responsif. Sementara pada Snapdragon 865 masih menggunakan Bluetooth 5.1.

Hasil Benchmarking ROG Phone 3 dan Black Shark 3 menggunakan 3DMark

RAM dan Media Penyimpanan

Kinerja prosesor tentu saja tak lepas dari dukungan RAM. Baik Snapdragon 865 maupun Snapdragon 865 Plus menggunakan RAM LPDDR5 4x16 bit dengan kapasitas maksimal 12 GB. Kecepatan memori tersebut adalah 2750 MHz. Nah, perbedaan teknologi tampak pada media penyimpanan. Pada Black Shark 3, teknologi yang digunakan masih UFS 3.0 sedangkan pada ROG Phone 3 sudah menggukan UFS 3.1.

Jika dibandingkan UFS 3.0, maka kecepatan write pada teknologi ini lebih cepat sehingga dengan mudah mengakses ulang memori cadangan. Pada saat yang sama, cadangan ini juga memakan ruang yang lebih sedikit. Kecepatan UFS 3.1 ini 15% lebih tinggi dibandingkan pada UFS 3.0.

UFS 3.1 juga lebih hemat daya berkat regulator tegangan yang digunakan untuk media penyimpanan dan fungsi-fungsi lain. Sistem UFS baru ini juga akan memberitahu perangkat jika terjadi efek bottlenecks akibat suhu tinggi. Pada uji coba ini, baik Black Shark 3 maupun ROG Phone 3 sama-sama menggunakan RAM 12 GB dan media penyimpanan 128 GB.

Kinerja Gaming

Tampilan menu Armoury Crate

Berbagai pengaturan untuk gaming pada ROG Phone 3 dapat dilakukan dengan mengakses Armoury Crate. Berbagai game pada smartphone pun bisa diakses melalui menu tersebut, demikian juga untuk mengatur sensitivitas pengendalian dan mengaktifkan X Mode. X Mode menyediakan pengaturan untuk mengoptimalkan berbagai game sehingga gaming pun terasa nyaman.

Menu pengaturan kendali pada Armoury Crate

Pengendalian pada ROG Phone 3 lebih intuitif saat bermain game dengan fitur AirTrigger yang dilengkapi sensor gerak. Pengaturan AirTrigger 3.0 ini pun dapat dengan mudah dilakukan melalui Armoury Crate. AirTrigger juga memiliki tambahan gesture baru, termasuk swipe dan dual-partition button emulation. Sensasi bermain game dengan ROG Phone 3 ini layaknya konsol game dengan joystick. Dukungan game lainnya mencakup speaker depan ganda dan Quad mic noise canceling array yang memberikan efek audio memukau.

Tampilan game MARVEL Super War pada ROG Phone 3

Pada Black Shark 3, pengaturan gaming diakses langsung dari game tersebut, tetapi setelah memasukkan game pada Shark Space. Menu Shark Space sendiri berada dalam menu pengaturan smartphone. Pada menu Shark Space ini bisa mengelola game dan akses ke pengaturan Gamer Studio. Game Assistant dapat diaktifkan pada menu Gamer Studio ini, dan juga pengaturan posisi gesture

Menu Shark Space pada Black Shark 3

Ketika game sudah diaktifkan pada Shark Space, pengaturan Gamer Studio diakses dengan mengusap ke bawah dari pojok kiri atas layar game. Pada pengaturan game tersebut tersedia Master Touch 3.0 untuk menambah dua hotkeys tambahan hanya dengan menekan pada layar. Black Shark 3 juga menggunakan speaker yang menghadap depan di bagian atas dan bawah yang menghasilkan volume sama. Menu Shark Space dan Gamer Studio bisa dengan mudah diakses melalui switch yang berada di sisi kanan smartphone.

Menu Gamer Studio pada Black Shark 3

Sistem Pendingin

ROG Phone 3 menggunakan ssistem pendingin GameCool 3 yang dilengkapi 3D Vapor Chamber dengan desain baru. Salah satu desain barunya adalah  heatsink yang lebih besar dari sebelumnya. Heatsink akan membuang panas dari komponen utama smartphone ke arah ventilasi udara yang terletak di bagian belakang smartphone. Sistem pendingin ini mencegah thermal throttling saat bermain game dalam sesi yang panjang.

Pendinginan pada Black Shark 3 mengandalkan sistem pendinginan liquid dengan struktur Sandwidch. Komponen-komponen chipset yang mudah panas disebar pada dua sisi mainboard dan dua pipa pendingin liquid menutupi kedua sisi board.

Baterai dan Pengisian Daya

Kapasitas baterai ROG Phone 3 lebih besar dibandingkan Black Shark 3, yaitu 6000 mAh sehingga memungkinkan bermain game lebih lama. Pengisian daya cepat ROG Phone 3 menggunakan 30 W Hyper Charging. Selain itu tersedia juga port samping yang memungkinkan pengisian daya sambil bermain tanpa mengganggu kenyamanan pengendalian game. Sayangnya jika teledor penutup port tersebut mudah hilang karena harus dilepas sama sekali.

Pada Black Shark 3 kapasitas baterai 4.720 mAh, tetapi didukung pengisian daya cepat yang lebih tinggi, yaitu 65 W. Selain itu tersedia juga pengisian daya dengan empat kontak magnetik yang terdapat di pungung Black Shark 3. Pengisian daya tersebut menggunakan charger 18 W yang dijual terpisah.

Demikianlah beberapa perbandingan antara smartphone gaming ROG Phone 3 dan Black Shark 3. Kinerja yang disajikan Snapdragon 865 Plus dimaksimalkan ROG Phone 3 untuk menyajikan pengalaman gaming luar biasa. Selain itu untuk menambah pengalaman gaming lebih mendalam, tersedia juga berbagai aksesori tambahan untuk ROG Phone 3. Beberapa aksesori tersebut mencakup ROG Kunai 3 Gamepad, ROG TwinView Dock 3 dan ROG AeroActive Cooling 3.

Share:

Artikel Terkini

Follow by Email